Liputan Khusus
Pasangan Selingkuh? Lampiaskan Perasaan dengan Menulis di Blog
wolipop
Selasa, 28 Agu 2012 15:38 WIB
Jakarta
-
Pernah atau sedang diselingkuhi? Tidak sedikit wanita yang 'kacau' ketika tahu kalau dirinya diduakan. Jika Anda sedang mengalami hal ini, hadapilah dengan bijak. Lampiaskan perasaan sakit hati dengan cara yang sederhana, yaitu menulis di blog.
"Nulis apa yang kita rasain di blog. Biarkan emosi dalam diri keluar. Nggak usah pakai nama, yang penting perasaan negatif kita tersalurkan. Jangan ngelabrak selingkuhan si dia, nanti malah jadi masalah baru," ujar Indra Noveldy, seorang relationship coach, yang diwawancarai melalui telepon oleh wolipop belum lama ini.
Namun sebelumnya, Anda harus sadar terlebih dahulu kalau sedang sedih karena karena diselingkuhi dan mempunyai niat keluar dari kesedihan itu. Jangan terus-menerus mengurung diri di kamar, tidak mau makan, bahkan sampai melakukan tindakan yang bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
"Ada niat untuk keluar dari situ, banyak orang menikmati penderitaan mereka sehingga diajak keluar nggak mau," papar Indra yang kerap memberikan konseling pernikahan di seminar-seminar itu.
Kalau perasaan sakit tersebut tidak kunjung sembuh setelah menulis, Anda bisa ikut terapi. Di buku atau internet pun banyak terapi patah hati. Akan tetapi, permasalahan yang sering dialami oleh para wanita korban perselingkuhan adalah tidak ada kemauan untuk move on dari kekasih yang telah menduakannya.
"Masalah sebenarnya, kita mau keluar apa nggak. Banyak wanita yang selalu merasa jadi korban makanya susah keluar. Orang dia nyiapin diri jadi korban dan tidak ada kemauan untuk move on. Wanita yang belum mau putus setelah diselingkuhin berarti belum siap cari jodoh," tutur bapak satu anak itu.
Indra pun menyarankan kalau Anda harus mengubah pola pikir yang belum benar. Fakta membuktikan kalau lamanya masa pacaran tidak ada hubungannya dengan langgengnya sebuah pernikahan. Banyak pasangan yang sudah tujuh tahun pacaran, tapi baru dua tahun menikah akhirnya cerai. Setelah menikah, semua orang berubah karena adanya tuntutan dan tanggung jawab.
Maka dari itu, bila saat pacaran sudah terjadi perselingkuhan, berarti pria tersebut bukan pilihan yang tepat. "Jika pasangan selingkuh berarti dia bukan calon pedamping hidup yang baik. Buat apa diterusin, kan kita lagi proses pendekatan. kalau mau cari pasangan hidup harus liat track record-nya kayak apa. Kalau sebelum nikah sudah parah, setelah nikah malah bisa lebih parah," tutup Indra.
(eny/eny)
"Nulis apa yang kita rasain di blog. Biarkan emosi dalam diri keluar. Nggak usah pakai nama, yang penting perasaan negatif kita tersalurkan. Jangan ngelabrak selingkuhan si dia, nanti malah jadi masalah baru," ujar Indra Noveldy, seorang relationship coach, yang diwawancarai melalui telepon oleh wolipop belum lama ini.
Namun sebelumnya, Anda harus sadar terlebih dahulu kalau sedang sedih karena karena diselingkuhi dan mempunyai niat keluar dari kesedihan itu. Jangan terus-menerus mengurung diri di kamar, tidak mau makan, bahkan sampai melakukan tindakan yang bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau perasaan sakit tersebut tidak kunjung sembuh setelah menulis, Anda bisa ikut terapi. Di buku atau internet pun banyak terapi patah hati. Akan tetapi, permasalahan yang sering dialami oleh para wanita korban perselingkuhan adalah tidak ada kemauan untuk move on dari kekasih yang telah menduakannya.
"Masalah sebenarnya, kita mau keluar apa nggak. Banyak wanita yang selalu merasa jadi korban makanya susah keluar. Orang dia nyiapin diri jadi korban dan tidak ada kemauan untuk move on. Wanita yang belum mau putus setelah diselingkuhin berarti belum siap cari jodoh," tutur bapak satu anak itu.
Indra pun menyarankan kalau Anda harus mengubah pola pikir yang belum benar. Fakta membuktikan kalau lamanya masa pacaran tidak ada hubungannya dengan langgengnya sebuah pernikahan. Banyak pasangan yang sudah tujuh tahun pacaran, tapi baru dua tahun menikah akhirnya cerai. Setelah menikah, semua orang berubah karena adanya tuntutan dan tanggung jawab.
Maka dari itu, bila saat pacaran sudah terjadi perselingkuhan, berarti pria tersebut bukan pilihan yang tepat. "Jika pasangan selingkuh berarti dia bukan calon pedamping hidup yang baik. Buat apa diterusin, kan kita lagi proses pendekatan. kalau mau cari pasangan hidup harus liat track record-nya kayak apa. Kalau sebelum nikah sudah parah, setelah nikah malah bisa lebih parah," tutup Indra.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Anti Gerah! Rapika Biang Hijab Cool Bikin Adem & Wangi Awet hingga 7 Hari
Olahraga
Dunlop Pro Padel Balls: Bola Padel Berkualitas dengan Pantulan Stabil
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Pembersih Kewanitaan untuk Atasi Gatal dan Keputihan
Elektronik & Gadget
Nggak Bikin Tagihan Listrik Bengkak, Ini Rekomendasi Air Cooler Terbaik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 2)
Ramalan Zodiak Cinta 22 Maret: Taurus Cemburu, Scorpio Perbaiki Hubungan
Ramalan Zodiak 22 Maret: Cancer Jangan Mudah Percaya, Virgo Tak Ada Hambatan
Ramalan Zodiak 22 Maret: Aries Terlalu Cuek, Gemini Lupakan Masa Lalu
Ramalan Zodiak Cinta 21 Maret: Aries Lebih Peduli, Virgo Perbaiki Komunikasi
Most Popular
1
Eks Ratu Tenis Anna Kournikova Unggah Foto Keluarga Pasca Lahiran di Usia 44
2
Sinopsis Backtrace, Film Sylvester Stallone di Bioskop Trans TV Hari Ini
3
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 2)
4
Ramalan Zodiak Cinta 22 Maret: Taurus Cemburu, Scorpio Perbaiki Hubungan
5
Ramalan Zodiak 22 Maret: Cancer Jangan Mudah Percaya, Virgo Tak Ada Hambatan
MOST COMMENTED











































