Mengenal Lisda Cancer, Dokter Gigi Jadi Polwan yang Ahli Identifikasi Jenazah

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 03 Sep 2020 07:30 WIB
Kombes Lisda Cancer, Kabid DVI Pusdokkes Polri Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Pekerjaan menuntut para polisi untuk berurusan dengan jenazah. Polisi pun sering terlibat dalam penanganan korban bencana hingga aksi terorisme yang jasadnya sudah sulit dikenali. Salah satu polisi yang ahli dalam mengidentifikasi mayat adalah Lisda Cancer. Polwan yang mengawali karier sebagai dokter gigi itu pun kerap diminta bantuan hingga memberi pelatihan tim forensik negara lain.

Kombes Pol Lisda Cancer adalah seorang ahli forensik Polri yang sudah belasan tahun bergelut dengan mayat. Ia bertugas untuk mengidentifikasi korban bencana alam, kecelakaan kapal atau pesawat, hingga aksi terorisme yang pasti tidak mudah atau nyaman bagi banyak orang. Berawal dari kuliah Kedokteran Gigi dan aktif di Resimen Mahasiswa, Lisda tertarik untuk di TNI/Polri kemudian menjadi polwan.

Ketika dipindahtugaskan di Pusdokes Polri, Kepala Disaster Victim Identification (DVI) itu mengaku baru mengenal kedokteran gigi forensik. Gigi sendiri memang dikenal sebagai penentu identifikasi manusia selain sidik jari dan DNA. Ibu tiga anak itu lalu erasa tertarik dan tertantang untuk menekuni bidang ini.

Kepala Operasi Tim DVI Kombes Lisda Cancer (dua dari kanan).Kepala Operasi Tim DVI Kombes Lisda Cancer (dua dari kanan). Foto: Kepala Operasi Tim DVI Kombes Lisda Cancer (dua dari kanan). (Zunita-detikcom)

"Ini merupakan hal baru saja bagi saya pada saat kuliah belum ada kurikulum kedokteran gigi forensik. Saya baru melihat ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan dokter gigi selain mengobati pasien. Saya lihat ini menantang lalu saya geluti lebih serius lagi," katanya dalam segmen Blak-blakan dengan Detikcom beberapa waktu lalu.

Lisda pertama kali terlibat dalam tim forensik pada 2005 ketika ledakan bom terjadi di depan Kedubes Australia. Setelahnya, ia selalu ikut dalam setiap kasus terorisme, bencana alam, dan kecelakaan pesawat yang korbannya butuh diidentifikasi. Mengenai profesi yang menuntut berurusan dengan mayat, Lisda mengaku memang awalnya tidak nyaman. Tapi untungnya, polwan itu tidak pernah berhadapan dengan hal-hal mistis.

"Waktu awal masuk ke kamar jenazah kalau kondisi tidak bagus ada rasa tidak nyaman lah. Tapi lama-lama jadi terbiasa," ungkapnya.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer (tengah)- (Arief-detik)Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer (tengah)- (Arief-detik) Foto: Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer (tengah)- (Arief-detik)

"Kita dalam mengidentifikasi yang dibutuhkan bukan kecepatan tapi ketepatan. Kita tidak menentukan tenggat waktu, tergantung kondisi jenazah dan yang paling penting ketersediaan data antemortem. Kalau keluarga bisa memberi data cepat dan lengkap, apalagi kalau tidak ada memakan waktu lebih lama lagi," tambah Lisda.

Tak hanya berperan besar dan dunia forensik di Indonesia, Lisda dan DVI Polri beberapa kali diminta untuk melakukannya di negara lain. Mereka pernah terlibat dalam uji forensik saat kebakaran di Victoria, Australia, jatuhnya pesawat Air Malaysia di Belanda, gempa Nepal, kapal TKI, hingga kecelakaan kapal Korea dengan kru Indonesia di perairan Rusia. Kombes Pol Lisda Cancer juga pernah diminta memberi pelatihan tim forensik beberapa negara, seperti Thailand, Filipina, dan Nepal.

Sebagai istri dan ibu, wanita satu-satunya dalam tim forensik Polri ini pun tampaknya tidak kesulitan dalam membagi waktu untuk keluarga. Untungnya, Lisda lebih banyak mendapat dukungan dari pada keluhan dari ketiga anak perempuannya.

"Keluarga support walau kadang kalau lagi datang manjanya bilang 'Kok mama pulangnya malam?'. Apalagi kalau mereka ada PR dan butuh bantuan saya, paling itu saja. Mungkin karena kasus yang kita tangani kasus besar jadi anak-anak mengikuti dan melihat mamanya lihat di televisi berarti mamanya memang kerja. Anak saya apalagi perempuan semua jadi mereka kompak," kata Lisda.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)