Kisah Wanita yang Jadi Direktur Konstruksi di Balik Kesuksesan MRT

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 11 Des 2019 09:02 WIB
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Jakarta - MRT menjadi moda transportasi andalan baru masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran MRT dinilai membantu para komuter untuk bepergian dengan nyaman dan cepat. Di balik kesuksesan proyek besar ini ada seorang wanita yang berperan penting yakni sebagai direktur konstruksi. Adalah Silvia Halim yang juga berhasil mendobrak stereotipe wanita di bidang konstruksi.

Silvia Halim merupakan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta. Wanita yang sebelumnya anti datang ke Jakarta karena kemacetan tersebut berpengalaman dalam mengurusi transportasi Singapura selama 12 tahun. Namun beberapa tahun lalu, ia terpanggil untuk mengajukan diri membantu membangun MRT demi membantu negara sendiri.

Bekerja di dunia konstruksi sendiri tentu penuh tantangan dan tak banyak teman wanita yang mendampingi. Meski begitu insinyur teknik sipil ini mengaku sangat menikmati. Dikatakan Silvia bahwa salah satu kunci kesuksesannya adalah selalu memberikan yang terbaik.


Kisah Wanita yang Jadi Direktur Konstruksi di Balik Kesuksesan MRTSilvia Halim, Direktur Konstruksi MRT. Foto: Seysha Desnikia/detikcom

"Caranya adalah menunjukkan bahwa saya sebagus mereka (para pria) dan saya memberikan yang terbaik dan yakin bisa perform sebagus bahkan lebih baik dari pria di sebelah," ungkapnya di acara Summit On Girls yang diselenggarakan Plan Indonesia di Balai Kartini, Selasa, (10/12/2019).

Dengan membuktikan diri bahwa ia memang sebaik bahkan bisa lebih hebat dari pria, Silvia sukses mematahkan stereotipe mengenai wanita dalam pekerjaan yang didominasi pria. Ia pun mengingatkan sesama wanita untuk menghilangkan kebiasaan men-stereotipe diri sendiri yang kadang dilakukan tanpa sadar.

"Kita harus mematahkan stereotipe yang terbentuk dari diri sendiri yang memang sering dilakukan tanpa sadar bahwa wanita seharusnya seperti ini, misalnya harus lemah lembut, ngomongnya nggak boleh kasar, emosional, galau karena PMS. Itu lah yang membuat kita berpikir kita nggak cocok atau nggak bisa kerja di area yang didominasi laki-laki," ujarnya.

Silvia sendiri sangat bangga dengan fakta bahwa 28% pekerja di MRT adalah wanita. 30% dari mereka berada di level direktorat dan 44% dalam entry level. Wanita lulusan Nanyang University Singapura itu pun mendukung peran wanita dalam dunia teknik dan kepemimpinan. Apalagi menurutnya wanita bisa punya banyak keuntungan sebagai seorang pemimpin.
Kisah Wanita yang Jadi Direktur Konstruksi di Balik Kesuksesan MRTSilvia Halim, Direktur Konstruksi MRT. Foto: Sylke Febrina Laucereno

"Wanita itu berorientasi pada detail, gigih, kolaboratif, dan pendengar yang lebih baik. Dan itulah yang dibutuhkan untuk seorang leader yang baik karena itu mari lah kita embrace and celebrate," kata Silvia.
Kesuksesan wanita sering kali tak lepas dari lingkungan sekitar yang mendukungnya. Selain keluarga, Silvia mengaku berterima kasih pada dukungan sahabat-sahabat wanitanya dan kolega-kolega prianya.

"Support system saya pasti keluarga. Orangtua saya tidak berpendidikan tinggi, saya sarjana pertama di keluarga tapi mereka tidak pernah membatasi. Lalu 'my bff', teman-teman perempuan saya yang keren dan hebat yang mendukung saya karena kadang yang menjatuhkan wanita itu adalah sesama wanita. Lalu lingkungan kerja saya, cowok-cowok feminis yang percaya saya bisa sebagus mereka," kata Silvia.

Simak Video "Fitria Manalu, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/hst)