Kisah Wanita Tanpa Lengan Menolak Pasrah, Sukses Jadi Desainer dan Pengacara

Hestianingsih - wolipop Rabu, 29 Mei 2019 12:14 WIB
Adriana Macias saat menggelar fashion show di Fashion Week Mexico. Foto: RONALDO SCHEMIDT / AFP Adriana Macias saat menggelar fashion show di Fashion Week Mexico. Foto: RONALDO SCHEMIDT / AFP

Mexico City - Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat wanita asal Meksiko ini pasrah pada keadaan. Ia tumbuh menjadi wanita mandiri bahkan memiliki karier cemerlang.

Inilah Adriana Macias, desainer dan penulis difabel yang terlahir tanpa tangan. Wanita 41 tahun ini sudah hidup dalam keterbatasan sejak bayi. Namun berbekal keinginan kuat untuk hidup normal, kondisi itu justru membuat Adriana mampu melakukan segalanya sendiri.

Ia mengandalkan kedua kakinya untuk beraktivitas. Mulai dari menulis, masak, pakai makeup, mengurus putri semata wayang hingga menggambar sketsa baju.


Hasil rancangan Adriana bahkan dipamerkan dalam ajang fashion bergengsi di Meksiko. Pada April 2019 lalu, ia berpartisipasi di Fashion Week Mexico, menampilkan koleksi fall/winter yang terdiri dari 12 set busana bernuansa cerah.
Kisah Wanita Tanpa Lengan Menolak Pasrah, Sukses Jadi Desainer dan PengacaraFoto: ULISES RUIZ / AFP

Adriana juga mengajak enam wanita difabel menjadi model, membawakan hasil rancangannya. Ada yang tampil di kursi roda, juga model yang hanya memiliki satu kaki.

Aksi ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa disabilitas tidak akan menghentikan seseorang menggapai cita-citanya. Tanpa Adriana sangka, respons dari audiens pun cukup positif.

"Aku sangat senang karena respons yang baik dari orang-orang dan semangat yang terasa di lantai catwalk menakjubkan," kata Adriana, seperti dikutip dari Telemundo.


Sempat Pakai Tangan Prostetik

Orangtua Adriana, Jose Manuel dan Juanita melakukan berbagai cara untuk membantu putri nya hidup normal dalam keterbatasan. Salah satunya membuatkan tangan prostetik. Namun tubuh Adriana tidak bisa beradaptasi dengan tangan buatan tersebut.

Hingga pada usia 20 tahun, dia berhenti memakai lengan prostetik karena mengalami kontraktur, yakni kondisi di mana gerak sendi jadi terbatas lingkup gerak nya. Hal itu disebabkan lengan prostetik yang dikenakannya terlalu berat.

"Ketika datang ke terapis dan dokter meninggalkanku sendirian, aku langsung melepas sepatu dan melakukan semuanya dengan kakiku untuk pergi dari situ secepatnya. Hal pertama yang aku pelajari dengan prostetik adalah melepasnya," cerita Adriana.
Kisah Wanita Tanpa Lengan Menolak Pasrah, Sukses Jadi Desainer dan PengacaraFoto: ULISES RUIZ / AFP

Jadi Pembicara dan Motivator

Adriana melakukan hampir semua pekerjaan rumah maupun kantor sendiri, dengan kedua kakinya. Saat kecil, ia sering berlatih bersama boneka-boneka nya. Dengan mereka, Adriana belajar menyisir rambut, berpakaian, mengancingkan baju, dan lain sebagainya.

Meski begitu, Adriana masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan kondisi nya tersebut. Ia bercerita tak ada perusahaan yang mau merekrutnya. Oleh karena itu dia belajar sendiri untuk menulis dan mengajar. Dengan usaha keras, Adriana sukses menjadi pengacara, motivator sekaligus ibu rumah tangga.


Kini Adriana merupakan salah satu pembicara bereputasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia banyak mengangkat isu kepercayaan diri, sikap positif, kerja sama tim, keluarga juga dunia remaja.

"Rasanya terpuaskan bisa memberikan pengajaran ini, karena lewat mereka, aku tidak hanya membantu orang-orang dengan disabilitas, tapi juga semua orang yang ingin mencari tahu kemampuan mereka," tuturnya.

Karya dan hasil kerjanya membuat Adriana diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya National Women's Award oleh National Chamber of Women, dan Extraordinary Women's Award. (hst/hst)