Intimate Interview

Inspiratif, Dea Salsa Rintis Bisnis Sewa Baju Demi Selamatkan Lingkungan

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 30 Apr 2019 16:23 WIB
Inspiratif, Dea Salsa rintis bisnis sewa baju demi selamatkan lingkungan. (Foto: Instagram/@deasalsa) Inspiratif, Dea Salsa rintis bisnis sewa baju demi selamatkan lingkungan. (Foto: Instagram/@deasalsa)

Jakarta - Usianya belum genap 25 tahun, namun Dea Salsa sudah sibuk mengurusi berbagai bisnis. Bukan sekadar bisnis yang berorientasi pada keuntungan sematan, melainkan juga memberi dampak positif terhadap lingkungan yang kondisinya kian memprihatinkan karena limbah manusia.

Beberapa bulan terakhir, pikiran Dea Salsabila Amira, begitu nama lengkapnya, tersita pada Rentique, yakni jasa sewa pakaian perempuan berbasis aplikasi yang dirintisnya bersama seorang teman. Perusahaan start-up ini masih terbilang seumur jagung karena baru diluncurkan Februari 2019.

Dea menjelaskan, pilihannya untuk merintis usaha tersebut berangkat dari keprihatinannya pada limbah fashion yang terus meningkat akibat gaya hidup konsumtif dalam membeli pakaian.


Inspiratif, Dea Salsa Rintis Bisnis Sewa Baju Demi Selamatkan LingkunganInspiratif, Dea Salsa rintis bisnis sewa baju demi selamatkan lingkungan. (Foto: Instagram/@deasalsa)

"Faktanya, rata-rata perempuan Indonesia bisa menghabiskan Rp 1 juta - Rp 1,5 juta per bulan untuk belanja baju. Kebanyakan baju yang dibeli merupakan produk fast-fashion yang usianya tak lama setelah beberapa kali dipakai. Ujung-unjungnya, malah dibuang dan beli baru lagi," terang Dea kepada Wolipop baru-baru ini.

Itu mengapa, lanjut lulusan Universitas Mercu Buana jurusan bisnis ini, limbah terbanyak kedua berasal dari industri fashion setelah minyak dan gas. Ia pun berharap, kehadiran Rentique dapat mengubah gaya hidup perempuan Indonesia sehingga bisa meminimalisir limbah pakaian.

Rentique menawarkan berbagai pilihan busana kelas premium dari merek-merek ternama, baik lokal maupun internasional. Sebut saja Gucci, Michael Kors, DVF , Coach, Marchesa dan Reves Studio. Terdapat pula pakaian modest wear dari Ria Miranda dan Kami untuk mengakomodasi mereka yang berhijab.

Sampai saat ini, total terdapat 300 ratusan item yang terdiri dari dress, rok, outerwear dengan ukuran yang beragam pula. Semua koleksi juga sudah dikurasi sesuai tren oleh buyers Rentique.

"Hanya dari Rp 80 ribu, pengguna sudah bisa memakai busana berkualitas tinggi seharga jutaan rupiah selama empat hari. Bahkan sekelas Michael Kors saja, masih dapat Rp 150 ribuan. Dengan kualitas yang ditawarkan dan harga yang terjangkau, kami berharap banyak orang tertarik untuk memakai jasa Rentique," ucap kata perempuan kelahiran Surabaya, 6 Agustus 1995, ini.


[Gambas:Instagram]


Harga sewa yang tertera bahkan sudah termasuk ongkos kirim dan biaya laundry. Namun, Rentique saat ini hanya tersedia untuk pengguna di Jabodetabek dan baru dapat diakses lewat Android.

"Mudah-mudahan akan tersedia untuk iOS dalam waktu dekat. Makanya, aku sekarang lagi sibuk mempersiapkannya karena regulasi dengan Apple agak ribet," kata Dea yang pernah kursus singkat industri fashion di Parsons School of Design, New York City, ini.

Di tengah kesibukannya mengurus Rentique, perhatian Dea juga teralih pada para petani kopi di Jawa Timur. Pada 2015, ia terpilih sebagai satu dari 10 pemuda inspiratif dunia untuk mengikuti konferensi perubahan iklim global yang digelar PBB di Geneva, Swiss. Sepulang dari situ, ia termotivasi untuk membantu para petani kopi.

[Gambas:Instagram]



"Kenapa kopi? Karena Indonesia merupakan produsen kopi terbesar kelima di dunia dan isunya kompleks. Salah satunya soal limbah. Kalau masyarakat memakai air sungai yang terkontaminasi kulit kopi bisa merasakan gatal-gatal dan abunya bisa memicu masalah pernafasan," kata perempuan yang mengidolakan Jessica Alba dan Michelle Obama ini.

Berkolaborasi dengan tim dari Universitas Jember, mereka menemukan cara untuk mendaur ulang kulit kopi menjadi energi terbarukan yakni briket. Sampai saat ini, ia sudah mengedukasi 150 petani kopi untuk mengolah limbah tersebut.

Diakui Dea, tak mudah untuk mengurusi semua itu. Namun, jiwa yang pantang menyerah dan fokus menjadi kunci suksesnya untuk menaklukan segala tantangan. "Berbisnis tentu tak mudah, banyak ups and downs-nya. Yang penting selalu positif karena di balik permasalahan dan tantangan, selalu ada hikmah dan pelajaran hidup yang bisa memotivasi kita untuk menjadi lebih baik," katanya.

[Gambas:Instagram]

(dtg/dtg)