Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Mencuci Hijab di Mesin Cuci agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Rusak

Ega Shepiani - wolipop
Kamis, 12 Mar 2026 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sanken
Foto: Dok. Sanken
Jakarta -

Hijab menjadi salah satu item penting bagi banyak perempuan, terutama saat momen Lebaran. Penampilan yang rapi tentu membuat rasa percaya diri meningkat. Namun, perawatan hijab sering kali menjadi tantangan karena kainnya cenderung halus, mudah kusut, bahkan bisa melar jika dicuci dengan cara yang kurang tepat.

Padahal, hijab sebenarnya tetap bisa dicuci menggunakan mesin cuci selama dilakukan dengan teknik yang benar. Dengan pengaturan yang tepat, hijab tetap bersih, lembut, dan bentuknya terjaga seperti baru.

Kenali Jenis Bahan Hijab dan Cara Mencucinya

Setiap bahan hijab memiliki karakteristik berbeda, sehingga pengaturan mesin cuci juga perlu disesuaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Voal Premium: Bahan ini lembut dengan serat rapat dan mudah dibentuk. Gunakan mode pencucian delicate dan sebaiknya selalu dimasukkan ke dalam laundry net.

  2. Ceruty atau Chiffon: Kainnya tipis dan sangat halus. Gunakan putaran mesin paling rendah dan durasi pencucian yang singkat.

    ADVERTISEMENT
  3. Jersey atau Bahan Kaos: Lebih lentur dan menyerap keringat. Mode standar masih aman digunakan, tetapi sebaiknya hijab dibalik terlebih dahulu sebelum dicuci.

  4. Pashmina Plisket: Memiliki tekstur lipatan permanen. Hindari putaran yang terlalu kuat agar lipatan tidak hilang.

Cara Mencuci Hijab di Mesin Cuci agar Tidak Rusak

Agar koleksi hijab tetap awet, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum memasukkannya ke mesin cuci.

1. Tangani Noda Sebelum Dicuci

Periksa bagian dahi hijab. Jika terdapat noda foundation atau keringat, oleskan sedikit deterjen cair dan diamkan sekitar lima menit. Tekan perlahan menggunakan jari tanpa menyikatnya.

2. Gunakan Laundry Net

Masukkan hijab ke dalam kantong jaring atau laundry net. Cara ini membantu mencegah hijab berbelit dengan pakaian lain saat mesin berputar.

3. Pilih Deterjen yang Lembut

Sebaiknya gunakan deterjen cair karena lebih mudah larut dan tidak meninggalkan butiran pada serat kain. Deterjen cair juga membantu menjaga warna hijab agar tidak cepat kusam.

4. Gunakan Mode Pencucian Lembut

Pilih mode gentle atau delicate agar putaran mesin tidak terlalu kuat. Hijab biasanya hanya terkena debu dan keringat ringan sehingga tidak membutuhkan putaran yang terlalu agresif.

5. Batasi Durasi Pencucian

Durasi mencuci yang terlalu lama justru bisa mempercepat kerusakan kain. Waktu sekitar 10-15 menit biasanya sudah cukup untuk membersihkan hijab.

6. Pengeringan Secukupnya

Gunakan fitur pengering hanya sebentar, sekitar 1-2 menit, untuk mengurangi air. Setelah itu, jemur hijab di tempat teduh agar warna tidak cepat pudar akibat sinar matahari langsung.

Dengan teknik pencucian yang tepat, hijab sebenarnya tetap bisa dicuci menggunakan mesin cuci tanpa khawatir serat kain cepat rusak. Kamu pun tidak perlu lagi repot mencuci hijab secara manual dengan tangan setiap kali selesai dipakai.

Sebagai salah satu solusi praktis di rumah, kamu bisa menggunakan mesin cuci yang memiliki putaran lembut dan aliran air yang stabil seperti mesin cuci Sanken. Desain pulsatornya membantu menghasilkan arus air yang cukup kuat untuk mengangkat kotoran, namun tetap menjaga pakaian agar tidak saling melilit, sehingga lebih aman digunakan untuk mencuci bahan halus seperti hijab.

(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads