Rasa Nusantara di Piring Cantik 'Pinggan Smarana' Karya Didiet Maulana
Menyantap makanan bukan sekadar urusan mengisi perut yang lapar. Bagi desainer Didiet Maulana, makan juga merupakan sebuah pengalaman yang dapat menghadirkan rasa bahagia, terlebih bila didukung peralatan makan yang mumpuni dan estetis.
Dari pemikiran tersebut, ia terinspirasi menciptakan peranti saji (tableware) bermotif wastra Nusantara, sebagaimana ciri khas desainnya. Berkolaborasi dengan Zen, produsen tableware premium di Indonesia, lahirlah koleksi bertajuk 'Pinggan Smarana'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi 'Pinggan Smarana' menghadirkan lima item peranti saji. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Peluncuran koleksi ini berlangsung di Alice by Tom Aikens, The Langham Jakarta, Senin (9/2/2026). Para tamu diajak melihat langsung koleksi sembari menikmati sajian canape atau camilan yang disajikan menggunakan peranti tersebut.
"Biasanya cantik untuk dipakai, kalau ini cantik saat ada waktu untuk makan," seloroh pendiri label IKAT Indonesia itu
Koleksi 'Pinggan Smarana' menghadirkan lima item peranti saji, yang terdiri atas piring makan, piring salad berukuran kecil, mangkuk, cangkir, serta piring pendamping (saucer).
Didiet menuturkan, mendesain perangkat makan memiliki tantangan tersendiri. Saat mengaplikasikan motif kain tradisional untuk busana, ia harus mempertimbangkan skala tubuh manusia-sebuah pelajaran penting yang didapatnya ketika menimba ilmu arsitektur semasa kuliah.
Pendekatan itu pula yang ia praktikkan saat mendesain piring.
(Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
"Sebenarnya tujuannya sama-sama memberi estetika. Bedanya, motif-motif ini harus applicable untuk semua makanan yang akan disajikan. Ini kunci untuk menghadirkan keharmonisan di atas piring," ungkap Didiet.
Apalagi, lanjutnya, kuliner Nusantara sangat beragam, sehingga proses pemilihan motif harus dilakukan dengan lebih saksama dan penuh pertimbangan.
Dalam koleksi ini, warna juga memegang peranan penting. Didiet memilih marun karena terasa sangat dekat dengan Indonesia, memberikan kesan hangat sekaligus anggun.
Sementara itu, biru terinspirasi dari kesuburan alam Indonesia, sekaligus merepresentasikan fakta bahwa sekitar 70 persen wilayah Indonesia adalah lautan.
(Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Inspirasi tersebut juga datang dari pengalaman pribadinya saat memotret pantai di Sumba. Gradasi biru toska (turquoise) yang ia tangkap dari keindahan laut dan pegunungan Indonesia kemudian diterjemahkan ke dalam desain 'Pinggan Smarana', menghadirkan nuansa alam Nusantara di atas setiap piring. Terdapat sentuhan emas yang terinspirasi dari benang songket.
Koleksi tableware ini juga merupakan bagian dari lini Griya by IKAT Indonesia yang diluncurkan Didiet pada 2021 untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap produk perlengkapan rumah semasa pandemi COVID-19. Ia berencana untuk mengembangkannya dengan meluncurkan pelengkap meja makan seperti taplak, runner dan sejenisnya.
(dtg/dtg)















































