3 Mitos Makanan Kucing, Pemilik Anabul Wajib Tahu

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 24 Jun 2021 15:47 WIB
Maine coon cat eating her food Ilustrasi makanan kucing (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Kucing peliharaan yang sehat bergantung pada jenis makanan kucing yang diberikan. Tentunya, semua pemilik kucing menginginkan makanan yang terbaik bagi anak bulu (anabul) kesayangannya.

Makanan yang sehat akan menunjang kesehatan pencernaan, sistem imun, otak, kekuatan otot, gigi dan saluran kemih. Oleh karena itu, perkara memberi makanan untuk kucing perlu mendapat perhatian lebih.

Hanya saja, terdapat sejumlah mitos tentang makanan kucing yang dapat membuat pemilik kucing keliru dalam memilih makanan yang tepat. Apa saja mitos tersebut?


1. Makanan kucing yang disiapkan sendiri lebih baik daripada yang diformulasikan oleh dokter hewan

Maine coon cat eating her foodMaine coon cat eating her food Foto: Getty Images/iStockphoto


Drh. Siti Zaenab, pemilik praktik dokter hewan bersama dan direktur My Vets mengatakan, banyak yang masih berpendapat bahwa menyiapkan makanan kucing sendiri lebih baik karena makanannya tidak diproses sehingga dianggap lebih sehat.


"Akan tetapi, makanan yang disiapkan di rumah belum tentu aman untuk kucing karena kita harus menakar kebutuhan sesuai usia, aktivitas dan faktor lainnya," katanya dalam keterangan dari IAMS Cat.

Oleh karena itu, ada baiknya pemilik kucing harus mengkonsultasikan resep makanan anabul dengan dokter hewan yang paham soal nutrisi agar makanan olahan kita sesuai dengan kebutuhan.

Sangat sulit juga untuk menyiapkan makanan di rumah yang dapat memberikan nutrisi yang lengkap untuk kucing, dan tidak semua makanan manusia aman untuk dikonsumsi oleh kucing.

Beberapa makanan manusia sebenarnya beracun untuk kucing, seperti coklat, bawang, anggur dan kismis. Makanan yang diformulasikan oleh dokter hewan sudah mengandung nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan dan tahap kehidupan kucing sehingga kita tidak perlu menakar sendiri lagi.

Makanan hewan seperti ini juga lebih aman untuk hewan peliharaan karena tidak mengandung bahan berbahaya atau kontaminan mikroba.


2. Makanan yang berkadar garam tinggi bikin kucing gagal ginjal

Maine coon cat eating her foodMaine coon cat eating her food Foto: Getty Images/iStockphoto

Ada pemilik kucing yang berpendapat bahwa menambahkan kadar garam (natrium klorida) yang tinggi pada makanan kucing dapat meningkatkan kelezatan dan menambah cita rasa. Lebih dari itu, garam juga memiliki manfaat lainnya.

"Mitos ini sering dikaitkan dengan makanan basah yang biasanya sangat lezat dan cenderung memiliki kadar natrium yang lebih tinggi daripada makanan kering. Dari asumsi ini terlahir asumsi lainnya, yaitu bahwa kadar garam ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti tekanan darah tinggi atau gagal ginjal," kata dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor.


Padahal, lanjutnya, garam dapat memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan kucing, yaitu natrium dan klorida. Garam sering hadir secara alami dalam bahan mentah, dan garam juga dapat ditambahkan untuk memastikan bahwa kebutuhan penting kucing terpenuhi. Selain itu, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan garam yang direkomendasikan dalam pedoman nutrisi dan tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal pada kucing.


3. Daging mentah sehat buat kucing

Maine coon cat eating her foodMaine coon cat eating her food Foto: Getty Images/iStockphoto

Masih ada beberapa pemilik kucing yang berpendapat bahwa makanan atau daging mentah sehat untuk kucing karena mereka melihat dasar kucing sebagai hewan liar yang mendapatkan makanan dengan berburu.

Selain itu, orang terkadang memberikan daging mentah untuk alasan memenuhi asupan protein si kucing. Akan tetapi, makanan mentah bisa sangat berbahaya bagi kucing dan menimbulkan risiko penyakit seperti Salmonella atau parasit lainnya.

Kucing kesayangan tidak hanya bisa terkena penyakit, mereka juga dapat menularkan penyakit tersebut kepada pemiliknya. Jadi, jangan sembarangan memberikan makanan kucing.

Tonton Sosok Doni Penolong Anabul Terlantar Dikala Pandemi Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(dtg/dtg)