Mengenal Bunga Kupu-kupu, Tanaman Hias Warna Ungu yang Mudah Dipelihara

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 18 Des 2020 06:14 WIB
Purple Oxalis Triangularis houseplant in bright natural light in the Spring of 2020 in South Florida. A bright joyful plant bringing inspiration during the COVID-19 pandemic of 2020. The plant is a beautiful teal-colored ceramic flower pot. 

Oxalis triangularis, commonly called false shamrock, is a species of edible perennial plant in the Oxalidaceae family. It is endemic to Brazil. 

Three is often the magic number when it comes to Oxalis. The most common species grown as a houseplant is Oxalis triangularis which has three common names, False Shamrock, Purple Shamrock and Love Plant. Tanaman hias bunga kupu-kupu. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography
Jakarta -

Sudah punya Aglonema, Monstera, dan janda bolong? Mungkin kini saatnya kamu perlu memperluas koleksi tanaman hias dengan menambahkan tanaman bunga kupu-kupu. Tak kalah menawan, tanaman dengan nama ilmiah Oxalis triangularis tersebut bisa memeriahkan pekarangan.

Sifatnya yang tidak rewel membuat Oxalis disukai para pecinta tanaman hias. Bunga yang juga dikenal dengan sebutan 'tanaman cinta' ini juga bahkan dikenal sangat produktif. Meski berkembang secara lambat, tapi tanaman mudah menjalar ke berbagai sisi.

Belum lagi daun-daunnya yang berwarna ungu, memberikan kesan elegan pada tanaman. Bunganya sekilas terlihat mirip seperti anggrek berbentuk terompet kecil menjuntai ke bawah yang mengeluarkan aroma harum menyegarkan.

Dilansir cnnindonesia.com, keistimewaan lain dari tanaman ini adalah bentuk daunnya yang menyerupai sayap kupu-kupu. Sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya yang dimiliki membuat daun Oxalis akan menutup dengan sendirinya di malam hari, seperti kupu-kupu yang sedang terdiam meringkuk. Sementara di siang hari, daun Oxalis akan kembali mekar dan terbuka seperti bangun dari tidur.

Oxalis atau bunga kupu-kupu sendiri merupakan tanaman hias yang berasal dari negara tropis di kawasan Amerika Selatan dan Asia Selatan. Sebagai tanaman tropis, Oxalis dapat tumbuh sempurna pada suhu 15-25 derajat Celcius.

Penting untuk meletakkan Oxalis di tempat yang terkena cahaya matahari. Di udara terbuka, bunga ini akan mekar terus-menerus.

Tanaman hias satu ini terbilang mudah untuk dirawat dan cocok untuk pemula. Berikut beberapa cara merawat tanaman hias bunga kupu-kupu, mengutip laman Smart Garden Guide.

Purple Oxalis Triangularis houseplant in bright natural light in the Spring of 2020 in South Florida. A bright joyful plant bringing inspiration during the COVID-19 pandemic of 2020. The plant is a beautiful teal-colored ceramic flower pot. Oxalis triangularis, commonly called false shamrock, is a species of edible perennial plant in the Oxalidaceae family. It is endemic to Brazil. Three is often the magic number when it comes to Oxalis. The most common species grown as a houseplant is Oxalis triangularis which has three common names, False Shamrock, Purple Shamrock and Love Plant.Tanaman hias bunga kupu-kupu. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

1. Keperluan cahaya Bunga Kupu-kupu

Untuk pertumbuhan terbaik, tempatkan bunga kupu-kupu atau Oxalis di lokasi dalam rumah yang menerima cahaya terang. Jika cahaya terlalu rendah, pertumbuhan tanaman tidak akan kuat.

Jika Anda menempatkan Oxalis di luar ruangan, letakkan di lokasi cerah yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari langsung cenderung membuat daun terbakar.


2. Suhu dalam ruang

Suhu dalam ruang terbaik untuk pertumbuhan Oxalis adalah sekitar 15-24 derajat Celcius. Saat suhu dalam ruang terlalu panas, dedaunan akan layu.

3. Tips menyiram Bunga Kupu-kupu

Oxalis tak akan marah jika kamu lupa menyiramnya. Tapi, bunga kupu-kupu akan geram jika kamu menyiramnya terlalu banyak dan sering. Penyiraman terlalu sering membuat kondisi tanah jadi basah dan rentan pembusukan.

Selama musim kemarau, cukup sirami bagian atas tanah yang terasa kering sekali dalam 1-2 hari. Tapi selama musim hujan, cukup sirami bunga kupu-kupu setiap dua hingga tiga kali dalam seminggu.

(ami/ami)