Ada Jasa Bersih-bersih Rumah dengan Petugas Tanpa Busana, Jadi Kontroversi

Kiki Oktaviani - wolipop Selasa, 15 Des 2020 17:16 WIB
The Naked Company Foto: dok. Instagram @the_nakedcleaning_company
Jakarta -

Wanita bernama Nikki Belton mendirikan perusahaan jasa pembersih rumah dengan petugas bersih-bersih yang tidak menggunakan busana. Nikki mengatakan bahwa perusahaan bernama The Naked Cleaning Company tersebut berlandaskan empower women, tapi publik menganggapnya motto tersebut tidak tepat.

Nikki menerima kritikan bahwa jasa yang ditawarkannya itu justru terlalu sensual. Publik pun menganggap bahwa dia justru membuat wanita sebagai objek seksual.

Nikki menyediakan jasa di mana tukang bersih-bersihnya hanya mengenakan lingerie, atau bahkan tanpa busana. Pekerjanya itu akan membersihkan debu dengan vakum, dan mengelap seluruh bagian ruangan dengan harga 75 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 juta per jamnya.

The Naked CompanyThe Naked Company Foto: dok. Instagram @the_nakedcleaning_company

"Kami melakukannya dengan sangat baik, tapi ada saja yang tidak menyukainya. Kita hanyalah bisnis dan tidak ada ada tentang seks di dalamnya. Petugas pembersih kami bukanlah objek seks, mereka melakukan tugasnya," jelas Nikki, seperti dikutip The Sun.

Nikki mengaku bahwa jasanya tersebut semakin dicari banyak orang, terutama pria saat masa pandemi ini. Setelah lockdown dicabut, Nikki mengatakan bahwa jasanya meroket tajam. Nikki menjelaskan bahwa banyak orang yang kesepian sehingga butuh kehadiran orang lain di rumah untuk hiburan dan bersih-bersih.

"Aku pikir pekerjaan kami ini semakin penting dibanding sebelumnya karena situasi saat ini dan bisnis ini bagus, permintaan pembersih bugil semakin banyak," ujar Nikki.

"Semua orang telah berjuang selama lockdown dan kami berharap untuk membantu membersihkan virus Corona, satu pembersih dalam satu waktu," tambahnya.



Simak Video "Kartu Ucapan Natal ala Keluarga Kerajaan di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)