Pesona Tenun Ikat Wakatobi dalam Desain Wallpaper
wolipop
Senin, 30 Jul 2012 09:35 WIB
Jakarta
-
Selama ini tenun ikat lebih banyak dijadikan busana, aksesori, kain dan pelapis mebel. Namun di tangan desainer interior Roland Adam, pesona tenun ikat pun bisa diaplikasikan ke penataan ruang, dalam bentuk pelapis dinding atau wallpaper.
Berkolaborasi dengan Xessex, perusahaan spesialisasi di bidang wallpaper, Roland mengangkat motif Tenun Wakatobi menjadi sesuatu yang lebih modern namun masih menyimpan unsur tradisional Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 18 Januari 1965 ini mengklaim, ini merupakan wallpaper pertama dengan motif tenun ikat.
"Sebagai desainer saya bangga diminta mendesain sesuatu yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Selama ini belum ada unsur budaya yang secara profesional dibuat untuk wallpaper," tutur Roland kepada wolipop, saat peluncuran Wakatobi Ikat by Roland Adam di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, belum lama ini.
Menurut Roland, keistimewaan ikat wakatobi terletak pada motifnya yang tidak terlalu klasik dan berat. Motif ikat wakatobi didominasi garis dan kotak sehingga cukup sesuai untuk diterapkan dalam penataan interior. Namun diakui Roland, perlu beberapa modifikasi agar bisa benar-benar diaplikasikan ke dalam tata ruang.
"Beberapa orang bilang, (motifnya) kok seperti Burberry ya? Ternyata kita punya kain yang mirip begitu. Ikat wakatobi yang asli, warnanya mencolok, seperti oranye. Motifnya juga kecil-kecil. Agar bisa dipakai ke dunia interior, saya mengembangkan warnanya jadi lebih soft dan motifnya pun skalanya diperbesar," tutur Roland.
Dari warna-warna terang, Roland mengubahnya menjadi kombinasi tiga warna lembut seperti cokelat, ungu muda dan dusty pink. Unsur warna lebih earthy dan bernuansa tropis dengan sentuhan cokelat.
Meskipun sudah berbentuk wallpaper, Anda masih bisa meihat tekstur asli tenun ikat wakatobi dalam detailnya. Seperti garis halus yang menyerupai serat-serat dan helaian benang di dalam motif kotak.
Nantinya, motif wallpaper yang terinspirasi dari ikat wakatobi ini akan dibuat lebih variatif. Begitu juga dengan kombinasi warna. Saat ini pengerjaan desain masih terus dikembangkan oleh Roland bersama Xessex sebagai pihak produsen.
"Ini baru satu contoh, nantinya warna akan lebih variatif lagi dan tidak hanya kotak, tapi bisa diambil kombinasi garis, dan sebagainya," tambah Roland.
Produksinya pun terbilang masih terbatas. Menurut Hireika Vita, pemilik Xessex Indonesia, produksi wallpaper ikat wakatobi akan dikerjakan begitu ada pesanan. Pengerjaannya sendiri dilakukan di Singapura yang memakan waktu hingga tiga minggu.
(hst/eny)
Berkolaborasi dengan Xessex, perusahaan spesialisasi di bidang wallpaper, Roland mengangkat motif Tenun Wakatobi menjadi sesuatu yang lebih modern namun masih menyimpan unsur tradisional Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 18 Januari 1965 ini mengklaim, ini merupakan wallpaper pertama dengan motif tenun ikat.
"Sebagai desainer saya bangga diminta mendesain sesuatu yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Selama ini belum ada unsur budaya yang secara profesional dibuat untuk wallpaper," tutur Roland kepada wolipop, saat peluncuran Wakatobi Ikat by Roland Adam di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa orang bilang, (motifnya) kok seperti Burberry ya? Ternyata kita punya kain yang mirip begitu. Ikat wakatobi yang asli, warnanya mencolok, seperti oranye. Motifnya juga kecil-kecil. Agar bisa dipakai ke dunia interior, saya mengembangkan warnanya jadi lebih soft dan motifnya pun skalanya diperbesar," tutur Roland.
Dari warna-warna terang, Roland mengubahnya menjadi kombinasi tiga warna lembut seperti cokelat, ungu muda dan dusty pink. Unsur warna lebih earthy dan bernuansa tropis dengan sentuhan cokelat.
Meskipun sudah berbentuk wallpaper, Anda masih bisa meihat tekstur asli tenun ikat wakatobi dalam detailnya. Seperti garis halus yang menyerupai serat-serat dan helaian benang di dalam motif kotak.
Nantinya, motif wallpaper yang terinspirasi dari ikat wakatobi ini akan dibuat lebih variatif. Begitu juga dengan kombinasi warna. Saat ini pengerjaan desain masih terus dikembangkan oleh Roland bersama Xessex sebagai pihak produsen.
"Ini baru satu contoh, nantinya warna akan lebih variatif lagi dan tidak hanya kotak, tapi bisa diambil kombinasi garis, dan sebagainya," tambah Roland.
Produksinya pun terbilang masih terbatas. Menurut Hireika Vita, pemilik Xessex Indonesia, produksi wallpaper ikat wakatobi akan dikerjakan begitu ada pesanan. Pengerjaannya sendiri dilakukan di Singapura yang memakan waktu hingga tiga minggu.
(hst/eny)
Olahraga
Performa di Lapangan Lebih Stabil dan Responsif dengan Nike Sabrina 3 EP
Hobi dan Mainan
Review Bagasi LOBO Assistant Kit 3.5L, Organizer Praktis untuk Travel
Olahraga
Nike Precision 7 Pink Blast, Pilihan Sepatu Basket yang Nyaman & Stylish
Fashion
Cocok Buat Olahraga-OOTD Sehari-hari, Yuk Cek Kaos dari Adidas Ini!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
4 Tips Pilih Alat Elektronik Supaya Nggak Bikin Tagihan Listrik Bengkak
Tips Mencuci Bedcover dan Gorden Besar di Mesin Cuci Jelang Lebaran
Pakaian Menggunung Setelah Mudik? Ini Cara Bikin Cucian Cepat Beres
Cara Bikin Rumah Tetap Sejuk Saat Lebaran biar Silaturahmi Makin Nyaman
Cara Mencuci Hijab di Mesin Cuci agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Rusak
Most Popular
1
Cindy Crawford Ungkap Rutinitas Pagi di Usia 60 Tahun, Tuai Sindiran Netizen
2
Presenter Ini Menikahi Dirinya Sendiri, Putranya yang Mengantar ke Pelaminan
3
Timothee Chalamet Pacari Kylie Jenner, Wanita Ngaku Mantannya & Curhat Kecewa
4
Rambut Kering dan Bercabang? Coba 6 Cara Merawat Kulit Kepala Ini
5
Foto Diana Pungky yang Curi Atensi Bukber Bareng Artis Lawas, Cantiknya Awet
MOST COMMENTED











































