Buttonscarves Rilis Koleksi Hijab Segi Empat Bertema Hutan Tropis Indonesia
Buttonscarves menghidupkan musim panas melalui acara tahunan Tropical Paradise Takeover yang digelar di Urban Forest Cipete, mulai 4 hingga 31 Agustus 2025. Pada momen ini, Buttonscarves menghadirkan koleksi hijab segi empat eksklusif bertajuk hutan tropis.
Buttonscarves memilih tema tropical forest yang terinspirasi dari keindahan hutan tropis, sejalan dengan peluncuran koleksi terbarunya, Forestis Series. Pada peluncuran koleksi yang digelar di Urban Forest, pengunjung diajak menikmati suasana ala hutan tropis lewat dekorasi immersive dan spot-spot yang instagramable. Mulai dari instalasi kinetik bunga dan tanaman, Pop-Up Store bernuansa earthy, hingga area khusus untuk beraktivitas dan bersantai bersama orang terdekat.
"Di sini seru banget ada pop up store kita berkolaborasi dengan Semasa Restaurant dan bikin menu khusus di take over paradise. Kita juga bikin kinetik forest backdrop untuk ambience keindanhan tanaman di koleksi kita kali ini. Akan ada kegiatan mingguan dan harian untuk beragam yang hanya setahun sekali. Ada juga area untuk anak-anak," ujar Linda Anggrea, Creative Director Buttonscarves saat ditemui di peluncuran Buttonscarves Tropical Paradise di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buttonscarves membuat acara tahunan Tropical Paradise Takeover yang digelar di Urban Forest Cipete, mulai 4 hingga 31 Agustus 2025. Sekaligus meluncurkan koleksi hijab eksklusif bertema hutan tropis. Foto: Gresnia/Wolipop |
Koleksi Forestis Series sendiri menjadi daya tarik utama. Dengan dominasi warna mocha yang elegan dan bersifat timeless, rangkaian produk mulai dari scarf, travel prayer robe, hingga twilly hanya bisa ditemukan di Pop-Up Store ini.
Selain hijab, ada juga koleksi home & living serta aksesori seperti tas, sepatu, dan scrunchie. Koleksi bertema hutan tropis dari Buttonscarves ini hadir lengkap dengan harga mulai dari Rp 495 ribu hingga Rp 5 juta.
Buttonscarves membuat acara tahunan Tropical Paradise Takeover yang digelar di Urban Forest Cipete, mulai 4 hingga 31 Agustus 2025. Sekaligus meluncurkan koleksi hijab eksklusif bertema hutan tropis. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Menurut Linda Anggrea, koleksi Buttonscarves kali ini merupakan hasil riset mendalam tim desain terhadap tanaman-tanaman liar yang tumbuh di hutan Indonesia.
"Kami tidak hanya memilih bunga-bunga cantik secara visual, tapi juga mengeksplor keunikan tanaman liar seperti jamur dan tanaman tropis lainnya yang bentuknya unik dan bisa dituangkan ke dalam motif scarf," ungkap Linda.
Ia juga menambahkan bahwa warna mocha menjadi highlight tahun ini karena fleksibel dan mudah dipadukan. Warna mocha dianggap mewakili karakter warna-warna bumi yang elegan namun tetap abadi.
Buttonscarves membuat acara tahunan Tropical Paradise Takeover yang digelar di Urban Forest Cipete, mulai 4 hingga 31 Agustus 2025. Sekaligus meluncurkan koleksi hijab eksklusif bertema hutan tropis. Foto: Gresnia/Wolipop |
Elektronik & Gadget
Kasur Lebih Bersih dan Bebas Tungau dengan UWANT M600 Dust Mite Vacuum 15Kpa!
Elektronik & Gadget
Airbot Hypersonics MAX Cordless Vacuum Cleaner Wet/Dry, Solusi Bersih-bersih Praktis buat Rumah Kamu!
Elektronik & Gadget
Nikmati Musik Dimana Saja dengan ROBOT Speaker Bluetooth Portabel 5.3 15W Super Bass!
Perawatan dan Kecantikan
Duo SKIN1004 Madagascar Centella Ampoule yang Bikin Kulit Lebih Tenang & Sehat!
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Makin Panas, Nicola Peltz Hapus Jejak Keluarga Beckham dari Media Sosial
Most Pop: Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Berkumis Tebal, Bikin Pangling
Gisele Bundchen Dinikahi Instruktur Jiu-jitsu 'Miskin', Keluarga Khawatir
Brand Favorit Gen Z Gentle Monster Dituding Eksploitasi Kerja, Tak Bayar Lembur















































