ADVERTISEMENT

Trik Brand Lokal Buttonscarves Saat Produknya Dijiplak, Dijual Lebih Murah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 31 Mar 2022 05:30 WIB
Produk Buttonscarves. Hijab Buttonscraves. Foto: Dok. Instagram @buttonscarves.
Jakarta -

Merek lokal yang dikenal dengan koleksi scarf Buttonscarves berhasil mencuri perhatian hijabers Tanah Air. Setiap kali Buttonscarves mengeluarkan koleksi terbaru, sudah diserbu oleh para BSLady -sebutan pelanggan setia Buttonscarves.

Secara harga, Buttonscarves sendiri sebetulnya terbilang tidak murah. Kisaran harga koleksi Buttonscarves dijual mulai dari Rp 395 ribu. Meski begitu, BSLady tetap memburu koleksi idamannya.

Karena harga koleksi yang tidak murah tersebut, ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang menjiplak desain Buttonscarves. Linda Anggrea, Founder Buttonscarves menanggapi banyak beredar desain tiruan Buttonscarves di pasaran.

"Dulu awal-awal kalau ngeliat ada tiruan Buttonscarves aku masih suka kepikiran. Tapi sekarang ini rasanya banyak yang harus kita fokuskan untuk maju dan melihat ke depan," ungkap Linda dalam webinar Buttonscarves 6th Anniversary, Rabu (30/3/2022).

Foto Linda Anggrea, Founder Buttonscarves.Foto Linda Anggrea, Founder Buttonscarves. Foto: Dok. Instagram @lindaanggrea.

Linda menegaskan jika peniru atau plagiat akan tetap meniru tidak akan tumbuh seperti Buttonscarves. Ia memilih fokus untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang berkualitas.

"Yang meniru itu hanya akan selalu menjadi tiruan tidak akan pernah menjadi Buttonscarves. Kalau aku fokus berinovasi dan berpikir ke depan supaya kita tetap bisa stay in the game, tetap bisa menjadi key player. Tetap menjadi brand referensi untuk itu ada suatu kebanggaan tersendiri juga buat aku," tuturnya.

Linda tetap melakukan tindakan preventif untuk pelaku plagiat yang melanggar hukum. Dia ingin membuat jera pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Yang menggunakan identitas yang menjadi hak kita itu kita tindak dan memang itu secara continue dan kita memang sudah mempunyai tim khusus untuk itu," terangnya.

Agar desain Buttonscarves tidak mudah ditiru, Linda memutuskan semua desain karyanya sudah diregistrasi. "Semua desain kita registrasi mulai dari pattern dan colour. Cara agar tidak mudah ditiru, selama masih ada yang mau niru berarti kita bagus," jelasnya.

"Aku sih ambil positifnya saja, mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk banyak orang bisa menjadi pahala buat kita," pungkas Linda.

(gaf/eny)