Kisah Inspiratif Wanita Jualan Hijab yang Selalu Sold Out, Tidur Cuma 3 Jam

Silmia Putri - wolipop Senin, 14 Jan 2019 12:45 WIB
Linda Angrgea, pendiri Buttonscarves. Foto: Instagram/LindaAnggrea Linda Angrgea, pendiri Buttonscarves. Foto: Instagram/LindaAnggrea

Jakarta - Semakin banyak pebisnis hijab yang tumbuh berkembang di Indonesia. Beberapa di antaranya sukses menuai omzet ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tak sedikit di antara mereka yang berhasil di usia muda.

Salah satunya adalah Linda Anggrea, pemilik brand hijab populer Tanah Air, Buttonscarves. Wanita kelahiran 1991 ini memulai bisnisnya di tahun 2016, tepat setelah ia pulang beribadah umrah.

"Akhir tahun 2015 aku hijrah menggunakan hijab. Saat itu sulit sekali menemukan hijab yang sesuai dengan keinginanku. Nah, pulang dari Umroh, aku kepikiran untuk membuat hijab sendiri. Ide menciptakan brand Buttonscarves pun muncul," terang Linda kepada Wolipop dihubungi via telepon Rabu (09/10/2019).

Kisah Inspiratif Wanita Jualan Hijab yang Selalu Sold Out, Tidur Cuma 3 JamWanita kelahiran 1991 Linda Angrea sukses membesarkan bisnis hijab. Foto: Instagram/LindaAngrea


Di awal pembuatan brand ini, ia merintis semuanya sendiri mulai dari mendesain corak hingga mengurus pengiriman barang. Alumni Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sangat mengutamakan kualitas.



Buttonscarves terkenal dengan pattern scarf. Linda memproduksi jenis hijab itu di waktu yang tepat karena saat itu hijab motif sedang booming. Ciri khasnya adalah kualitas produk yang premium.

"Kualitas scarf yang baik, design yang memiliki ciri khas, pemilihan warna yang menarik dan tidak pasaran serta pelayanan terhadap konsumen dengan cepat," ungkap Linda menerangkan kelebihan Buttonscarves dibanding brand hijab lainnya.

Benar saja, produk Buttonscarves disambut baik tak hanya oleh hijabers Indonesia tapi juga beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di awal peluncurannya, justru penjualan terbanyak adalah dari Malaysia.

"Perjuangannya? Wah enam bulan pertama karena nggak ada tim jadi sehari aku cuma tidur 2-3 jam karena semua urus sendiri, mulai dari bikin konten, packing, dan lain-lain," tutur Linda.

Omzet bulan pertama Buttonscarves mencapai Rp 10 juta. Kemudian Linda terus melebarkan sayap mendesain banyak produk baru berkualitas tinggi. Kini, ia sudah membuka gerai pertamanya di Fx Sudirman. Linda membuktikan harga hijab yang mahal masih diterima dengan baik di Indonesia, tergantung kualitas produk dan pelayanannya.

Kisah Inspiratif Wanita Jualan Hijab yang Selalu Sold Out, Tidur Cuma 3 JamPembukaan gerai Buttonscarves di Fx Sudirman. Foto: Instagram/LindaAngrea



Setiap bulannya Buttonscarves menjual sekitar 3000 hijab. Harganya pun cukup premium, yaitu mulai dari Rp 375 ribu perhelai. Meski harganya premium, Linda tampaknya tahu bagaimana cara menemukan pasarnya. Menurutnya, cara merepresentasikan produk harus tepat seperti foto hingga cara berkomunikasi dengan pelanggan.

Tak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Bagi Linda, selama ini ia terus berjuang memberikan kualitas terbaik karena baginya itu kunci untuk mendapatkan pelanggan setia. (sil/sil)