Kata Brand Busana Muslim Lokal yang Koleksinya Disontek & Dijual Lebih Murah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 06 Mar 2021 14:47 WIB
Wearing Klamby Adakan Annual Digital Show Bertajuk Keindahan Alam Sulawesi Wearing Klamby pada saat menggelar fashion show. Foto: Dok. Instagram @nadinegaus.
Jakarta -

Wearing Klamby adalah salah satu brand lokal modest fashion yang laris. Setiap mengeluarkan koleksi terbarunya, dalam hitungan detik koleksi Wearing Klamby langsung ludes terjual.

Motifnya yang kekinian dan bahannya yang nyaman, tak heran banyak wanita muslimah ingin memakai koleksi dari Wearing Klamby. Namun ada saja pihak yang tidak bertanggung jawab, ingin mengambil keuntungan lebih, dengan cara menduplikasi motif yang dirilis oleh Wearing Klamby.

Nadine Gaus dan Ridho Jufri sebagai pemilik dari Wearing Klamby, memberikan tanggapannya tentang maraknya beredar koleksi Wearing Klamby yang dijual bebas dengan motif yang hampir sama. Yang membuat mereka geram, busana Wearing Klamby versi KW itu dijual dengan harga jauh lebih murah.

wearing klambyFoto Nadine Gaus dan Ridho Jufri sebagai pemilik dari Wearing Klamby. Foto: gresnia/wolipop.

Ridho menjelaskan jika sebelumnya koleksi terbaru Wearing Klamby bekerja sama dengan pabrik. Sehingga file asli dari desain brand busana tersebut bisa bocor dan disalahgunakan. Namun kini semenjak mengerjakan sendiri tanpa bekerjasama dengan pabrik atau inhouse, tidak ada lagi kecurangan tersebut.

"Memang berkaca dari tahun lalu kita nggak bisa pungkiri banyak KW beredar. Karena beberapa koleksi kita lempar dikerjakan ke pabrik dan kita diskusiin sama mereka. Semenjak inhouse tahun ini, alhamdulillah filenya lebih aman. Koleksi dari bulan Desember sampai hari ini KW-nya belum ada," ucap Ridho yang merasa geram, saat konferensi pers Klamby Annual Digital Show, Jumat (5/2/2021).

Ridho mengungkapkan sebelumnya setelah mengeluarkan produk terbaru, dalam waktu sekitar 3-4 minggu versi KW dari Wearing Klamby sudah beredar luas di pasaran. Namun kini menurutnya, jika memang ada versi KW, akan terlihat jelas karena hasil jiplak motif.

"Sekarang sudah nggak ada. Kalau ada KW-nya yang keluar itu terlihat sekali. Kalau dulu similarity-nya cukup tinggi. Kalau sekarang berusaha jiplak, digambar ulang jadi cukup terlihat kalau ini KW-nya Klamby," tegasnya.

Selain itu agar susah untuk dibuat tiruannya, pada tahun ini Wearing Klamby menambah plat logo di bagian ujung koleksinya. "Ditambah plat gold yang jadi pembeda. Plat gold itu bahan sendok mengkilapnya akan tahan lama tidak akan luntur. Jadi mempersulit orang untuk menduplikasi logo karena dibelinya harus partai banyak. Dan teman-teman yang beli produk Klamby tidak akan kecewa dengan beredarnya banyak duplikat tersebut," pungkasnya.

Wearing Klamby Adakan Annual Digital Show Bertajuk Keindahan Alam SulawesiWearing Klamby Adakan Annual Digital Show Bertajuk Keindahan Alam Sulawesi Foto: dok. wearing klamby
(gaf/eny)