Besok, Wanita di New Zealand akan Coba Pakai Hijab untuk Hormati Muslim
Silmia Putri - wolipop
Kamis, 21 Mar 2019 19:00 WIB
Jakarta
-
Peristiwa penembakan umat muslim di dua masjid, di Christchurch New Zealand masih meninggalkan luka mendalam. Tak hanya umat muslim, Perdana Menteri New Zealand dan warganya menunjukkan bela sungkawa tanpa henti.
Kejadian yang berlangsung pada Jumat (15/03/2019) itu telah melenyapkan sekitar 50 nyawa. Tak heran, jika ketakutan masih menghantui umat muslim di sana. Mencoba mengobati perasaan para korban sekaligus memberikan ketenangan untuk umat muslim, warga Christchurch melakukan aksi yang menyentuh hati.
Sebuah video memperlihatkan warga non muslim berbaris di depan masjid, melindungi orang-orang yang sedang salat di dalam. Sebagian dari mereka juga ada yang menjaga umat muslim di bagian dalam masjid. Selama proses salat, mereka duduk dengan penuh toleransi.
Tak cukup sampai di sana. Besok, Jumat (22/03/2019), para wanita di New Zealand khususnya di Christchurch akan memakai hijab sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim di sana. Aksi tersebut diberi nama National Scarf Day.
Ajakan aksi tersebut tersebar di media sosial. Sebuah akun Facebook bernama Scarves in Solidarity menyebut tujuan aksi ini adalah untuk melawan kebencian.
"Ini adalah tindakan sederhana, tapi menjadi simbol yang kuat untuk menolak retorika kebencian. Ajak teman wanitamu, saudaramu, temak kampusmu, tim olahragamu, sekolahmu, gerejamu untuk mengungah foto dengan memakai hijab. Jadi kita bisa tunjukan kepada dunia bahwa kita adalah satu," tulis akun Scarves Solidarity di Facebook.
Aksi ini juga didukung penuh oleh para hijabers di New Zealand. Seorang pengusaha muslim bernama Amina Patel meyakinkan bahwa memakai hijab itu aman dan damai.
Kepada NewsHub, Amina mengajarkan cara memakai hijab. Para muslimah juga akan menjadi relawan untuk memasangkan hijab di masjid Ponsonby mulai jam empat sore.
"Jacinda pun memakainya, meski hanya pakai scarf melingkar di kepala, tidak apa-apa kok. Mau menutup seluruh rambut atau sebagian saja? Itu pilihanmu," tutur Amina kepada NewsHub.
Jacinda Ardern, Perdana Menteri New Zealand beberapa waktu lalu terlihat memakai pashmina saat bertemu dengan komunitas muslim. Amina meyakinkan, jika Jacinda berani pakai, kenapa kita harus takut? (sil/sil)
Kejadian yang berlangsung pada Jumat (15/03/2019) itu telah melenyapkan sekitar 50 nyawa. Tak heran, jika ketakutan masih menghantui umat muslim di sana. Mencoba mengobati perasaan para korban sekaligus memberikan ketenangan untuk umat muslim, warga Christchurch melakukan aksi yang menyentuh hati.
Sebuah video memperlihatkan warga non muslim berbaris di depan masjid, melindungi orang-orang yang sedang salat di dalam. Sebagian dari mereka juga ada yang menjaga umat muslim di bagian dalam masjid. Selama proses salat, mereka duduk dengan penuh toleransi.
Tak cukup sampai di sana. Besok, Jumat (22/03/2019), para wanita di New Zealand khususnya di Christchurch akan memakai hijab sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim di sana. Aksi tersebut diberi nama National Scarf Day.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ajakan aksi tersebut tersebar di media sosial. Sebuah akun Facebook bernama Scarves in Solidarity menyebut tujuan aksi ini adalah untuk melawan kebencian.
"Ini adalah tindakan sederhana, tapi menjadi simbol yang kuat untuk menolak retorika kebencian. Ajak teman wanitamu, saudaramu, temak kampusmu, tim olahragamu, sekolahmu, gerejamu untuk mengungah foto dengan memakai hijab. Jadi kita bisa tunjukan kepada dunia bahwa kita adalah satu," tulis akun Scarves Solidarity di Facebook.
Aksi ini juga didukung penuh oleh para hijabers di New Zealand. Seorang pengusaha muslim bernama Amina Patel meyakinkan bahwa memakai hijab itu aman dan damai.
Kepada NewsHub, Amina mengajarkan cara memakai hijab. Para muslimah juga akan menjadi relawan untuk memasangkan hijab di masjid Ponsonby mulai jam empat sore.
PM New Zealand merangkum keluarga korban penembakan masjid di Christchurch. Foto: Getty Images |
"Jacinda pun memakainya, meski hanya pakai scarf melingkar di kepala, tidak apa-apa kok. Mau menutup seluruh rambut atau sebagian saja? Itu pilihanmu," tutur Amina kepada NewsHub.
Jacinda Ardern, Perdana Menteri New Zealand beberapa waktu lalu terlihat memakai pashmina saat bertemu dengan komunitas muslim. Amina meyakinkan, jika Jacinda berani pakai, kenapa kita harus takut? (sil/sil)
Tags
new zealand
aksi pakai hijab di new zealand
penembakan masjid selandia baru
penembakan masjid di new zealand
jacinda ardern
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED












































PM New Zealand merangkum keluarga korban penembakan masjid di Christchurch. Foto: Getty Images