ADVERTISEMENT

Desainer Irna Mutiara Ungkap Kesalahan Pengertian Bahan Voile

Silmia Putri - wolipop Minggu, 15 Jul 2018 14:20 WIB
Desainer busana muslim Irna Mutiara. (Foto: Silmia Putri/Wolipop)
Jakarta - Hijab berbahan voile kini sedang digandrungi para hijabers. Tekstur kain yang lembut, ringan, dan adem banyak dipilih hijabers untuk pemakaian hijab sehari-hari. Mulai dari desainer ternama hingga online shop berbondong-bondong menjual hijab voile ini.

Sayangnya para penjual di online shop kerap salah menyebut nama kain voile ini. Voile memang salah satu jenis katun. Namun, pattern scarf yang banyak dijual di pasaran kebanyakan menggunakan voile polyester atau plastik. Kain tersebut tidak mengandung katun voile sama sekali. Hal ini diungkapkan oleh desainer busana muslim Irna Mutiara kepada Wolipop pada hari Minggu (15/08/2018) via telepon.

Baca Juga: Berawal dari Door to Door, Irna Mutiara Kini Punya 30 Butik Hingga ke Malaysia

Tonton juga video: 'Desainer Ini Buktikan Aksi Teror Tak Pengaruhi Penjualan Cadar'




Koleksi Irna Mutiara. Koleksi Irna Mutiara. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
"Kebanyakan pattern scarf bukan hasil digital printing, tapi hasil sublim. Dalam prosesnya, motif di-print ke kertas transfer, lalu direkatkan ke kain lalu di-press dengan suhu tertentu sehingga menempel. Tapi, proses penyubliman tidak bisa dilakukan di atas kain katun voile. Jadi kebanyakan hijab voile motif yang beredar di pasaran itu menggunakan polyester," terang desainer label 'Irna La Perle' ini.

Polyster bisa dibuat menyerupai beragam jenis kain, salah satunya kain voile. Seharusnya para penjual menyebut bahan hijab tersebut dengan nama 'voile polyester' atau 'voile' saja.

Namun, bukan berarti voile yang dijual palsu. Pemakaian kain voile polyster juga memiliki banyak level, tergantung kualitas yang ditawarkan setiap pabrik. Hal ini pula yang membuat harga voile polyster cenderung beragam.

Baca Juga: Irna Mutiara Ungkap Prediksi Tren Busana Muslim 2019

Salah satu rancangan Irna Mutiara.Salah satu rancangan Irna Mutiara. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
"Kalau kain 100% katun itu cenderung lebih mudah kusut dan susah dibentuk. Jadi, banyak yang lebih suka polyster, " tutur Irna.

Pemilihan katun voile atau polyster voile bergantung pada selera masing-masing. Tidak ada aturan yang menyebut katun lebih baik daripada polyster. Namun, penyebutan kain katun voile dan voile polyster harus tetap diluruskan.


Desainer Irna Mutiara Ungkap Kesalahan Pengertian Bahan Voile
(dtg/dtg)