3 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Bikin Kulkas Jadi Sarang Bakteri
Kulkas berfungsi menjaga makanan tetap segar dan aman dikonsumsi lebih lama. Namun, jika cara penyimpanannya kurang tepat, lemari es bisa menjadi sarang bakteri yang justru mempercepat makanan basi hingga meningkatkan risiko keracunan makanan.
Menurut Prof. Madya Dr. Nguyen Duy Thinh dari Institute of Biotechnology and Food, Hanoi University of Science and Technology, kebiasaan menyimpan makanan yang keliru dapat mengancam kesehatan keluarga. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari.
1. Mengisi freezer atau kulkas terlalu penuh
Membekukan makanan memang dapat membantu mempertahankan nilai gizi, kualitas, dan cita rasanya. Tapi bukan berarti makanan bisa disimpan tanpa batas waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembekuan dapat membantu menjaga kandungan gizi, kualitas, dan rasa berbagai jenis makanan. Namun, lama penyimpanan yang aman bergantung pada suhu, jenis makanan, apakah mentah atau sudah diolah, serta bentuk penyimpanan daging, utuh atau cincang," ujar Dr. Nguyen Duy Thinh, seperti dilansir VN Express.
Makanan beku sebaiknya disimpan pada suhu stabil di bawah -18 derajat Celsius. Jika disimpan terlalu lama, kualitas makanan akan menurun dan berpotensi menghasilkan zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, infeksi, hingga keracunan makanan.
Selain itu, kulkas atau freezer yang terlalu penuh membuat udara dingin tidak dapat bersirkulasi secara merata. Akibatnya, makanan lebih cepat rusak dan risiko kontaminasi silang antarbahan makanan ikut meningkat.
2. Tetap menyimpan makanan yang sudah berjamur
Sebagian orang memilih memotong bagian roti, sayuran, atau nasi yang berjamur, lalu mengonsumsi sisanya. Padahal, cara ini tidak disarankan.
Jamur bisa menyebar lebih dalam ke makanan meski tidak terlihat di permukaan. Menyimpan makanan di dalam kulkas juga tidak mampu membunuh semua jenis jamur, terutama pada makanan dengan kadar air tinggi.
Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi jamur dapat mengiritasi saluran pencernaan sekaligus membuat tubuh terpapar racun yang berbahaya.
Karena itu, makanan yang menunjukkan tanda-tanda berjamur, berubah warna, membusuk, atau mengeluarkan aroma tidak normal sebaiknya segera dibuang.
3. Menyimpan sisa makanan semalaman dengan cara yang salah
Makanan matang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Sayuran hijau dan sup yang disimpan semalaman dengan cara yang tidak tepat juga berpotensi mengandung kadar nitrit lebih tinggi.
Setelah masuk ke dalam tubuh, nitrit dapat berubah menjadi nitrosamin, yaitu senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung jika terpapar dalam jangka panjang.
"Makanan yang sudah dimasak sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas dan idealnya dikonsumsi dalam waktu 24 jam," kata Dr. Nguyen Duy Thinh.
Tips Menyimpan Makanan dengan Aman
Agar makanan tetap higienis dan tahan lebih lama, Dr. Nguyen Duy Thinh membagikan beberapa tips berikut:
- Cuci dan keringkan bahan makanan sebelum dibagi ke dalam porsi sekali masak agar tidak perlu berulang kali mencairkan dan membekukan makanan.
- Simpan daging dalam kantong khusus makanan atau wadah kedap udara.
- Pisahkan makanan mentah dan makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang.
- Jangan meletakkan daging segar langsung berdampingan dengan daging beku.
- Hindari memasukkan daging yang kemasannya bocor atau masih mengeluarkan cairan ke dalam freezer.
- Bersihkan kulkas secara rutin dan periksa isi kulkas secara berkala untuk membuang makanan yang kedaluwarsa atau sudah rusak.
- Makanan laut segar sebaiknya segera dimasak atau langsung dibekukan dengan cara yang benar.
- Periksa juga tanggal kedaluwarsa bumbu dan saus yang disimpan di kulkas.
- Belilah bahan makanan secukupnya untuk beberapa hari agar lebih mudah disimpan dan dikonsumsi sebelum kualitasnya menurun.
(hst/hst)









































