ADVERTISEMENT

5 Wanita Ini Buktikan Hijab Tak Jadi Penghalang Meraih Mimpi

Eny Kartikawati - wolipop Rabu, 30 Mei 2018 16:45 WIB
2 Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2018 Buktikan Hijab Tak Halangi untuk Mewujudkan Mimpi. Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta - Memakai hijab bukan berarti membatasi aktivitas wanita untuk meraih mimpi mereka. Apalagi hijab kini sudah semakin populer dan diterima secara luas.

Baru-baru ini Wolipop pun mengajak para pembaca untuk berbagi kisah bagaimana hijab tidak menghalangi mereka untuk mewujudkan cita-cita. Inilah lima cerita pilihan paling menarik:

Puji Supriyatin

Walau sering bermimpi proses kiamat kecil maupun besar, namun butuh satu tahun lebih buat saya memutuskan berhijab. Pemicunya adalah ketika saya membaca sebuah berita di selebaran Islami di kampus. Diberitakan bahwa akhirnya seorang wanita berhasil menduduki jabatan di parlemen suatu negara (saya lupa nama negaranya) untuk kali pertama dalam sejarah. Namun, di hari pertama ia bekerja, justru ia resign. Penyebabnya karena ia diminta untuk menanggalkan cadar dan hijabnya. Sedetik itu hati saya berucap bahwa saya harus berjilbab dan saya ucapkan dalam doa saya ingin dapat menjadi bagian dari wanita-wanita muslimah yang sukses ke luar negeri tanpa menanggalkan hijabnya.

Pada 2016, saya berhasil lolos seleksi beasiswa Netherlands Fellowship Programme (NFP) untuk kuliah S-2 di Belanda, tepatnya di Institut UNESCO-IHE (sekarang IHE-Delft). Detik saya membuka email yang mengabarkan saya menjadi awardee NFP, saya langsung dejavu ke kejadian 2001 silam yang saya ceritakan di atas. Oleh karenanya, album foto selama kuliah saya beri nama I am in The Netherlands dengan deskripsi keinginan pada 2001.

Saya baru menginjak tanah air awal Mei 2018 ini. Alhamdulillah tuntas kuliah saya dengan gelar MSc. Saya kuliah jurusan Teknik Sanitasi. Saya tidaklah memiliki pengalaman organisasi bertahun-tahun, tidak pula pernah memenangkan piala kejuaraan. Semua bermula lirihan hati karena sedih melihat kala itu hijab dianggap batasan dalam aktivitas. Saya yakin hal ini tidak benar sama sekali. Selama kuliah saya menggunakan rok dan berhijab sekalipun saya berada di Eropa. Cara saya berpakaian dan berhijab tidak menghalangi saya untuk menyelesaikan kuliah dan berteman dengan kawan-kawan dari berbagai negara (61 negara) dan yang berbeda agama. Allah SWT tahu isi hati kita dan keinginan kita untuk memuliakan hijab.

Ilawati Fadillah

Dulu saya berprofesi sebagai penyanyi. Pada waktu itu sudah pasti tidak diperbolehkan untuk berhijab. Saya mulai berhijab pada 2013 ketika saya sudah menikah dan memiliki anak. Awal saya berhijab karena saya risih ketika memberikan ASI untuk anak saya ketika di tempat umum. Lalu saya berniat untuk berhijab dengan konsekuensi saya tidak bisa lagi menjadi penyanyi. Ahamdulillah setelah berhijab saya menjadi karyawan tetap salah satu BUMN syariah dan saya menjadi salah satu vokalis band perusahaan BUMN trsebut. Saya meyakini berhijab bukan alasan rezeki kita akan terputus.

Aisyah Sriwulandari

Tepat akhir bulan kemarin saya naik Gunung Merbabu dan Merapi sekaligus. Awalnya dibilangin teman, kamu pasti bawaannya banyak karena butuh baju yang lebih banyak belum juga ada jilbab lagi, nanti bakalan repot. Tapi saya tidak mau down karena dibilangin begitu. Saya tetap berangkat dengan membawa beberapa pakaian lengkap dengan jilbab. Singkat cerita saya dan teman-teman sudah berangkat dari kaki gunung ke tempat perkemahan sebelum Puncak Merbabu. Perjalanannya kurang lebih 10 jam. Berangkat jam 1 siang, kita tiba ditenda jam 10 malam.

Keesokan harinya saya dan tim saya berangkat ke puncak dan dua jam berlalu saya sudah tiba di ketinggian 3.142 mdpl Puncak Merbabu. Alhamdulillah jilbabku sama sekali tidak menghalangi perjalanan saya ke puncak. Malah sangat memudahkan saya dan melindungi rambut dari cuaca yang tidak menentu. Keesokan harinya kita lanjut ke Merapi setelah sampai kaki Gunung Merbabu. Dan saya berhasil membuktikan ke teman saya, saya bisa juga sampai ke puncak lagi.

Diska Dewi

Awalnya sewaktu belum berhijab, saya mengira, hijab dapat membatasi diri dalam meraih mimpi-mimpi. Namun, sekali lagi itu salah. Dengan berhijab, justru saya semakin bisa belajar bagaimana menjadi muslimah yang baik dan bisa mewujudkan mimpi. Contohnya, dengan berhijab, saya tetap bisa ikut lomba debat bahasa inggris, lomba matematika tingkat nasional dan Sunsilk Hijab Hunt 2018. Rasanya bersyukur banget. Dengan berhijab pula, aku bisa tetap eksis dalam segala ranah kehidupan. Kerja pun aku berhijab. Dengan berhijab pula, aku bisa merintis program TV untuk sarana dakwah Islam dan tetap bisa berorganisasi.

Catur Wulandari

Saya berhijab sejak 2003. Sempat was-was karena pekerjaan saya saat itu adalah SPG event. Alhamdulillah karena terus mantap dan percaya, segalanya terlewati. Saat saya lulus kuliah dan bekerja di perusahaan, saya tetap memakai hijab. Bahkan saya mendapat posisi dan jabatan yang strategis di kantor. Pekerjaan saya berhubungan dengan orang asing dan saya sama sekali tidak mengalami diskriminasi. Bahkan saat saya harus tugas ke luar negeri pun semua berjalan aman.


(eny/eny)