Cerita 3 Hijabers Band Metal Garut Setelah Viral & Disorot Media Asing

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 28 Sep 2017 15:32 WIB
Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Jakarta - Masih ingat dengan Voice of Baceprot (VoB)? Band metal yang semua personelnya berhijab itu tak hanya menjadi viral di Indonesia tapi juga mendapat sorotan dari media asing. Media besar seperti Reuters, The New York Times, hingga The Guardian pernah menyorot band asal Garut itu.

Tiga remaja berhijab personel VoB yakni Firda Kurnia, Widi Rahmawati, dan Euis Siti Aisyah, bercerita kepada Wolipop mengenai hal tersebut. Firda, sebagai vokalis dan pemain gitar, menuturkan bahwa ia dan kedua sahabatnya tidak menyangka bisa menjadi sorotan.

Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Firda mengakui kalau awalnya media sosial yang membesarkan nama VoB. Setelah VoB dikenal lewat penyebaran media sosial seperti Instagram, YouTube, Facebook, dan Twitter, sejumlah media asing mulai menghubungi mereka. Ia pun bercerita kalau para media asing lebih tertarik dengan korelasi antara hijab serta aliran musik metal.

"Mungkin setelah booming di Indonesia ketawan sama media luar negeri, ada yang sampai langsung datang bikin film dokumenter atau kirim kontri juga ada. Media asing yang pertama hubungi itu Reuters. Media-media lainnya lebih banyak bertanua soal sejarah terbentuk VoB, antara hijab dan musik metal juga," ujar Firda saat ditemui di Lucy in The Sky, SCBD, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Baca juga: Mengenal Sosok di Balik VoB, Band Metal Berhijab Asal Garut yang Viral
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Facebook

Setelah kemudian viral, para siswi SMK Insan Mandiri, Garut, itu mengaku senang dan bangga. Firda juga mengatakan kalau hal ini bisa membantu mereka meyakinkan serta membanggakan orangtua.

Berbicara soal orangtua, Euis menambahkan kalau sebenarnya orangtua sempat melarang mereka membentuk band beraliran metal. Musik metal masih dikaitkan dengan sesuatu yang negatif di mata orangtua ketiga hijabers cilik tersebut.

"Masih serasa mimpi sih kita sampai terkenal kayak gini, se-booming ini. Kita dikenal di luar negeri juga jadi bisa banggain orangtua. Mungkin orangtua juga sekarang percaya. Kalau dulu mereka melarang itu mungkin karena ketidaktahuan. Musik metal identik dengan hal negatif, karena sekarang sudah dikenal orang banyak, tahu kegiatan kita seperti ini jadi mereka ngerti dan mulai kasih support," kata Euis.
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Kini dalam satu bulan, band metal yang terbentuk sejak 2014 itu, bisa menerima tawaran 'manggung' lebih dari sepuluh kali. Tawaran menyanyi tidak hanya datang dari kawasan Garut tapi juga Bandung, Kuningan, Cianjur, dan Jakarta.

Firda mengaku bersyukur dengan kesuksesan yang mereka raih sekarang. Selain bisa mempunyai penghasilan sendiri, ketiganya telah bertemu dengan orang-orang hebat di industri musik Tanah Air seperti Erwin Gutawa hingga Slank. Belum lagi ketika mereka diminta menjadi pembicara yang menjadi pengalaman mengesankan bagi ketiganya.
Voice of Baceprot (VoB). Voice of Baceprot (VoB). Foto: Dok. VoB

Di akhir perbincangan, ketiga gadis remaja itu berharap bisa meluncurkan album tahun ini. Mereka sudah mempunyai lima single dan akan menambahkannya lagi untuk bisa merilis album.

"Progres album sudah 50 persen. Sekarang sudah lima lagu, rencana ada delapan sampai sembilan lagu dalam satu album. Tahun ini insya Allah targetnya album selesai," tutup Firda.




(ays/ays)