Cerita Si Cantik Gita Savitri yang Lebih Nyaman Jadi Muslim di Jerman
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 15 Agu 2017 08:11 WIB
Jakarta
-
YouTuber cantik berhijab Gita Savitri akhir-akhir sedang menjadi sorotan. Gita Savitri mulai dikenal sejak sering bercerita tentang Jerman melalui video yang diunggah ke YouTube. Wanita 25 tahun ini bahkan memutuskan berhijab setelah kuliah di Jerman. Tak hanya itu, Gita juga mengatakan menjadi muslim di Jerman lebih nyaman.
Wanita yang mengambil studi jurusan Kimia murni di Free University, Berlin, Jerman, itu menjelaskan kalau perkumpulan muslim di Jerman sangat kuat. Belum lagi budaya masyarakatnya yang tidak suka ikut campur urusan orang lain terutama soal agama. Jadi setiap orang bebas beragama menurut keyakinan masing-masing.
Sementara di Indonesia, urusan agama cukup sensitif. Itu perbedaan yang dirasakan cukup signifikan menurut Gita Savitri menjadi muslim di Jerman dan Indonesia.
"Di Jerman mau dia salat pakai apa kek, sikh, salat pakai celana jeans, pakai apa saja, nggak ada yang komentar, nggak kayak di Indonesia, sensitif banget. Jadi kita kalau beragama di sana, kita urusannya sama Tuhan doang nggak perlu takut dilihat orang. Nah menurut aku lebih berkualitas sih beragama begitu," ujar Gita Savitri saat berbincang dengan Wolipop di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Wanita berdarah Palembang ini juga menuturkan ketika menjadi muslim di Jerman, ia bisa mengenakan jilbab senyaman mungkin tidak perlu khawatir akan komentar orang lain. Sementara di Indonesia, meski Gita Savitri sudah tampil tertutup dan tak memperlihatkan lekuk tubuh masih ada saja yang kritik.
"Banyak orang seumur aku di sana yang ilmunya sudah gila banget, hapal banyak juzz, tapi lihat aku yang masih begini nggak ada sama sekali. Di situ juga aku belajar ternyata dakwah bisa dengan segala cara. Tapi kalau di sini suka masih ada yang komentar 'Kak kok bajunya begini, kelihatan ini, itu. Sedangkan teman-teman aku yang ilmunya sudah keren saja nggak ada yang nyudut-nyudutin aku. Mungkin kalau di sini mereka belum tahu cara ngingetin yang baik kayak apa," tambah Gita Savitri sambil tersenyum.
Gita Savitri menambahkan, ia pun merasa lebih mendapat esensi dari hijab itu sendiri saat berada di Jerman. Ia pun merasa hijab bukan sekadar pakaian melainkan identitas dirinya sebagai muslimah selama tinggal di Jerman.
"Jadi kita pakai kerudung itu esensinya lebih dapat di sana. Mungkin juga karena aku sendiri di sana, aku lebih berjuang buat agamaku itu juga lebih dapat. Di sini tuh nyaman banget, saking nyamannya yasudah kerudung bagian dari pakaian saja," lanjutnya. (ays/ays)
Wanita yang mengambil studi jurusan Kimia murni di Free University, Berlin, Jerman, itu menjelaskan kalau perkumpulan muslim di Jerman sangat kuat. Belum lagi budaya masyarakatnya yang tidak suka ikut campur urusan orang lain terutama soal agama. Jadi setiap orang bebas beragama menurut keyakinan masing-masing.
Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop |
Sementara di Indonesia, urusan agama cukup sensitif. Itu perbedaan yang dirasakan cukup signifikan menurut Gita Savitri menjadi muslim di Jerman dan Indonesia.
"Di Jerman mau dia salat pakai apa kek, sikh, salat pakai celana jeans, pakai apa saja, nggak ada yang komentar, nggak kayak di Indonesia, sensitif banget. Jadi kita kalau beragama di sana, kita urusannya sama Tuhan doang nggak perlu takut dilihat orang. Nah menurut aku lebih berkualitas sih beragama begitu," ujar Gita Savitri saat berbincang dengan Wolipop di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang seumur aku di sana yang ilmunya sudah gila banget, hapal banyak juzz, tapi lihat aku yang masih begini nggak ada sama sekali. Di situ juga aku belajar ternyata dakwah bisa dengan segala cara. Tapi kalau di sini suka masih ada yang komentar 'Kak kok bajunya begini, kelihatan ini, itu. Sedangkan teman-teman aku yang ilmunya sudah keren saja nggak ada yang nyudut-nyudutin aku. Mungkin kalau di sini mereka belum tahu cara ngingetin yang baik kayak apa," tambah Gita Savitri sambil tersenyum.
Foto: Instagram |
Gita Savitri menambahkan, ia pun merasa lebih mendapat esensi dari hijab itu sendiri saat berada di Jerman. Ia pun merasa hijab bukan sekadar pakaian melainkan identitas dirinya sebagai muslimah selama tinggal di Jerman.
"Jadi kita pakai kerudung itu esensinya lebih dapat di sana. Mungkin juga karena aku sendiri di sana, aku lebih berjuang buat agamaku itu juga lebih dapat. Di sini tuh nyaman banget, saking nyamannya yasudah kerudung bagian dari pakaian saja," lanjutnya. (ays/ays)
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Most Popular
1
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
2
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
3
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
4
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang
5
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop
Foto: Instagram