Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tantangan Dian Pelangi Punya Jabatan Baru, Jadi Creative Director

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 22 Mei 2017 14:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moza Wahyu/Wolipop
Jakarta - Di 2017, desainer Dian Pelangi memutuskan untuk melakukan re-branding atau bertransformasi mengubah segala hal terkait labelnya. Desainer berusia 26 tahun itu tak hanya mengubah logo tapi juga memperbaharui koleksinya. Bukan hanya itu, Dian Pelangi pun mengaku kini perannya tidak lagi sebagai desainer tapi creative director.

Punya jabatan baru setelah ganti imej, Dian mengaku memiliki tantangan tersendiri. Wanita berdarah Palembang itu mengatakan kalau dulu ia hanya mengurus seputar koleksi dan fashion show, kini tidak hanya itu. Dian ditantang untuk lebih kreatif dalam menciptakan visual yang menarik. Ia pun masih terus mengawasi semua yang terkait koleksi terbarunya.

"Dulu aku hanya fashion designer saja jadi memang nggak mikirin macam-macam cuma baju dan fashion show. Tapi sekarang aku ganti posisi jadi creative director yang harus memikirkan semua sudut kreatifnya. Nggak hanya fashion show saja tapi kreasi baju per label, konsep fashion show kayak apa, musiknya, segala macam tentang sisi visualnya, termasuk logo, branding, sampai visual merchandising, semua harus atas acc aku," ujar Dian kepada Wolipop saat ditemui usai peresmian re-branding Dian Pelangi dengan tema 'Titik Temu' di The Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/5/2017).
Tantangan Dian Pelangi Punya Jabatan Baru, Jadi Creative DirectorFoto: Moza Wahyu/Wolipop

Dian pun mengaku hal paling menantang di posisinya sekarang adalah membuat visual bagus. Tidak hanya secara nyata tapi tampilan online ia juga harus memikirkannya. Bukan hanya itu, Dian juga perlu belajar bagaimana strategi marketing agar label miliknya semakin berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu aku nggak mikirin harga berapa, sekarang harus mikirin juga. Strategi marketingnya gimana, sosmed, website, sekarang online kita juga harus jaga visualnya jadi itu sih yang bikin pusing. Gimana caranya kita membentuk imej secara online karena sekarang orang bisa lihat online kapan pun dan di mana pun," tambahnya.

Perubahan struktur dalam perusahaan Dian Pelangi diakui wanita lulusan ESMOD Jakarta itu sudah berlangsung sejak akhir Januari 2017. Setelah kedua orangtua merestui untuk melakukan re-branding, baru perubahan brand image dilakukan. Mulai dari persiapan logo, perubahan struktur perusahaan, hingga koleksi terbaru perdana setelah re-branding dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

"Orangtua awalnya belum yakin dengan kita, saya, kakak dan adik saya, sekarang setelah dirasa siap, alhamdulillah titik temunya sekarang ini. Ini kan perusahaan keluarga, nggak bisa serta-merta aku pengennya gini langsung terjadi. Semua pasti hasil rembuk keluarga besar. Kemarin juga ayah sempat sakit jadi aku yang sekarang ditunjuk sebagai creative director, kakak saya direktur juga. Ada regenerasi dari orangtua supaya anak-anaknya lebih menjiwai apa yang sudah dilakukan Dian Pelangi selama ini," kata wanita pecinta warna pink itu.

Setelah bertransformasi dan menjadi Dian Pelangi yang baru, Dian mengaku puas dengan hasilnya. Ada perbedaan perasaan ketika menyiapkan koleksi sekarang dan yang lama. Dian merasa kini punya tanggung jawab yang lebih besar daripada sebelumnya.
Tantangan Dian Pelangi Punya Jabatan Baru, Jadi Creative DirectorFoto: Moza Wahyu for Wolipop

Meski melakukan perubahan, namun Dian mengatakan ciri khasnya tetap masih ada. Ia masih menggunakan kain-kain tradisional Indonesia dan mengedepankan sentuhan pengrajin lokal untuk menciptakan hasil karya yang handmade dan eksklusif. Hanya saja tampilan dan potongan lebih dibuat modern mengikuti tren yang sedang berkembang.

"Dulu kayaknya mau buat apa saja terserah aku, nggak terpacu pada sesuatu. Sekarang benar-benar diperhitungkan secara visual, styling, branding, gaya jual, ibaratnya kita sudah diserahin sama orangtua, kita harus tanggung jawab secara keseuluruhan, mulai dari respon orang-orang, timbal balik gimana, tanggung jawabnya lebih besar. Dan sekarang lihat hasilnya pasti puas banget ini yang ditunggu-tunggu, ada titik di mana aku sempat down kemrin setahun, dua tahun lalu, ini seperti jadi statement this is the new me, ini DP baru, yang lama lupain saja," tambahnya.

Untuk strategi ke depannya, Dian ingin terus mengembangkan media sosialnya. Setelah melakukan riset, ia mengaku sosmed sangat berpengaruh terhadap segala hal trmasuk dalam menyebarkan kebaikan. Jadi nanti Dian tak hanya jualan tapi juga akan menyebarkan kampanye kebaikan lewat media sosial baik akun pribadi maupun labelnya. (ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads