Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hijabers Sydney Jadi Kontroversi Pasca Curhat Ditonjok Wanita Tak Dikenal

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 12 Mei 2017 14:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hijabers Sydney Alami Kekerasan (Foto: Dok. Facebook)
Jakarta - Seorang hijabers muda di Sydney, Australia curhat di Facebook dia baru saja mengalami kekerasan yang terjadi di sekitar kampusnya. Curhatannya ini pun menjadi viral dan mendatangkan kontroversi.

Hijabers bernama Hanan Merhab ini menulis di Facebook peristiwa kekerasan yang dialaminya saat berjalan di kawasan kampusnya, Universitas Teknologi, Sydney, Australia, pada Rabu (10/5/2017). Saat sedang berjalan, Hanan mengaku tiba-tiba saja seorang wanita yang tak dikenalnya menonjok wajahnya.

"I crossed the light off Harris street, walked past the UTS Loft, staring absentmindedly ahead of me when some lady - I hear she's lovely btw - came up to me and punched me in the face," tulis Hanan di akun Facebook.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tulisan Hanan itu diketahui juga, setelah wanita tak dikenal tersebut tiba-tiba saja memukul wajahnya, wanita tersebut langsung melarikan diri. Dan si wanita juga memukul hijabers lain yang berada di depannya. Total ada empat wanita berhijab yang dipukul wanita berwajah Kaukasia itu.

"all FOUR Muslim girls who were punched in the face by this Caucasian lady are fine. A little hurt, but we're ok," tulis Hanan.

Wanita asing yang memukul empat hijabers itu kini telah ditangkap pihak kepolisian. Sydney Morning Herald melaporkan identitas wanita itu adalah Maria Claudia Gimenez Wilson, mahasiswa jurusan jurnalistik berusia 39 tahun asal Paraguay. Wanita itu disebut menderita gangguan mental.

Yang kemudian membuat curhatan Hanan menjadi viral bukanlah soal penangkapan wanita yang memukul wajahnya. Tapi komentar Hanan yang ditulisnya di Facebook-nya mengenai wanita itu.

"The lady was caught, and guess what? She's mentally unstable. Subhan Allah, there must be something in the water that White people drink. Amazing how they all have these issues," tulis Hanan.

Komentar Hanan mengenai air yang diminum oleh si wanita itulah yang menjadi kontroversi. Dalam tulisannya dia menduga perbuatan wanita berkulit putih itu yang melakukan kekerasan padanya dipengaruhi air yang diminum oleh orang dengan ras kulit putih seperti wanita tersebut.

Pengguna Facebook merasa Hanan telah menyudutkan ras kulit putih karena melakukan generalisasi. "Rubbish it was such a racist statement towards white people," tulis pemilik akun Sherienne Hopwood. "How rude to tar me with the same brush...I am "white" and u dont punch anyone...... not all "whites" have these issues...... you're as bad as her if you generalise," tulis pemilik akun Facebook lainnya dengan nama Rozi Bee. (eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads