Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Perdana, Ria Miranda Akan Tampilkan Batik & Busana Warna Gelap di Korsel

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 24 Mar 2017 10:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Menyusul desainer hijab lainnya, Ria Miranda akan menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Sebagai salah satu desainer yang bergabung dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF), Ria terpilih untuk mewakili Indonesia memamerkan karyanya di ajang bergengsi tahunan Fashion Kode 2017, Korea Selatan.

Ini merupakan ajang pertama bagi desainer berdarah Sumatera Barat itu mengikuti perhelatan mode di luar negeri. Ria mengaku sedikit gugup namun bersemangat. Rencananya ia akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari koleksi sebelumnya dalam rangka memperkenalkan rancangannya ke pasar internasional.

Ya, Ria telah menyiapkan rangkaian koleksi dengan nuansa yang tak hanya pastel tapi juga terselip warna gelap. Palet mustard dan hijau lumut menjadi sesuatu yang segar dalam rancangan terbaru untuk labelnya riamiranda Signature itu. Terdapat 15 koleksi dengan gaya maskulin hingga feminin yang nanti disuguhkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ria mengatakan berani tampil beda karena memang ingin terus menginovasi karyanya. "Di 2017 ini aku menginginkan sesuatu yang baru, nggak ada payet, tapi tetap nggak menghilangkan Ria Miranda, jadi tetap ada yang feminin," ujar Ria saat berbincang dengan Wolipop di Lewis & Caroll Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Dalam rangka memberikan hal yang baru, Ria juga tidak hanya bermain dengan nuansa coffee tone tapi juga pilihan corak. Jika ia biasanya menuangkan corak tradisional dengan inspirasi songket atau tenun, kali ini Ria menampilkan batik. Ya, Ria menuangkan motif batik Kawung dalam koleksi tersebut.
Perdana, Ria Miranda Akan Tampilkan Batik & Busana Warna Gelap di KorselFoto: Arina Yulistara/Wolipop

Brand ambassador Wardah itu menuturkan kalau ia sengaja memilih batik agar khas Indonesia. Tak hanya pamer karya, ia juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia lewat batik. Motif tersebut pun dikombinasikan dengan corak bunga Achillea Millefolium agar lebih modern.

"Melalui koleksi ini aku ingin eksplor lebih dan memperkenalkan motif batik Kawung sebagai salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Jadi tampilannya modern tapi tetap ada muatan kekayaan budaya lokal. Ini menandakan kita bangga jadi desainer Indonesia," tambah wanita yang pernah mendapatkan dua nominasi Influencer Asia 2017 itu.

Sementara untuk busananya, Ria menuturkan kalau ia terinspirasi dari gaya busana setelah terjadinya Perang Dunia ke-2. Potongan busana klasik tentu akan mewarnai karya yang nanti akan ditampilkan pada 30 Maret 2017, di Prugio Valley, Seoul, Korea Selatan. Siluet era '70-an pun mendominasi rancangannya.

Tidak hanya itu, Ria juga akan memadukan style Korea dan Indonesia. Permainan busana tumpuk hingga gaya jilbabnya sengaja dibuat eksentrik agar sesuai fashion di Korsel yang epik. Permainan cutting yang asimetris memberikan tampilan menarik di koleksi tersebut. Belum lagi item seperti celana cutbray, coat, serta berbagai outerwear yang cocok dipakai selama musim dingin.

Ria menggunakan bahan-bahan seperti suede, double face satin, hingga katun. Kini ia mengatakan koleksinya sudah rampung setelah melakukan persiapan selama enam bulan. Ia berharap karyanya bisa diterima di pasar mode Korea Selatan. (ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads