Billboard 2 Hijabers yang Dikecam Dapat Sumbangan Rp 1,2 M Dalam Semalam
Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 19 Jan 2017 15:44 WIB
Australia
-
Hingga saat ini, billboard iklan di Australia yang tampilkan wanita berhijab masih menjadi perbincangan. Pasalnya iklan yang memamerkan dua hijabers tersebut berisi tentang perayaan Australia Day yang diselenggarakan pada 26 Januari mendatang.
Sekelompok masyarakat tidak suka dengan tampilan dua gadis muslim tersebut tanpa ditemani anak-anak lain dari agama dan budaya berbeda. Mereka menganggap kalau Australia bukan diwakili dengan wajah muslim tapi sangat multikultural. Meski demikian, banyak netizen yang memuji iklan tersebut.
Setelah menjadi kontroversi, perusahaan iklan yang menampilkan dua gadis berhijab itu --QMS-- mendapat kecaman hingga peringatan dari para Islamophobia. Ancaman tampak mengkhawatirkan keselamatan para karyawannya sehingga mereka memutuskan untuk menurunkan iklan tersebut sementara.
Baca juga: Heboh Iklan Billboard Bergambar 2 Wanita Berhijab di Australia
Gerah melihat hal tersebut, Creative Director of Campaign Edge, Dee Madigan, yang cukup populer di media sosial, menggelar kampanye anti rasis. Kampanye tidak hanya diberondong lewat jejaring sosial tapi juga berusaha menggalang dana secara online.
Melalui GoFundMe, pengumpulan dana dilakukan dengan tujuan menampilkan kembali iklan billboard dengan ikon dua gadis muslim berhijab sambil memegang bendera Australia. Tak disangka, dana yang didapat mencapai 125 ribu AUD atau sekitar Rp 1,2 Miliar dalam waktu 24 jam.
"Saya berusaha besar hati awalnya dan saya pikir terkadang yang jahat menang. Tapi kemudian ketika ini (dana terkumpul) terjadi dengan cepat saya berpikir 'Tidak, mereka tidak menang, lebih banyak orang baik di luar sana. Ketika mereka menurunkan satu, kita akan tampilkan lagi 20 lainnya," ujar Dee seperti dilansir dari ABC Australia.
Wanita asal Sydney itu mengatakan kalau awalnya target hanya $50 AUD. Namun ternyata angka sumbangan dari netizen terus naik hingga kini mencapai $130 AUD atau sekitar Rp 1,3 miliar.
Dee masih terus berkampanye di media sosialnya. Ia pun membuat hashtag #PutThemBackUp dan gambar bertuliskan 'You Take One Down, We Put 20 Back Up!'. Dee berharap cara ini bisa benar-benar melawan Islamophobia di Australia.
"Mereka tidak akan bisa menang. Saya pikir itu sudah cukup untuk ketidakadilan yang mereka lakukan," tambahnya. (ays/ays)
Sekelompok masyarakat tidak suka dengan tampilan dua gadis muslim tersebut tanpa ditemani anak-anak lain dari agama dan budaya berbeda. Mereka menganggap kalau Australia bukan diwakili dengan wajah muslim tapi sangat multikultural. Meski demikian, banyak netizen yang memuji iklan tersebut.
Foto: Facebook |
Foto: Ist. |
Setelah menjadi kontroversi, perusahaan iklan yang menampilkan dua gadis berhijab itu --QMS-- mendapat kecaman hingga peringatan dari para Islamophobia. Ancaman tampak mengkhawatirkan keselamatan para karyawannya sehingga mereka memutuskan untuk menurunkan iklan tersebut sementara.
Baca juga: Heboh Iklan Billboard Bergambar 2 Wanita Berhijab di Australia
Gerah melihat hal tersebut, Creative Director of Campaign Edge, Dee Madigan, yang cukup populer di media sosial, menggelar kampanye anti rasis. Kampanye tidak hanya diberondong lewat jejaring sosial tapi juga berusaha menggalang dana secara online.
Melalui GoFundMe, pengumpulan dana dilakukan dengan tujuan menampilkan kembali iklan billboard dengan ikon dua gadis muslim berhijab sambil memegang bendera Australia. Tak disangka, dana yang didapat mencapai 125 ribu AUD atau sekitar Rp 1,2 Miliar dalam waktu 24 jam.
"Saya berusaha besar hati awalnya dan saya pikir terkadang yang jahat menang. Tapi kemudian ketika ini (dana terkumpul) terjadi dengan cepat saya berpikir 'Tidak, mereka tidak menang, lebih banyak orang baik di luar sana. Ketika mereka menurunkan satu, kita akan tampilkan lagi 20 lainnya," ujar Dee seperti dilansir dari ABC Australia.
Foto: Twitter |
Wanita asal Sydney itu mengatakan kalau awalnya target hanya $50 AUD. Namun ternyata angka sumbangan dari netizen terus naik hingga kini mencapai $130 AUD atau sekitar Rp 1,3 miliar.
Dee masih terus berkampanye di media sosialnya. Ia pun membuat hashtag #PutThemBackUp dan gambar bertuliskan 'You Take One Down, We Put 20 Back Up!'. Dee berharap cara ini bisa benar-benar melawan Islamophobia di Australia.
"Mereka tidak akan bisa menang. Saya pikir itu sudah cukup untuk ketidakadilan yang mereka lakukan," tambahnya. (ays/ays)
Elektronik & Gadget
Kasur Lebih Bersih dan Bebas Tungau dengan UWANT M600 Dust Mite Vacuum 15Kpa!
Elektronik & Gadget
Airbot Hypersonics MAX Cordless Vacuum Cleaner Wet/Dry, Solusi Bersih-bersih Praktis buat Rumah Kamu!
Elektronik & Gadget
Nikmati Musik Dimana Saja dengan ROBOT Speaker Bluetooth Portabel 5.3 15W Super Bass!
Perawatan dan Kecantikan
Duo SKIN1004 Madagascar Centella Ampoule yang Bikin Kulit Lebih Tenang & Sehat!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Most Popular
1
Makin Panas, Nicola Peltz Hapus Jejak Keluarga Beckham dari Media Sosial
2
Most Pop: Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Berkumis Tebal, Bikin Pangling
3
Gisele Bundchen Dinikahi Instruktur Jiu-jitsu 'Miskin', Keluarga Khawatir
4
Brand Favorit Gen Z Gentle Monster Dituding Eksploitasi Kerja, Tak Bayar Lembur
5
Mantan Editor Vogue Bikin Novel, Disebut Rival The Devil Wears Prada
MOST COMMENTED












































Foto: Facebook
Foto: Ist.
Foto: Twitter