Dikecam, Iklan Billboard Bergambar 2 Hijabers Australia Diturunkan
Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 19 Jan 2017 13:11 WIB
Australia
-
Di Australia sedang heboh masalah iklan billboard yang menampilkan dua gadis muslim di sisi jalan raya. Iklan tersebut merupakan pengumuman tentang Australia Day yang dirayakan pada 26 Januari mendatang. Billboard dipasang di kawasan Melbourne, Australia.
Iklan menampilkan hanya dua wanita berhijab namun tidak ada kelompok masyarakat lainnya. Billboard di letakkan di atas jalan Cranbourne, Melbourne bagian tenggara. Dua gadis muslim yang ditampilkan mengenakan jilbab biru dan putih. Mereka tidak didampingi oleh teman-teman lain dari suku atau agama yang berbeda. Inilah yang menyebabkan iklan di billboard memicu kontroversi.
Iklan ini diklaim netizen tak menggambarkan keragaman masyarakat Australia hanya dengan menampilkan dua wanita berhijab pada pengumuman Australia Day. Seharusnya iklan bisa dibuat dengan melihat perbedaan budaya dan agama di negara bersuku Aborigin tersebut.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di negeri ini. Ini penurunan, muslim bukanlah wajah dari Australia," komentar salah satu netizen.
Netizen lainnya memiliki pendapat serupa. Australia bukanlah negara muslim maka seharusnya iklan perayaan Australia Day bisa diwakili oleh sejumlah budaya tidak spesifik.
Iklan tersebut menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat banyak kecaman. Bahkan ancaman dan kekerasan ditujukan kepada perusahaan pengiklan, QMS. Melihat dampak buruk yang bisa terjadi di masa depan, QMS menghapus iklan itu. Hal tersebut juga diakui oleh Victoria's Minister for Multicultural Affairs Australia, Robin Scott.
"Ada serangkaian keluhan, beberapa di antaranya bersifat kasar dan mengancam karena billboard itu. Karena itu demi keselamatan karyawan dan infrastruktur bisnis mereka (perusahaan iklan), lebih baik iklan diturunkan sementara," ujar Robin seperti dilansir dari ABC Australia.
Penurunan iklan tersebut juga menimbulkan polemik. Banyak yang menyayangkan aksi tersebut karena sebenarnya warga Australia menerima semua perbedaan dalam masyarakat termasuk wanita berhijab.
Greens Leader and Victorian, Richard Di Natale, menuturkan bahwa ia kesal karena Islamophobia menang dalam hal ini. "Islamophobia adalah ancaman nyata terhadap demokrasi Australia dan masyarakat multikultural karena sesama warga Australia kita saling menghargai. Kita harus melawan kebencian rasial di mana pun kita temui dan berdiri bersama-sama," ujar Richard. (ays/ays)
Iklan menampilkan hanya dua wanita berhijab namun tidak ada kelompok masyarakat lainnya. Billboard di letakkan di atas jalan Cranbourne, Melbourne bagian tenggara. Dua gadis muslim yang ditampilkan mengenakan jilbab biru dan putih. Mereka tidak didampingi oleh teman-teman lain dari suku atau agama yang berbeda. Inilah yang menyebabkan iklan di billboard memicu kontroversi.
Foto: Facebook |
Iklan ini diklaim netizen tak menggambarkan keragaman masyarakat Australia hanya dengan menampilkan dua wanita berhijab pada pengumuman Australia Day. Seharusnya iklan bisa dibuat dengan melihat perbedaan budaya dan agama di negara bersuku Aborigin tersebut.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di negeri ini. Ini penurunan, muslim bukanlah wajah dari Australia," komentar salah satu netizen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iklan tersebut menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat banyak kecaman. Bahkan ancaman dan kekerasan ditujukan kepada perusahaan pengiklan, QMS. Melihat dampak buruk yang bisa terjadi di masa depan, QMS menghapus iklan itu. Hal tersebut juga diakui oleh Victoria's Minister for Multicultural Affairs Australia, Robin Scott.
"Ada serangkaian keluhan, beberapa di antaranya bersifat kasar dan mengancam karena billboard itu. Karena itu demi keselamatan karyawan dan infrastruktur bisnis mereka (perusahaan iklan), lebih baik iklan diturunkan sementara," ujar Robin seperti dilansir dari ABC Australia.
Penurunan iklan tersebut juga menimbulkan polemik. Banyak yang menyayangkan aksi tersebut karena sebenarnya warga Australia menerima semua perbedaan dalam masyarakat termasuk wanita berhijab.
Greens Leader and Victorian, Richard Di Natale, menuturkan bahwa ia kesal karena Islamophobia menang dalam hal ini. "Islamophobia adalah ancaman nyata terhadap demokrasi Australia dan masyarakat multikultural karena sesama warga Australia kita saling menghargai. Kita harus melawan kebencian rasial di mana pun kita temui dan berdiri bersama-sama," ujar Richard. (ays/ays)
Elektronik & Gadget
Smartwatch Powerful! HUAWEI WATCH FIT 4 Series Bisa Tahan 10 Hari & Punya GPS Akurat
Perawatan dan Kecantikan
Jerawat Bandel Hilang Semalaman? Ini 2 Acne Patch yang Wajib Kamu Coba!
Elektronik & Gadget
Kerja di Tempat Ramai Tapi Tetap Fokus? Rahasianya Ternyata Hanya dengan TWS Ini
Perawatan dan Kecantikan
Tetap Glowing di Tengah Jadwal Super Padat? Ini Rahasia Maskeran Anti Kusam
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
Potret Rina Nose Liburan ke Melbourne Bareng Suami, Memukau Usai Oplas Hidung
2
Pangeran Harry Pernah Chat Genit dengan Reporter, Pesannya Kini Terungkap
3
6 Gaya Carmen Hearts2Hearts di Blue House, Pose Bareng Presiden Korsel & RI
4
Dakota Johnson Ungkap Gagal Casting Film karena 'Terlalu Sopan'
5
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
MOST COMMENTED












































Foto: Facebook