Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Jarang Terjadi, Puluhan Murid & Guru AS Berhijab Sehari Pasca Kemenangan Trump

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 23 Nov 2016 11:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Duluth News Tribune
Minnesota - Kemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat cukup membuat masyarakat muslim merasa khawatir. Pasalnya Trump pernah menyerukan kampanye anti-muslim yang meresahkan.

Setelah terpilihnya Trump menjadi presiden dikabarkan terjadi lonjakan terhadap kasus diskriminasi serta rasis yang dialami sejumlah masyarakat muslim. Sebelum menjadi orang nomor 1 di Amerika Serikat seperti saat ini, Trump juga pernah melakukan kampanye untuk melarang orang-orang muslim masuk ke Amerika Serikat.

Hal tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran terhadap masyarakat muslim baik yang berada di luar Amerika maupun yang tinggal di kawasan Amerika. Oleh karena itu, banyak aksi positif mengenai Islam yang dilakukan komunitas muslim sebagai bentuk solidaritas dan berusaha meredakan Islamophobia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu contoh aksinya terlihat di sekolah Duluth East High School, Minnesota, Amerika Serikat. Puluhan murid dan beberapa guru memakai hijab selama satu hari pada pertemuan minggu lalu. Lebih dari 30 perempuan mengenakan kerudung warna-warni sebagai bentuk dukungan terhadap murid-murid yang beragama Islam.

Baca juga: Hijabers Cantik Ini Jadi Murid Berhijab Pertama di Sekolah Militer Amerika

Ada satu murid yang selalu mengenakan jilbab ke sekolah yakni Shanze Hayee. Shanze mengatakan berhijab sejak duduk di kelas 6 SD. Ia tidak pernah mendapatkan pandangan atau prilaku negatif selama memakai jilbab.

Kini dengan terpilihnya Trump menjadi Presiden Amerika Serikat membuat Shanze dan murid-murid muslim lainnya merasa khawatir akan adanya pelarangan berjilbab di sekolah. Maka dari itu, para guru dan murid lain baik yang muslim maupun nonmuslim mencoba berhijab sebagai bentuk solidaritas.
Jarang Terjadi, Puluhan Murid & Guru AS Berhijab Sehari Pasca Kemenangan TrumpFoto: Duluth News Tribune

Mereka berkumpul di sekolah sebelum masuk ke kelas untuk mengenakan kerudung warna-warni. Dipandu oleh Shanze yang memang sudah berhijab, mereka mencoba menutup kepala masing-masing menggunakan kerudung yang telah disediakan.

Di depan murid dan guru, Shanze mengatakan kalau hijab bukanlah bentuk paksaan. "Ini bukan tentang apa yang hanya dilihat dari luar. Ketika kita menutupi kecantikan fisik dengan memakai hijab pada dasarnya kita hanya ingin fokus pada pikiran dan hati kita," ujar Shanze seperti dikutip dari Duluth News Tribune.
Jarang Terjadi, Puluhan Murid & Guru AS Berhijab Sehari Pasca Kemenangan TrumpFoto: Duluth News Tribune

Murid lain yang juga merupakan seorang muslim, Rana Imtiaz menuturkan kalau aksi ini dilakukan bukanlah bagian dari 'Gerakan Anti Trump'. Namun gerakan perdamaian dan cinta sebagai sesama umat beragama.

"Ini gerakan untuk cinta, perdamaian, dan solidaritas. Dengan gerakan ini semoga tak ada lagi wanita yang takut memakai jilbab ke luar rumah," tambah Imtiaz melihat fenomena sekarang setelah Trump terpilih membuat sejumlah wanita khawatir mengenakan jilbabnya saat keluar rumah.

Hayee menambahkan bahwa ia bersyukur karena banyak siswi yang mau bergabung dalam grup solidaritas tersebut. Mereka pun bersedia mengenakan jilbab. "Ini adalah pengalaman yang menakjubkan dan tidak pernah terpikir sebelumnya. Sunggugh aku menikmati hari ini," pungkasnya.

Aksi tersebut juga dilakukan melihat hanya sekitar 150 masyarakat muslim yang tinggal di Duluth atau kurang dari 20% dari penduduk di Duluth. Selain itu, siswi East juga merencanakan kampanye 'Safety Pins' yang menunjukkan kalau masyarakat muslim diterima serta aman.
Jarang Terjadi, Puluhan Murid & Guru AS Berhijab Sehari Pasca Kemenangan TrumpFoto: Duluth News Tribune

Di Denfeld, Post-it berisi tulisan menginspirasi dan positif mengenai muslim ditempatkan di sekitar sekolah. Sekelompok murid Marshall School juga telah berencana melawan tindak diskriminasi juga rasisme dan mengajak sekolah-sekolah lainnya untuk melakukan hal serupa.

Baca juga: Begini Pengalaman Siswi Amerika yang Coba Berhijab Selama 1 Minggu (ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads