Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tak Biasa, Hijabers Dinobatkan Jadi Ratu Pesta Dansa di Sekolah Amerika

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 20 Apr 2016 15:19 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Jakarta - Hijab memang masih menjadi kontroversi di sejumlah negara. Meski demikian bukan berarti wanita berjilbab jadi menutup diri, beberapa dari mereka bisa mengeluarkan ekspresinya hingga menjadi inspirasi. Seperti kali ini, kisah datang dari hijabers muda asal Amerika, Zarifeh Shalabi, yang berhasil dinobatkan sebagai ratu prom sekolah.

Zarifeh merupakan seorang muslimah taat dan berasal dari keluarga yang konservatif. Gadis 17 tahun itu tidak pernah datang ke prom sekolah sebelumnya terutama karena ia menggunakan hijab.

"Melihat seorang gadis muslim dengan jilbabnya pergi ke pesta dansa tentu tidak biasa, ini juga bukan norma kita," ujar Zarifeh dilansir dari Pasadena Star News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia

Namun ketika ia sudah memasuki tingkat akhir SMA, Zarifeh berubah pikiran dan memutuskan untuk pergi ke pesta dansa bersama teman-temannya yang bersekolah di Summit High School, Oregan, Amerika Serikat.

Ia ingin pergi ke prom karena ini merupakan tahun terakhirnya di Summit High School. Namun ia harus memohon kepada orangtuanya terlebih dahulu untuk mengizinkannya hadir di pesta sekolah. Bahkan ia sudah membayar tiket masuk sendiri sebesar US$ 100 atau Rp 1,3 jutaan demi bisa datang ke prom.

Awalnya Zarifeh tak diizinkan karena ibundanya Manal Haifa merasa takut melepas putrinya ke acara tersebut. Ia takut karena Zarifeh mengenakan jilbab dan menjadi target Islamophobia. Namun Zarifeh berusaha meyakini sang ibunda bahwa ia tidak pernah mengalami hal buruk di sekolah.

"Di sekolah aku baik-baik saja dengan semua temanku, mereka juga menghormati agamaku," ujar Zarifeh mencoba meyakinkan ibunya.

Melihat keseriusan Zarifeh, Haifa akhirnya mengizinkan putrinya. Zarifeh merasa senang dan bergegas untuk pergi ke prom tanpa menanggalkan jilbabnya. Tak disangka keputusannya tersebut memberikan pengalaman menyenangkan. Ia masuk sebagai salah satu nominasi ratu pesta dari 30 wanita terpilih.

Zarifeh mengaku terkejut ketika masuk sebagai nominasi. "Ini adalah dansa pertamaku karena aku tidak pernah pergi ke prom. Aku juga minder karena ada gadis lain bernama Helena, yang sering memenangkan banyak kontes kecantikan," ujar Zarifeh.

Setelah masuk ke dalam 30 besar nominasi sebagai ratu prom sekolah, ia kembali dibuat terkejut karena namanya ada di dalam daftar lima finalis. Mendengar hal tersebut, teman-teman dekatnya di Summit High School merasa antusias lalu membuat kampanye untuk Zarifeh agar ia bisa menang.

Di hari selanjutnya, Zarifeh dan teman-temannya membuat baju berwarna hijau dengan tulian 'Vote untuk Zarifeh'. Dukungan terus berdatangan bahkan teman-temannya juga ikut menggunakan jilbab. Tidak sampai di situ, beberapa teman perempuannya juga mengajak siswi lain menggunakan jilbab demi memberikan dukungan kepada Zarifeh.

Wanita berdarah Palestina itu mengaku terharu dengan aksi teman-temannya. Aksi tersebut membuahkan hasil. Zarifeh berhasil terpilih sebagai ratu prom sekolah. Ia berdampingan dengan teman prianya Riley Layos yang menjadi raja prom. Riley menuturkan bahwa ia tak keberatan bila Zarifeh terpilih sebagai pemenang.

"Aku pikir kesempatan ini terbuka untuk semua orang. Ini pengalaman yang menyenangkan dan aku tidak keberatan siapa yang jadi ratunya," ujar Riley.

Zarifeh mendapat ucapan selamat dari semua temannya. Mereka pun bersorak gembira untuk Zarifeh. Namun mahkota tidak bisa disematkan di kepalanya karena memakai jilbab, Zarifeh lalu membawa mahkota tersebut dan dipersembahkan kepada teman-temannya.

Terpilih sebagai ratu prom merupakan pengalaman yang hebat bagi Zarifeh. Bahkan bila tidak menang pun, ia sudah merasa senang bisa masuk sebagai nominasi ratu prom sekolah.

"Jika aku tidak menang pun ini masih menjadi pengalaman yang hebat dalam hidupku," tambahnya.


(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads