Anniesa Hasibuan Perkenalkan Karyanya Lebih Dekat Kepada Media New York
Eny Kartikawati - wolipop
Minggu, 21 Feb 2016 10:24 WIB
Jakarta
-
Setelah sukses menggelar fashion show di Couture Fashion Week, New York, Anniesa Hasibuan mendapat kesempatan khusus untuk memperkenalkan karyanya secara lebih dekat kepada media setempat. Kesempatan ini tidak bisa didapatkan semua desainer yang memamerkan karyanya di Couture Fashion Week.
Acara pengenalan karya secara lebih dekat ini digelar di Hotel Nomad, Broadway, New York, belum lama ini. Dalam acara tersebut Anniesa menghadirkan empat koleksi Pearl Asia yang sebelumnya sudah ditampilkan di Couture Fashion Week. Empat busana itu adalah gaun berwarna gold, broken white, putih dan perak. Yang disebutkan terakhir merupakan gaun masterpiece karya desainer yang memiliki butik di Kemang, Jakarta Selatan itu.
Dua model Indonesia yang dibawa Anniesa khusus dari Tanah Air, Laura Muljadi dan Sarah Azka kembali hadir untuk mengenakan busana sang desainer. Laura memakai gaun masterpiece yang berhiaskan ratusan mutiara, sedangkan Sarah menggunakan gaun berwarna broken white dengan detail bordir emas. Dan dua busana lainnya dikenakan oleh model lokal. Seluruh model tampil cantik saat pemotretan dengan media lokal setelah mendapat riasan dan styling hijab dari makeup artist Wardah Cosmetics, Carolina Septerita dan Murni.
Menurut Hanna, asisten desainer di butik Anniesa Hasibuan, yang menghadiri temu media ini, acara berjalan lancar dengan kehadiran 15-20 media dan blogger lokal. Sebagian besar dari mereka mengagumi karya Anniesa, karena tidak banyak busana muslim yang ditampilkan dengan terinspirasi dari gaun putri kerajaan. Detail mutiara Lombok yang menghiasi gaun juga termasuk yang disukai oleh mereka.
"Mereka banyak bertanya tentang Anniesa Hasibuan, juga tentang koleksi Pearl Asia, inspirasinya, berapa lama pembuatannya, ke depannya mau seperti apa, apakah baju-baju ini dijual atau disewakan," ujar Hanna saat berbincang dengan Wolipop, Jumat (19/2/2016).
Koleksi Pearl Asia yang ditampilkan Anniesa di Couture Fashion Week, dijelaskan Hanna kepada media New York, terinspirasi dari kecantikan mutiara Lombok. Mutiara asal pulau yang juga terkenal akan keindahan alamnya itu sudah populer di mancanegara. Oleh karena itulah desainer yang juga sudah pernah memamerkan karyanya di London tersebut, memilih mutiara Lombok untuk menghiasi busananya.
Sedangkan untuk desain gaun, Anniesa tetap merilis busana sesuai ciri khas karyanya yang glamour dan mewah. Kali ini dia terinspirasi dari sosok ratu kerajaan negeri dongeng. Busana dengan rok yang mengembang dan warna-warna lembut pun dihadirkannya.
Yang juga menarik perhatian para blogger dan media New York saat menghadiri acara di Hotel Nomad ini adalah headpiece karya desainer Surabaya, G. Liem. Anniesa berkolaborasi khusus dengan G. Liem untuk membuat hiasan kepala dengan taburan mutiara. Dan salah satu headpiece yang paling fenomenal dari koleksi ini adalah yang dikenakan Laura bersamaan dengan gaun masterpiece sang desainer. G. Liem membuat mahkota yang bentuknya seperti balok es. Dia terinspirasi dari kisah Frozen dalam membuat mahkota yang juga bisa menyala tersebut.
(asf/asf)
Acara pengenalan karya secara lebih dekat ini digelar di Hotel Nomad, Broadway, New York, belum lama ini. Dalam acara tersebut Anniesa menghadirkan empat koleksi Pearl Asia yang sebelumnya sudah ditampilkan di Couture Fashion Week. Empat busana itu adalah gaun berwarna gold, broken white, putih dan perak. Yang disebutkan terakhir merupakan gaun masterpiece karya desainer yang memiliki butik di Kemang, Jakarta Selatan itu.
Dua model Indonesia yang dibawa Anniesa khusus dari Tanah Air, Laura Muljadi dan Sarah Azka kembali hadir untuk mengenakan busana sang desainer. Laura memakai gaun masterpiece yang berhiaskan ratusan mutiara, sedangkan Sarah menggunakan gaun berwarna broken white dengan detail bordir emas. Dan dua busana lainnya dikenakan oleh model lokal. Seluruh model tampil cantik saat pemotretan dengan media lokal setelah mendapat riasan dan styling hijab dari makeup artist Wardah Cosmetics, Carolina Septerita dan Murni.
![]() |
Menurut Hanna, asisten desainer di butik Anniesa Hasibuan, yang menghadiri temu media ini, acara berjalan lancar dengan kehadiran 15-20 media dan blogger lokal. Sebagian besar dari mereka mengagumi karya Anniesa, karena tidak banyak busana muslim yang ditampilkan dengan terinspirasi dari gaun putri kerajaan. Detail mutiara Lombok yang menghiasi gaun juga termasuk yang disukai oleh mereka.
![]() |
"Mereka banyak bertanya tentang Anniesa Hasibuan, juga tentang koleksi Pearl Asia, inspirasinya, berapa lama pembuatannya, ke depannya mau seperti apa, apakah baju-baju ini dijual atau disewakan," ujar Hanna saat berbincang dengan Wolipop, Jumat (19/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sedangkan untuk desain gaun, Anniesa tetap merilis busana sesuai ciri khas karyanya yang glamour dan mewah. Kali ini dia terinspirasi dari sosok ratu kerajaan negeri dongeng. Busana dengan rok yang mengembang dan warna-warna lembut pun dihadirkannya.
Yang juga menarik perhatian para blogger dan media New York saat menghadiri acara di Hotel Nomad ini adalah headpiece karya desainer Surabaya, G. Liem. Anniesa berkolaborasi khusus dengan G. Liem untuk membuat hiasan kepala dengan taburan mutiara. Dan salah satu headpiece yang paling fenomenal dari koleksi ini adalah yang dikenakan Laura bersamaan dengan gaun masterpiece sang desainer. G. Liem membuat mahkota yang bentuknya seperti balok es. Dia terinspirasi dari kisah Frozen dalam membuat mahkota yang juga bisa menyala tersebut.
![]() |















































