Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Wanita Ini Dipaksa Lepas Hijab Saat Ingin Bermain Sepatu Roda di Kanada

Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 20 Jan 2016 15:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Kejadian kurang menyenangkan menimpang seorang hijabers asal Quebec, Kanada bernama Mady. Saat itu dirinya tengah pergi ke tempat arena sepatu roda untuk bermain bersama sekaligus merayakan temannya yang tengah berulang tahun. Tetapi tanpa di sangka, seorang pria datang menghampirinya dan menunjuk-nunjuk hijab yang dikenakannya.

"Seorang pria datang kepadaku dan temanku dan menunjuk hijabku. Dia bilang aku harus melepas hijabku," ujarnya kepada CTV Montreal.

Awalnya, Mady berpikir bahwa pria tersebut salah persepsi terhadap hijab yang dikenakannya. Ia menyangka bahwa pria itu sempat bingung karena caranya menggunakan hijab dengan dililit di kepala dan menggunakan syal yang digantung di leher. Sekilas, hijabnya terlihat seperti topi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana semakin tidak menyenangkan ketika salah satu pegawai di arena sepatu roda itu datang menghampirinya dan membela pria tersebut. Padahal, Mady dan teman-temannya sudah berusaha untuk menjelaskan bahwa penutup kepala yang dikenakannya bukan hanya sekadar menghangatkan kepala dari dinginnya cuaca, tetapi simbol dari kepercayaan yang dianutnya.

Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama

"Ini bukan penutup kepala yang bisa dilepas dan dipasang. Ini simbol dari keyakinan yang dianut. Aku menjelaskan seperti itu tetapi si pegawai tidak mengerti," lanjutnya lagi.

Setelah merasa 'kalah' beradu argumen, Mady dan teman-temannya akhirnya pergi meninggalkan arena sepatu roda tersebut. Ia mengaku sempat menangis dan teman-temannya merasa terkejut.

Beruntungnya, sang manajer di tempatnya bermain sepatu roda menyadari situasi tersebut dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa Mady. Manajer pun menjelaskan bahwa arena tersebut tidak melarang penggunaan hijab, tetapi memang tidak memperbolehkan pengunjungnya masuk dan memakai topi.

"Aku hanya ingin memastikan bahwa hal ini tidak akan terjadi kepada siapapun," tutupnya. (itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads