Busana Transparan Laudya Cynthia Bella Jadi Kontroversi, Ini Kata Desainer
Selebriti Laudya Cynthia Bella kini sudah memutuskan konsisten berhijab. Dalam berpenampilan ia lebih senang tampil simpel dan kasual. Namun ketika datang ke acara tertentu, aktris 27 tahun itu kerap bergaya elegan. Seperti saat datang ke Festival Film Bandung (FFB) 2015, Bella mengenakan gaun berpalet navy blue dengan potongan lengan panjang yang membuat penampilannya terlihat elegan.
Sayangnya potongan lengan pada gaun yang Bella pakai terlihat transparan sehingga menuai kontroversi di Instagram pribadinya. Komentar negatif dan positif berdatangan dari para penggemarnya di internet. Komentar tersebut berlangsung sejak tiga hari lalu sampai hari ini masih ada yang beradu pendapat mengenai busana yang dikenakan oleh bintang film Virgin itu.
Beberapa orang mengingatkan akan busana transparan yang dikenakan oleh aktris asal Bandung tersebut. "Bukan mengkritik atau apa, ini hanya mengingatkan. Saya yakin Kak Bella juga nggak masalah kalau kita sesama muslim saling mengingatkan. Maaf Kak Bella, lain kali baju yang dipakai juga mohon diperhatikan ya, jangan hanya modisnya saja tapi disesuaikan dengan penampilan kakak yang sudah berhijab harus dijaga. Saya senang kakak sudah berhijab dan kita juga sedang belajar sama-sama gimana menggunakan pakaian yang syar'i. Mudah-mudahan kedepannya kita sama-sama lebih baik ya kak," tulis akun bernama @vanieayuriza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat lebih dari dua ribu komentar yang mengisi akun Instagram pribadi wanita kelahiran 24 Februari 1988 itu. Bella sendiri berusaha untuk melakukan klarifikasi mengenai busana transparan yang dipakainya saat FFB di Bandung, Jawa Barat. Ia menuliskan di salah satu fotonya ketika memakai kebaya transparan dengan dalaman warna kulit.
"Assalamualaikum, terima kasih atas support yang luar biasa untuk karier saya. Dan saya ingin mengklarifikasi untuk fashion yang saya pakai pada acara FFB 2015 sebenarnya saya mengenakan manset dalam. Sama seperti yang saya kenakan di film yang membawa saya memenangkan piala ini, 'Surga yang Tak Dirindukan'. Terima kasih kepada seluruh tim, keluarga, sahabat, fans dan FestivalFilm Bandung. Salam hormat saya dan semoga karya-karya saya berikutnya dapat diterima dengan baik. Saya mengajak semua teman-teman untuk tidak cepat menghakimi apalagi mem-bully karena biar bagaimanapun kami semua manusia, tempatnya salah, dan lupa. Wassalamualaikum with love, LCB," tulisnya.
Lalu bagaimana pendapat para desainer akan hal tersebut?
Desainer Windri Dhari mengatakan bahwa itu merupakan bagian dari proses berhijab untuk menuju langkah yang lebih baik. "Itu proses ya kalau aku bilang karena setiap wanita harus belajar mulai dari berani menutup kepalanya hingga level yang nggak pakai celana lagi. Proses orang berjilbab macam-macam ya, jangan judge dia, tapi mungkin dia harus lebih hati-hati lagi dalam berpakaian karena dia seorang public figure," tutur Windri saat dihubungi Wolipop, Rabu (16/9/2015).
Pemilik label busana muslim 'NurZahra' ini juga mengingatkan, makna berhijab itu tidak hanya menutup tubuh dan kulit tapi juga tak mencuri perhatian orang lain dan tidak ketat. Menambahkan pernyataan Windri, desainer busana muslim yang selalu tampil syar'i Irna Mutiara mengatakan berbusana muslim memang tak hanya untuk membungkus tubuh namun juga harus mengikuti kaidah yang sesuai.
Irna kurang setuju dengan penerapan material transparan hanya dengan manset atau dalaman lengan panjang saja. Menurut wanita yang sudah menjadi desainer sejak 1998 itu, manset atau dalaman jenis apa pun yang berwarna kulit lalu dipakai untuk melengkapi busana transparan tidak memenuhi kaidah karena tetap terlihat membentuk tubuh.
"Kalau hanya manset saja itu membentuk tubuh jadi nggak sesuai kaidah, mansetnya warna krem akan terlihat seolah-olah nggak pakai, nggak hanya manset, torso atau bustie itu jika penggunaannya dengan kebaya atau bahan yang transparan saja ya tidak sesuai dengan kaidah busana muslim. Busana muslim itu bukan membungkus tapi menutupi, memang ketutupan kulitnya tapi kalau ketat nggak boleh, dan tentu nggak transparan," jelas Irna ketika diwawancara Wolipop melalui telepon, Rabu (16/9/2015).
Desainer yang dikenal sebagai perancang gaun pengantin syar'i itu menyarankan untuk menyiasati busana transparan dengan bahan yang lebih tebal seperti taffeta, satin, atau linen agar tidak ketat dan memperlihatkan kulit. Ia juga menganjurkan agar membuat material transparan hanya sebagai unsur dekoratif saja bukan pakaian utama.
Sementara itu, desainer muda Dian Pelangi mengaku sedikit terkejut ketika melihat busana yang dikenakan oleh Bella. Namun ia tetap berpikir positif karena ia tahu tentu dilengkapi dengan dalaman warna kulit dan juga tak ada keinginan sengaja memperlihatkan bagian bahu dan lengannya. Meski demikian, desainer 24 tahun ini juga memberikan masukkan agar Bella sebaiknya tidak lagi mengenakan gaun yang bisa menarik komentar negatif dari orang lain.
"Memang awal pertama kaget saat lihat tapi pasti pakai dalaman nggak mungkin nggak karena aku tahu Mbak Bella kayak gimana. Itu juga tergantung interpretasi orang kalau orang melihatnya positif pasti dia positif, tapi kalau bisa sedikit aku kasih masukan sebaiknya tidak mengundang komentar orang. Hal-hal yang mengundang komentar sebaiknya dihindari termasuk dalam berpakaian," papar Dian kemudian. (aln/aln)











































