Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Wanita Ini Ditolak Naik Taksi Online karena Berhijab

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 21 Agu 2015 15:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Beberapa orang di luar negeri masih memandang wanita berhijab dengan sebelah mata. Hal tersebut membuat banyak hijabers merasa terintimidasi serta tak percaya diri. Kali ini kejadian tak menyenangkan dialami oleh hijabers Singapura dengan nama akun Facebook, Qyshia Santoz.

Ketika ingin pulang ke rumah dari mal Cathay Cineleisure, Singapura, ia memutuskan untuk menggunakan taksi online. Kemudian Qyshia memesan taksi melalui aplikasi handphone dan tak lama mendapatkan supir dengan mobil Mitsubishi Lancer. Ia pun menunggu di luar mal agar sang supir mudah menjemputnya. Namun sikap diskriminasi justru terjadi ketika supir taksi tersebut tiba-tiba melakukan pembatalan perjalanan hanya karena melihat Qyshia memakai jilbab.

Seperti status yang diunggah Qyshia ke Facebook, ia ditolak supir taksi karena berhijab. Kala itu Qyshia menelepon untuk memberitahu bahwa si supir yang terus berjalan melewatinya. Kemudian sang supir bertanya apakah ia merupakan wanita yang mengenakan scarf putih dan dress hitam? Dengan yakin Qyshia menjawab 'iya' dan berbalik menanyakan di manakah ia harus menunggu. Tak diduga supir tersebut benar-benar membatalkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sorry! I do not take people cover like that," ujar supir taksi yang telah dipesan oleh Qyshia.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Setelah menjawabnya, supir taksi online ini langsung menutup telepon. Qyshia sangat terkejut dan marah karena tindakan rasis sang supir, Ia kemudian menuliskan percakapan mereka di status Facebook. Status yang ditulisnya menjadi populer di internet dan di-screenshot oleh banyak pengguna media sosial. Isu itu juga terdengar oleh perusahaan taksi online tersebut.

Kini pihak perusahaan sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden yang dialami oleh Qyshia. Mereka meminta maaf dan mengatakan akan memberikan sanksi terhadap segala bentuk diskriminasi.

"Kita tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi rasial terhadap pengendara maupun penumpang, kita sedang mendalaminya lebih lanjut," tutur salah satu juru bicara dari perusahaan taksi itu.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads