ADVERTISEMENT

Cerita Zada Pemilik Brand Hijab naPocut Sukses Ubah Toko Offline Jadi Online

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 13 Des 2022 14:00 WIB
Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023. Zada Amanda menampilkan koleksi terbaru di JFW 2023. Foto: Dok. Instagram @napocut.
Jakarta -

Pengguna hijab dengan bahan plain paris bisa jadi akrab dengan brand yang satu ini, naPocut. Inilah sosok wanita di balik naPocut brand yang mengawali bisnis dari toko offline, kini juga sukses berjualan online.

Ialah Zada Amanda sosok wanita di balik brand hijab naPocut. Brand lokal yang pertamakali merilis koleksi di Jakarta Fashion Week 2023 ini dikenal karena konsisten membuat hijab dari bahan plain paris.

Zada menjelaskan perjalanan brand hijab naPocut berawal dari bisnis usaha keluarga. Bisnis keluarga tersebut terus dikembangkannya hingga kini dia juga menjual produk secara online.

Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023.Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023. Foto: Dok. Instagram @napocut.

"Usaha keluarga ketika itu hijab belum terlalu hits seperti sekarang. Makanya NaPocut itu berbeda dari yang lain karena punya royal customer yang dari dulu tahu plain voal paris," kata Zada Amanda kepada Wolipop beberapa waktu lalu.

"Dulu kan bisnis orang tua, sekarang dialihkan ke anak. Kita lebih explore dan sekarang modest fashion sudah berkembang banget. Kita lebih inovatif lagi," jelasnya.

Zada Amanda, pemilik brand hijab naPocut.Zada Amanda, pemilik brand hijab naPocut. Foto: Gresnia/Wolipop

Arti di Balik Nama NaPocut


Amanda mengungkapkan dirinya kerap ditanya oleh pelanggan soal arti nama brand NaPocut. Rupanya nama tersebut adalah gelar kebangsaan dari Aceh.

"Na itu artinya ada dan Pocut adalah gelar kebangsaan. Kebetulan saya dan keluarga itu kebangsaan. Kebetulan saya dan keluarga orang Aceh. Kita itu punya mimpi dari dulu being global. Walaupun dari kecil makanya nama itu merupakan doa kita," jelasnya.

Filosofi dari nama naPocut, Amanda berharap hijab buatannya bisa dipakai oleh wanita lintas generasi, mulai dari penyuka hijab polos hingga syari. Dia ingin memperlihatkan bahwa memakai hijab merupakan sebuah kebanggaan karena wanita menutup auratnya.

"Aku mau kasih lihat kalau ternyata pakai hijab itu sebagai penyempurna agama dan harus bangga menutup aurat dan menjadi identitas makanya kita membawa gelar bangsawan itu," tuturnya.

Dalam membuat koleksi naPocut, Zada terus berusaha membawa budaya Banda Aceh yang dijadikan motif. Misalnya pada 2022 ini, naPocut merilis mukena dengan motif Banda Aceh.

Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023.Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023. Foto: Dok. Instagram @napocut.

Semenjak Pandemi Raih Cuan

Mengenai nama, Zada mengatakan naPocut merupakan rebranding dari nama sebelumnya Pocut. Selain rebranding, wanita asal Banda Aceh, 6 Juni 1990 ini juga mencoba model bisnis yang berbeda dari sejak naPocut berdiri.

"Kita pertama kan kita offline dan menjadi poin (pembeda) naPocut dengan brand lain yang mulainya dari online. Kita tuh berbeda offline jadi online. Semenjak pandemi menjadi turning point dari naPocut," ucapnya.

Zada memutar otak untuk mulai berjualan online agar tetap bisa menghasilkan. "Itu tantangan banget kita itu organik dan tidak spending jor-joran marketing karena pandemi tidak banyak spending pengeluaran tapi tidak memecat karyawan. Alhamdulillah Allah kasih jalan, tadinya satu dua orang yang beli lewat online. Sekarang semakin bertambah banyak," tuturnya haru.

Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023.Momen saat brand hijab naPocut menampilkan koleksi busana dan hijab di JFW 2023. Foto: Dok. Instagram @napocut.

(gaf/eny)