Intimate Interview

Kenal Lebih Dekat Nina Nugroho, Desainer Baju Office Look untuk Muslimah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 20 Mei 2022 07:15 WIB
Foto perancang busana Nina Septiana, pemilik label Nina Nugroho. Foto: Dok. Nina Nugroho. Foto perancang busana Nina Septiana, pemilik label Nina Nugroho. Foto: Dok. Nina Nugroho.
Jakarta -

Nama desainer Nina Septiana, lewat brandnya Nina Nugroho tentu sudah tidak asing di kalangan pecinta fashion Tanah Air. Nina mulai menggeluti dunia fashion sejak 2010, dengan merancang dan memproduksi sendiri label busana muslimah miliknya bernama Saniyya.

Setelah tujuh tahun menekuni dunia fashion muslimah serta menerbitkan dua buku di bidang fashion, Nina akhirnya menemukan kekuatan diri dan ciri khasnya sendiri. Dia pun ingin bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk para wanita muslimah khususnya di bidang fashion. Pada awal 2016, Nina kemudian berkomitmen sebagai desainer busana muslimah dengan meluncurkan label Nina Nugroho yang diambil dari nama depannya dan nama keluarga.

"Kenapa Nina Nugroho lahir? Karena dua brand yang sebelumnya itu saya masih perpekstif-nya menjalankan hobi, pas lagi moodnya nggak ada ya sudah, sedangkan energi yang keluar kan sama, ada modal, uang dan waktu yang dialokasikan," ungkap Nina saat berbincang dengan Wolipop di Kuningan City, Jakarta Selatan.

Nina mulai berhijab sejak 2007. Ketika itu dia sempat merasakan stigma bahwa wanita berhijab berantakan. Ketika ia berhijab, teman-temannya sangat menyambut baik penampilannya. Mereka ingin mengenakan busana yang Nina kenakan. Kemudian ia membuat baju untuk dijual ke publik.

Setelah berbisnis, Nina malah merasa brand fashionnya semakin memburuk karena ia tidak fokus. Kemudian ia mendapat tantangan dari suaminya untuk membuat bisnis yang matang dan fokus.

"Akhirnya kepengen belajar yuk bikin bisnis yang serius kemudian lahirlah Nina Nugroho, dari 2016 tantangannya banyak banget. Di awal ada beragam kategori busana, semakin saya mempunyai banyak lini di dalam satu brand, saya akan dicari. Pertama ada busana kerja, signature, casual. Di awal keluar tiga lini brand, ternyata tidak begitu cara kerjanya," kenang Nina.

Nama Nina Nugroho sendiri dipilihnya agar dia bertanggung jawab dengan brand yang sudah dibangunnya. Jika memakai nama lain, Nina merasa tidak ada identitasnya. Pada saat memulai bisnis fashion dengan nama brand Nina Nugroho, produk yang dirilisnya adalah kebaya.

"Kebetulan baru pulang umrah tahun 2016, melihat pasar abaya bagus. Namun saya lupa ternyata tidak mengadaptasi kebiasaan orang Indonesia. Idealismenya masih lihat melihat prospek, bahkan abaya itu lumayan masuk modern market ke Debenhams. Cuma ide saya lebih cepat dibandingkan trennya. Akhirnya baru tren sekitar 2018, ada satu desainer membawa ke NY Fashion Week. Kemudian stagnan karena pasar nya tidak bertemu, lalu balik lagi ke tiga lini, signature, office dan kasual," tuturnya panjang lebar.

desainer Nina Septiana, pemilik label Nina NugrohoFoto desainer Nina Septiana, pemilik label Nina Nugroho Foto: Dok. Nina Nugroho.

Pada awalnya Nina masih mencari jati diri untuk label Nina Nugroho. Pada 2017, wanita kelahiran Cirebon, 21 September 1983 itu masih mencoba bertahan dengan tiga lini brand. Namun semakin lama cash flow, fokus pelanggan, fokus Nina, dan bagian produksi menjadi terbagi. Akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada office look.

"Sesuatu yang tidak fokus itu kita lakukan seadanya. Akhirnya nggak ketemu apa yang kita cari. Kemudian semakin lama, market-nya itu-itu saja, antara idealisme saya dan keinginan pasar tidak match. Akhirnya dihentikan dua brand saya itu, itulah tantangannya," terangnya.

Saat memutuskan untuk fokus membuat busana muslimah office look, Nina meriset keinginan pasar, me-validasi produk, menelaah customer behavior, customer experience, dan mencari tahu pelanggan loyal ke salah satu produk. Dia akhirnya memutuskan fokus pada kebutuhan wanita muslimah yang bekerja, karena belum banyak brand atau toko yang menyediakannya.

"Kalau di lihat dari jiwa saya lebih dekat ya Nina Nugroho untuk office, akhirnya tahun 2018 konsisten untuk busana kerja muslimah," ujarnya dengan ramah.

Semakin lama, karena Nina fokus menjadi satu-satunya brand di Tanah Air untuk busana kerja bagi muslimah, bisnisnya semakin berkembamg. Namun kemudian, dia mendapatkan banyak tantangan selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

Lalu bagaimana tantangan bisnis saat pandemi? Klik halaman selanjutnya ya!

Selanjutnya
Halaman
1 2 3