Menyapa Grup Vokal Hijabers Cianjur Putih Abu-abu yang Populer di YouTube

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 08 Sep 2020 18:18 WIB
Grup vokal putih abu abu Grup vokal Putih Abu-Abu saat berada di kantor Detikcom. Foto: Dikhy Sasra.
Jakarta -

Bagi kamu yang kerap menonton video trending di YouTube bisa jadi cukup familiar dengan grup vokal Putih Abu Abu. Sesuai namanya Sesuai namanya, grup vokal yang terdiri dari lima orang siswi SMA ini sempat Trending di Youtube karena mengcover lagu Aisyah Istri Rasulullah.

Lima orang remaja berhijab itu adalah Cheryllia Fatiansyah, Karina Amelia Putri (Karin), Tiara Oktafianik Kamilah (Taya), Reikhansa Dinda Agniya dan Neneng Intan Fitriani (Intan). Kelimanya mengawali kariernya sejak duduk di bangku SMA karena dibentuk sebagai grup vokal oleh guru sekolah mereka di Cianjur, Jawa Barat.

"Pertama itu diajak sama Pak Ogan pada 2017. Beliau adalah guru matematika dan seni juga sekaligus walikelas dari Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Direkrutlah aku, sama Reikhansa untuk bikin iseng cover. Dan semakin lama ditambah lagi ada Karin, Taya, Cheryl yang terbaru," ungkap Intan saat diwawancara Wolipop bersama keempat personel Putih Abu Abu di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

Putih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom.Putih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom. Foto: Dikhy Sasra.

Berdiri pada 2017, guru sekolah Cheryl, Intan, Karin, Taya dan Reikhansa lah yang menemukan nama Putih Abu-abu sebagai nama grup vokal mereka. Intan mengatakan alasan pemilihan nama Putih Abu-Abu karena anak SMA identiknya dengan seragam putih abu-abu.

Seiring perjalannya, menurut Intan, saat ini personel Putih Abu-abu ada 14 orang. Para personel Putih Abu-abu ini kini bukan hanya wanita saja, tapi juga ada pria. Sebagian pun ada yang sudah bukan anak SMA lagi alias sudah duduk di bangku kuliah.

Masuk label musik ternama

Personil grup Putih Abu-abuPutih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom. Foto: Gresnia Arela/Wolipop.

Setelah berdiri dan kerap membuat cover lagu di YouTube, grup vokal Putih Abu-Abu banyak mendapatkan undangan ke sekolah-sekolah dan kampus untuk menyanyi. Mereka pun semakin populer hingga memiliki lebih dari empat juta subscriber di YouTube dan mempunyai lebih dari 306.000 pengikut Instagram di akun @abuabup. Hingga akhirnya mendapatkan tawaran masuk label musik Warner Indonesia datang pada November 2019.

"Awalnya dikira untuk mengcover lagu-lagu. Ternyata nggak, kita malah ditawarkan untuk masuk label Warner," kata Intan.

Kelima wanita berhijab itu pun merasa senang dan tak menyangka mereka ditawari label musik ternama untuk rekaman. Bahkan mereka awalnya sama sekali tak tahu apa itu label musik.

"Kami senang dan gak menyangka banget, sampai sekarang ini. Aku juga bingung awalnya nggak tahu apa sih label itu? Dan waktu Pak Ogan menjelaskan dan kita sempat nggak percaya," ujar Cheryl.

Bagi waktu musik dan sekolah

Personil grup Putih Abu-abuPutih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom. Foto: Gresnia Arela/Wolipop.

Bergabung dengan label musik Warner Music Indonesia dan rutin membuat video cover lagu, kelima hijabers ini mengaku tak terganggu antara musik dan urusan sekolah. Karena biasanya mereka membuat cover lagu di akhir pekan.

Jika ada jadwal mengisi acara yang bentrok dengan jam sekolah, mereka pun meminta izin kepada pihak sekolah. Mereka juga akan mengerjakan tugas sekolah di studio atau di sela-sela sebelum tampil.

"Kalau nilai alhamdulillah tidak menganggu. Kalau ada ujian harus bolak-balik Cianjur-Bogor. Karena pandemi jadi bisa disiasati ujian dan tetap bikin konten," tutur Intan yang kini sudah duduk dibangku kuliah.

Bisa eksis menjadi grup vokal dengan tetap memakai hijab, Putih Abu-abu berharap mereka bisa jadi inspirasi untuk anak muda lainnya. "Buat siswi SMA lainnya yang berhijab, jangan pernah lepas hijab kalian buat tren sekarang. Kadang ada juga orang yang mau berkarya tapi dia rela melepaskan hijabnya demi karier," ucap Cheryl.

Putih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom.Putih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom. Foto: Dikhy Sasra.


Simak Video "Dengerin Musik Bertempo Lambat dan Nyanyi Bersama Bisa Minimalisasi Stres"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)