Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Otak Kamu Butuh Reset, Sains Jelaskan Pentingnya 'Me Time' Tiap Hari

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Minggu, 30 Nov 2025 15:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Rekomendasi Tempat Spa di Jakarta untuk Bunda Me Time
Foto: Getty Images/Nattakorn Maneerat
Jakarta -

Setiap orang tentu membutuhkan waktu untuk menikmati momen sendirian-atau istilah populernya, me time. Entah itu minum kopi sendiri di kafe favorit, menyalurkan hobi, atau sekadar santai di rumah sambil menonton film favorit.

Meski terlihat sederhana, tahukah kamu bahwa aktivitas 'me time' ternyata ada penjelasan ilmiah dan manfaatnya untuk kesehatan mental?

Neuropsikolog dan terapis menyebut bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri secara terencana dapat membantu otak beristirahat dan kembali reset-sesuatu yang sebenarnya jarang kita berikan untuk diri sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesendirian memberikan 'ruang napas' mental yang dibutuhkan otak untuk memproses hari atau minggu yang melelahkan. Ada alasan biologis mengapa hal ini bekerja, dan sejumlah pakar kesehatan mental menjelaskan mekanisme di baliknya. Seperti apa?

Pada dasarnya, 'me time' adalah bentuk perlindungan kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

"'Me time' penting karena otak tidak bisa terus berada dalam mode reaktif tanpa batas. Pada titik tertentu, ia akan mulai kelelahan," jelas Sanam Hafeez, PhD, seorang neuropsikolog, seperti dikutip dari Real Simple.

"Ketika kita terus-menerus merespons orang, tugas, atau notifikasi, rangkaian stres tetap aktif dan prefrontal cortex jadi cepat lelah. Dampaknya, fokus menurun, kesabaran menipis, dan hal kecil terasa lebih besar dari seharusnya," tambahnya.

Menurut Sanam, bahkan jeda singkat-seperti beberapa menit tanpa stimulasi-cukup membantu otak melakukan reset. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa istirahat mental dapat mengembalikan fungsi di bagian otak yang bertanggung jawab atas refleksi dan pemecahan masalah. Bagian ini biasanya aktif ketika pikiran berkelana dan tidak fokus pada tugas berat.

"Ketika pikiran mendapatkan jeda dari berbagai input, hormon stres menurun, regulasi emosi membaik, dan kejernihan berpikir meningkat," kata Sanam.

Manfaat 'Me Time' Bagi Kesehatan Mental

1. Mengurangi Stres

Manfaat terbesar dari 'me time' adalah efeknya pada sistem stres tubuh.

"Ketika menjauh sejenak dari tuntutan yang tak ada habisnya, kadar kortisol menurun dan amigdala-bagian otak yang memicu kecemasan-menjadi lebih tenang," kata Sanam.

Penelitian menunjukkan bahwa waktu sunyi atau aktivitas dengan stimulasi rendah dapat menenangkan amigdala dan mengatur ulang sistem saraf.

2. Meningkatkan Memori dan Kreativitas

Me time juga memberikan dorongan pada fungsi kognitif.

"Jeda mental mengaktifkan default mode network, yang berhubungan dengan memori, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah," tutur Sanam.

Ketika jaringan ini kembali aktif, seseorang cenderung berpikir lebih jernih, membuat keputusan lebih baik, dan merasa lebih segar secara mental.

3. Menurunkan Risiko Burnout

Burnout yang parah bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berfungsi optimal. Sejumlah studi menunjukkan bahwa 'me time' dapat mengurangi risiko gejala kecemasan dan burnout.

Karla Ivankovich, PhD, LCPD, konselor klinis bersertifikat dan co-founder One Patient Global Health Initiative, menjelaskan bahwa rutinitas 'me time' yang konsisten terbukti menurunkan gejala kecemasan secara signifikan.

Tips Menikmati 'Me Time' di Tengah Kesibukan

Tidak perlu seharian penuh jika ingin menikmati 'me time'. Waktu senggang kecil di antara aktivitas justru bisa sangat efektif asalkan dilakukan konsisten.

1. Cari Celah Waktu Kecil

"Bagi seseorang yang sudah merasa kewalahan, 'me time' bisa terdengar mustahil. Padahal durasinya tidak harus lama," jelas Sanam.

Karla merekomendasikan teknik sederhana seperti lima menit pernapasan, jalan kaki sepuluh menit, jurnal singkat, atau membaca beberapa halaman buku untuk mengembalikan keseimbangan.

2. Padukan dengan Kebiasaan Lain

Habit stacking bisa membantu. "Jika kamu commuting, gunakan sebagian waktu perjalanan untuk hening, bukan scrolling atau membalas pesan," kata Sanam.

Saat makan siang, sempatkan jalan keluar selama lima menit sebelum kembali bekerja. Karla juga menyarankan untuk mengombinasikan meditasi dengan seruput kopi pagi atau mendengarkan musik menenangkan selama perjalanan.

3. Jadwalkan Secara Teratur

Karla menyarankan menjadwalkan 'me time' layaknya kegiatan penting lainnya.

"Coba blok waktu 10-20 menit setiap hari dengan label 'Self-Care/Me Time.
Sikap ini akan membuat "me time" tak lagi jadi pilihan opsional tapi kebutuhan rutin," pungkas Karla.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Wolipop Signature
Detiknetwork
Hide Ads