Berat Badan Susah Turun di Usia 40-an? Coba Cara Diet Ini
Banyak wanita mulai merasakan perubahan signifikan pada tubuh mereka saat memasuki usia 40-an. Secara ilmiah, ini adalah fase di mana metabolisme tubuh mulai melambat.
Berdasarkan penelitian dari Harvard Health Publishing, kecepatan metabolisme basal-jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat- menurun sekitar 5% setiap dekade setelah usia 30 tahun. Artinya, begitu memasuki usia 40-an, tubuh membakar kalori lebih sedikit meski aktivitas yang dilakukan tetap sama seperti dulu.
Hal ini diperparah oleh penurunan massa otot dan perubahan hormon, terutama kadar estrogen yang mulai turun. Kondisi ini berpengaruh besar terhadap distribusi lemak tubuh, membuat lemak lebih mudah menumpuk di area perut dan paha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tidur yang tidak berkualitas dan meningkatnya kadar stres di usia 40-an dapat memicu peningkatan hormon kortisol. Kondisi ini berkaitan langsung dengan peningkatan nafsu makan dan penimbunan lemak di tubuh.
Tak heran, banyak wanita yang mengeluh berat badan susah turun di usia 40-an, meski sudah mengatur pola makan dengan ketat. Kabar baiknya, sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa cara diet yang tepat bisa membantu mengembalikan metabolisme dan menurunkan berat badan secara signifikan, bahkan di usia 40-an ke atas.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam JAMA Network Open pada 1 Oktober 2024 mengungkapkan bahwa kombinasi tiga strategi diet berikut terbukti efektif membantu penurunan berat badan dalam waktu relatif cepat. Tiga hal itu adalah diet intermittent fasting (IF), mengurangi jumlah makan harian dan memfokuskan asupan kalori di waktu lebih awal.
Para peneliti dari Bond University di Australia menganalisa 29 uji klinis dengan total 2.485 responden. Tujuannya untuk melihat apakah mengubah waktu makan memberikan hasil lebih signifikan dibandingkan sekadar mengubah jenis makanan yang dikonsumsi.
Hasilnya menunjukkan bahwa pola makan berbasis waktu, terutama menjaga jendela makan delapan jam sehari, menghasilkan penurunan berat badan paling banyak.
Bagaimana Cara Kerja Diet Intermittent Fasting (IF)?
Diet IF adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa secara berkala. Salah satu metode paling populer adalah 16:8, di mana seseorang berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
Jika dilakukan secara konsisten selama tiga bulan, hasilnya bisa lebih efektif dibandingkan diet konvensional. Kuncinya adalah menjaga waktu makan tetap teratur, bukan hanya membatasi jumlah kalori.
"Kadar kortisol meningkat saat kita makan. Jika kamu berhenti makan pada pukul 7, tubuh punya waktu untuk mencerna makanan, metabolisme mulai melambat dan beberapa jam kemudian, saat kita siap untuk tidur, melatonin jadi punya waktu untuk naik dan membantu tertidur," ujar pakar diet Stephanie Schiff, seperti dikutip dari New York Post.
Penelitian yang sama juga menemukan bahwa mengonsumsi kalori lebih awal dalam sehari-misalnya saat sarapan dan makan siang-dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif. Alasannya, tubuh memiliki kemampuan metabolisme yang lebih tinggi di pagi dan siang hari.
Sementara itu, mengurangi frekuensi makan sepanjang hari juga bisa membantu menambah efektivitas penurunan berat badan, meski tidak sebesar dua metode lainnya.
Jadi, meskipun berat badan lebih sulit turun di usia 40-an, bukan berarti mustahil. Kombinasi antara intermittent fasting, mengatur waktu makan, serta fokus pada kalori di awal hari terbukti mampu membantu tubuh menyesuaikan metabolisme dan membakar lemak lebih efisien.
Kuncinya adalah konsistensi dan pemahaman terhadap ritme tubuh sendiri. Pastikan juga untuk tetap tidur cukup, berolahraga teratur, dan menjaga pola makan seimbang agar hasil diet bisa bertahan dalam jangka panjang.
(hst/hst)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Pahami Jam Makan yang Baik untuk Diet, dari Sarapan sampai Makan Malam
Ini Sayuran Paling Sehat Menurut Sains, Rendah Kalori Bisa untuk Diet
Angelina Jolie Buka-bukaan soal Mastektomi, Perlihatkan Bekas Operasi di Dada
Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 628 M Terkait 2 Wanita Kena Kanker Ovarium
Nggak Cuma Enak Jadi Camilan, Dark Chocolate Juga Bisa Memperlambat Penuaan
10 Transformasi Song Hye Kyo dengan Rambut Bondol, Wolf Cut Bikin Heboh
8 Pasangan Drakor 2025 Paling Bikin Baper, Ada Jang Ki Yong-Ahn Eun Jin
Pesona Shaloom & London Jadi Model Catwalk, 2 Putri Wulan Guritno Memukau
Bukan Kasar! Ini 11 Tanda Perempuan Cerdas dan Bermental Kuat











































