6 Penyebab Keputihan, Ada yang Berbau Hingga Bikin Gatal

Annissa Kamila - wolipop Rabu, 07 Apr 2021 14:45 WIB
Young woman having painful stomachache with hands holding pressing her crotch lower abdomen. Medical or gynecological problems, healthcare concept Penyebab keputihan. Foto: iStock
Jakarta -

Organ intim wanita sangat penting untuk dirawat agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan seperti termasuk keputihan. Keputihan sendiri sebenarnya hal yang normal dialami wanita. Namun, beberapa jenis keputihan dapat menjadi pertanda terjadinya infeksi. Apa penyebab keputihan?

Keputihan yang patut diwaspadai biasanya berbau, memiliki warna dan tekstur yang berbeda dari biasanya. Infeksi yang disebabkan oleh jamur atau bakteri pada umumnya akan menyebabkan ketidaknormalan ini.


Berbagai Penyebab Keputihan

Keputihan yang normal dapat menandakan bahwa tubuh kita sehat. Namun ada beberapa hal yang menjadikan keputihan menjadi tidak normal yang disebabkan oleh infeksi. Berikut enam penyebab keputihan:

1. Bakteri Vaginosis

Bakteri vaginosis adalah infeksi bakteri yang umumnya terjadi karena adanya pertumbuhan bakteri yang berlebih. Bakteri anaerob meningkat sehingga menyebabkan keputihan yang berbau dan terkadang amis. Dalam beberapa kasus, keputihan ini tidak menimbulkan gejala lainnya.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah jenis infeksi lain yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme yang bersel tunggal lainnya. Infeksi biasanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat ditularkan melalui handuk atau pakaian renang. Penyebab keputihan karena trikomoniasis menyebabkan cairan keputihan berwarna kelabu atau putih. Nyeri, radang dan gatal menjadi gejala yang umum terjadi, meskipun beberapa orang tidak mengalaminya.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur menjadi salah satu penyebab keputihan. Saat terjadi infeksi jamur, vagina akan mengeluarkan cairan putih, muncul sensasi panas dan rasa gatal di sekitar daerah kewanitaan. Kehadiran jamur pada daerah ini adalah keadaan normal, tetapi pertumbuhannya bisa berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu. Berikut ini kemungkinan faktor penyebab terjadinya infeksi jamur:

- Stres

- Diabetes

- Penggunaan pil KB

- Kehamilan

- Antibiotik, terkhusus penggunaan jangka panjang selama 10 hari.

4. Gonore dan Klamidia

Gonore dan Klamidia adalah penyakit menular seksual yang terjadi karena infeksi bakteri. Keputihan yang disebabkan oleh penyakit gonore dan klamidia cirinya adalah keluarnya cairan abnormal berwarna kuning atau kehijauan atau keruh.

5. Penyakit Radang Panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) terjadi karena bakteri yang ditularkan melalui hubungan intim dan lebih mudah menyebar saat menstruasi. Hal ini dapat menjadi penyebab keputihan berat. Saat terjadi keputihan akan keluar cairan yang berbau busuk, demam tinggi, menggigil dan kehilangan nafsu makan disertai rasa nyeri pada perut.

6. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks

Hal ini dapat disebarkan melalui hubungan seksual. Sehingga dapat mengakibatkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak bergejala, jenis kanker ini dapat menyebabkan keputihan dengan warna seperti darah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat diketahui melalui pemeriksaan Pap smear dan pengujian HPV.

Itulah berbagai penyebab keputihan. Jika kamu mengalami hal-hal seperti ini, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan. Gejala keputihan yang harus diwaspadai antara lain: demam nyeri di perut penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan, dan peningkatan buang air kecil.



Simak Video "Temuan Kepolisian soal Skandal yang Jerat Kris Wu"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)