Horor Olahraga Terlalu Intens, Ginjal Wanita Ini Nyaris Rusak

Hestianingsih - wolipop Rabu, 31 Mar 2021 16:25 WIB
Side view image of fitness woman doing sit ups on an exercise mat. Muscular young woman lying on exercise mat with her hands behind head doing stomach exercises. Ilustrasi wanita olahraga. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Olahraga bermanfaat dan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Tapi jika dilakukan secara berlebihan dan terlalu dipaksakan, bisa berdampak buruk, bahkan mengancam nyawa. Seperti yang dialami wanita satu ini.

Atrina Lau asal Malaysia nyaris mengalami kerusakan ginjal akibat olahraga berlebihan yang terlalu intens dan tidak sesuai kemampuan fisik. Untuk menyehatkan badan, Atrina mengikuti kelas spinning atau olahraga menggunakan sepeda statis.

Setelah kelas selesai, kedua kakinya terasa lemas, sehingga ia berjalan dengan terpincang-pincang. Awalnya Atrina mengira kalau itu hanya nyeri otot yang biasanya dialami setelah latihan fisik berat.

Sebab ini pertamakalinya dia ikut kelas spinning dan sudah lama juga dirinya tak olahraga. Namun tiga hari setelahnya rasa sakit di kaki tak kunjung hilang. Dia juga jadi kesulitan jongkok bahkan duduk.

Atrina mulai khawatir ketika urine nya berwarna cokelat. Dirinya pun mulai menggali informasi dari internet terkait nyeri otot namun tidak juga menemukan jawaban yang memuaskan.

"Saya sadar setelah beberapa hari, urine mulai berwarna kecoklatan dan nyeri otot makin tak tertahankan," curhat Atrina pada laman akun Facebook-nya.

Young Pregnant woman getting ready for Natural Childbirth while lying in her hospital bedIlustrasi wanita diinfus. Foto: iStock

Ia pun bergegas ke UGD rumah sakit untuk cek darah dan urine. Tak berapa lama, dokter memberitahu hasil diagnosanya, kalau dia menderita rhabdomyolysis. Yakni kondisi yang disebabkan cedera otot.

Rhabdomyolysis merupakan sebutan untuk jaringan otot mati yang melepaskan serat-seratnya ke aliran darah. Kondisi ini membuat level creatinine kinase dalam tubuhnya tinggi.

Creatinine kinase adalah protein yang dilepaskan oleh otot ketika rusak atau robek. Pada darah Atrina, levelnya sudah mencapai titik mengkhawatirkan, hingga berpotensi membuat ginjalnya rusak.

Seperti diberitakan World of Buzz, Atrina harus diopname dan diinfus cairan hidrasi. Dia juga diminta minum banyak air putih selama empat hari dirawat.

Berkat konsisten minum banyak air putih, level creatinine kinase dalam tubuhnya turun dengan cepat, dan akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Lewat unggahan di Facebook, Atrina mengingatkan netizen lain bahwa rhabdomyolysis tidak hanya terjadi karena olahraga spinning saja. Tapi juga bisa terjadi pada orang-orang yang terlalu intens olahraga.

Maka dari itu berolahraga lah sesuai kemampuan. Ketika tubuhmu sudah mengirimkan sinyal bahaya, maka hentikan atau perlambat gerakan.

"Pastikan selalu cukupi cairan setelah menjalani latihan intens seperti apa pun. Jika mengalami gejala yang sama seperti saya, langsung perg ke dokter," tutupnya.

(hst/hst)