Bayi Palestina Lahir dari Hasil Penyelundupan Sperma di Penjara Israel

Hestianingsih - wolipop Jumat, 19 Feb 2021 12:59 WIB
Bayi Baru Lahir Ilustrasi bayi. Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita Palestina melahirkan bayi dengan cara tak biasa. Bayi tersebut berasal dari sperma selundupan suami yang menjadi tahanan di penjara Israel.

Mojahed Al-Noor, merupakan bayi ke-96 yang dihasilkan dari sperma selundupan, seperti dilaporkan Palestine Center for Prisoners Studies. Dia merupakan anak dari Mohammed Al-Qedra, pria Palestina yang ditahan Israel sejak Juli 2014 saat serangan di Jalur Gaza.

Mohammed dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan telah menjalani masa hukuman 6,5 tahun. Artinya pria 35 tahun ini baru bisa bertemu putra keempatnya itu 4,5 tahun lagi.

Kepala Palestine Center for Prisoners Studies Riyad Al-Ashqar menyatakan bahwa jumlah bayi yang lahir dari sperma selundupan jumlahnya terus bertambah. Aksi penyelundupan sperma ini terjadi sejak delapan tahun lalu.

"Operasi penyelundupan sperma ke luar penjara dimulai pada 2012. Ini menjadi tantangan nyata bagi Israel yang berusaha membunuh semua arti kehidupan bagi para tahanan," ujar Riyad, seperti dikutip dari SAFA.

Adik Mohammed, Manal Al-Qedra, mengatakan ini merupakan kali ketiga kakaknya menyelundupkan spermanya ke luar penjara Israel setelah dua percobaan sebelumnya gagal.

"Meskipun kami berbahagia dengan kelahiran Mojahed, kebahagiaan belum lengkap karena saudara kami masih dipenjara sekitar 4,5 tahun lagi," kata Manal, dilansir Anadolu Agency.

Metode Penyelundupan Sperma Masih Jadi Misteri

Dua dokter kandungan ahli fertilitas dari West Bank menyatakan tidak mengetahui metode yang dilakukan para tahanan dan istrinya untuk menyelundupkan sperma. Mereka hanya membantu proses penanaman sperma ke rahim hingga terjadi kehamilan dan kelahiran.

"Sejujurnya saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya dan tidak mau tahu. Saya tidak mau terlibat di masalah politik. Saya membantu mereka hanya atas dasar kemanusiaan. Semua orang memberi banyak perhatian ke tahanan, tapi para wanita ini benar-benar menderita," ujar Dr Salem Abu Khaizaran, salah satu dokter ahli fertilitas saat diwawancara BBC pada 2013.

Dr Salem menjelaskan para wanita ini membawa sperma ke kliniknya hanya ditempatkan dalam botol kecil bahkan gelas plastik. Dalam kondisi normal, sperma memang bisa bertahan hingga 48 jam sebelum dibekukan untuk menjalani program bayi tabung.

Biasanya istri-istri para tahanan berhasil membawa sperma ke klinik dalam waktu kurang dari 48 jam. Namun tak sedikit juga sperma yang datang sudah dalam kondisi tidak bagus sehingga mereka harus mencoba menyelundupkannya lagi.

Sebelum proses pembuahan sel telur oleh sperma selundupan dilakukan, dokter akan minta bertemu dengan keluarga dari pihak istri dan suami yang bisa mengonfirmasi, apakah sperma tersebut benar berasal dari pasangan sah. Istri kemudian disarankan mengumumkan bahwa mereka akan mengandung janin dari sperma suaminya di penjara.

"Ketika seluruh desa tahu suami wanita tersebut dipenjara 10 atau 15 tahun kami tidak ingin dia tiba-tiba terlihat di jalanan dengan perut yang membesar," kata Dr Salem.

Hal ini menurutnya perlu dilakukan untuk menghindari gosip-gosip tidak sedap yang menganggap bahwa wanita tersebut berselingkuh saat suaminya di penjara. Sementara itu pihak penjara Israel juga tidak tahu bagaimana penyelundupan sperma tahanan itu terjadi. Sebab penjara di Israel dijaga sangat ketat.

(hst/hst)