Kebanyakan Olahraga, Wanita Ini Malah Didiagnosis Kena Penyakit Mematikan

Vina Oktiani - wolipop Minggu, 30 Agu 2020 19:30 WIB
Kiana Alvarez Kiana Alvarez / Foto: Instagram/kianaalv
Jakarta -

Olahraga adalah hal yang cukup penting dan baik bagi kesehatan tubuh. Namun jika dilakukan secara berlebihan hal itu justru bisa berdampak buruk bagi tubuh. Seperti yang dialami oleh wanita 23 tahun yang satu ini. Akibat terlalu berlebihan berolahraga, wanita tersebut kini malah didiagnosis terkena penyakit yang mematikan.

Seperti dikutip dari Mirror, wanita bernama Kiana Alvarez terpaksa harus berjuang untuk bernapas setelah dirinya merasakan sakit yang sangat hebat akibat terlalu berlebihan berolahraga. Kiana didiagnosis menderita rhabdomyolysis, yang menyerang otot ginjalnya.

Rhabdomyolysis adalah sindrom langka. Penyakit tersebut berpotensi mengancam nyawa dan merusak otot serta menghancurkan ginjal.

Kiana AlvarezKiana Alvarez Foto: Instagram/kianaalv

Awalnya Kiana mengira bahwa itu hanya karena otot-otot tubuhnya sedang tegang. Namun setelah merasakan sakit yang semakin hebat hingga dirinya tidak bisa berdiri tegak dan mengambil napas, dia lalu menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Kiara baru menyadari penyakitnya itu setelah dia melihat unggahan Instagram dari binaraga idolanya yang bernama Dana Linn Bailey yang telah dibagikan sekitar satu tahun yang lalu. Dalam unggahannya itu Bailey menceritakan bahwa dirinya juga terkena rhabdomyolysis akibat terlalu banyak berolahraga.

"Saya seorang atlet dan saya juga sangat kompetitif dengan diri saya sendiri, jadi tentu saja saya akan mendorong diri saya sekuat mungkin. Saya hanya tidak tahu bahwa hal seperti ini bahkan bisa terjadi. SAYA BENAR-BENAR TERLATIH. Sebenarnya ini hal yang nyata, yang F ****** tahu !!! Lol. Saya tidak menyadari ada yang salah sampai sekitar lima hari kemudian. Bagi saya itu hanya terasa seperti latihan kardio yang sangat bagus. Saya pikir saya bahkan telah melatih kaki saya setelah latihan itu, dan saya juga melatih sisa minggu ini," jelas Bailey dalam unggahan Instagramnya.

Setelah melihat unggahan tersebut, Kiana lantas pergi ke dokter dan meminta untuk melakukan tes 'rhabdo'. Berdasarkan hasil tes tersebut, ditemukan bahwa tingkat kreatin kinase dalam darahnya, yang dilepaskan saat sel rusak sangatlah tinggi. Menurut penuturan Kiana, kreatin kinase miliknya sekitar 40 kali melebih tingkat normal, yaitu sekitar 10.000, bukan 200.

Rhabdo sendiri dapat menyebabkan gagal ginjal dan kerusakan jantung. Penyakit tersebut sering ditemukan pada rekrutan militer dan atlet yang terus mengerahkan tenaga hingga melewati titik kelelahan. Biasanya penderita yang mengalami kondisi ini akan dirawat dengan cairan infus untuk membantu produksi air seni sehingga dapat mencegah gagal ginjal.

Kiana sendiri mengatakan bahwa dirinya memang tidak minum cukup air sebelumnya. Dia juga selalu berolahraga sebelum makan serta dalam keadaan yang dehidrasi.

(vio/vio)