Kolik pada Bayi: Tanda, Penyebab dan Tips untuk Orang Tua

Lusiana Mustinda - wolipop Minggu, 12 Jul 2020 16:35 WIB
Ilustrasi bayi menangis Kolik pada bayi. (Foto: istock)
Jakarta -

Bunda, mungkin pernah mengalami bayi Bunda menangis lebih dari 3 jam dalam satu hari. Jika pernah, Bunda perlu tahu bahwa itu tanda bayi menderita Kolik.

Kolik adalah kondisi di mana bayi sangat sehat namun sering menangis atau rewel dalam waktu yang lama. Dikutip dari familydoctor.org, kolik dapat terjadi pada 4 sampai 6 minggu setelah bayi lahir. Meski ada juga kolik terjadi saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan.

Kolik terjadi dengan penyebab yang kurang jelas. Sehingga terkadang, Bunda pun kebingungan karena tak ada yang bisa dilakukan untuk meredakan tangis sang bayi. Tak jarang beberapa Bunda frustasi atau stres ketika menghadapi bayi menderita Kolik.

Bunda perlu tahu, ada beberapa penyebab kolik pada bayi baru lahir. Seperti, perkembangan sistem pencernaan yang menyebabkan otot-otot sering kejang, gas, hormon yang menyebabkan sakit perut atau kolik hingga ketakutan atau frustasi.

Nah, Bunda berikut gejala dan tanda-tanda kolik pada bayi:

1. Menangis tanpa penyebab yang jelas, bukan karena popok bayi kotor, lapar atau lelah.
2. Saat terjadi kolik bayi mungkin akan menarik kakinya, mengepalkan tinjunya dan umumnya menggerakkan kaki dan tangannya lebih sering.
3. Bayi juga sering akan menutup matanya atau membukanya sangat lebar, mengerutkan alisnya bahkan menahan napas sebentar.
4. Aktivitas usus dapat meningkat dan ia dapat mengeluarkan gas atau muntah.
5. Makan dan tidur terganggu. Bayi juga panik ketika mencari puting susu tetapi menolak saat mulai disusui atau tertidur setelah beberapa saat menangis.

Tahukah Bunda, perbedaan antara kolik dan menangis normal?

Dikutip dalam What to Expect, kolik pada bayi biasanya disertai dengan tangisan yang lebih keras, lebih intens dan bernada lebih tinggi daripada tangisan normal, kadang-kadang hampir seperti menjerit. Bayi yang kolik juga tampak tidak dapat dihibur dan cenderung menangis setidaknya selama tiga jam per hari.


Bunda tak perlu panik. Saat terjadi Kolik pada bayi, buatlah ia tenang. Cobalah membuat lingkungan yang damai sehingga membantunya rileks. Meredupkan lampu, berbicara atau bernyanyi dengan nada yang menenangkan.

Lalu bagaimana tips untuk mengatasi kolik? Respons tangisan yang mejadi satu-satunya cara berkomunikasi dengan bayi. Pastikan selalu awasi bayi saat terjadi kolik, ibu dan ayah bisa menjaganya bergantian. Selain itu orang tua perlu tetap tenang.

Ada beberapa langkah untuk menenangkan bayi:

1. Pastikan bayi tidak lapar
2. Ubah posisi tidur bayi
3. Gunakan dot
4. Gunakan white noise seperti kipas, mesin, cuci atau mesin pencuci piring atau rekaman detak jantung

Kolik pada bayi bahayakah? Kondisi ini sebenarnya termasuk normal dan tidak berdampak buruk dalam jangka panjang.

Tips mencegah terjadinya kolik pada bayi adalah:

1. Mengganti botol susu bayi dengan jenis lain. Lubang yang terlalu kecil pada botol bayi bisa menyebabkan anak lebih banyak menelan udara daripada cairan.
2. Jika bayi menyusu sebaiknya ibu menghindari konsumsi terlalu banyak kopi, teh dan makanan pedas.
3. Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut agar si kecil bisa sendawa sehabis makan atau minum agar tidak terjadi kolik pada bayi.

Kesimpulannya, Bunda tak perlu panik ketika si bayi menderita kolik. Lakukan tips di atas saat ananda menangis tanpa penyebab jelas.. '



Simak Video " Wujud Masker Rp 22 Miliar Bikinan Israel Berlapis Emas dan Berlian"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)