Benarkah Terlalu Lama Tinggal di Rumah Bisa Bikin Imun Tubuh Menurun?

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 03 Jun 2020 06:00 WIB
Women sewing protective mask, Quebec, Canada Foto: Getty Images/lisegagne
Jakarta -

Pandemi Corona membuat kita harus melakukan isolasi diri dan lebih banyak berdiam di rumah. Namun walaupun sudah berdiam diri di rumah dan melakukan tindakan pencegahan Corona semaksimal mungkin, terkadang masih ada saja kekhawatiran yang timbul. Kekhawatiran tersebut yang lalu memunculkan banyak pertanyaan dalam benak kita, salah satunya adalah mengenai kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh kita. Apakah benar jika terlalu lama tinggal di rumah justru akan membuat kekebalan tubuh jadi melemah?

Seperti dikutip dari MSN News, menurut pendapat dari para ahli, tinggal di rumah dalam jangka waktu yang panjang tidak akan melemahkan sistem kekebalan tubuhmu dan membuatmu lebih rentan terhadap COVID-19. Natasha Bhuyan, MD, seorang dokter keluarga mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan kekebalan tubuh bisa menjadi lemah karena tinggal di rumah untuk jangka waktu yang lama.

"Kenyataannya adalah sistem kekebalan tubuh kita dibangun selama bertahun-tahun dari berbagai faktor. Dan sementara kita tinggal di rumah, kita masih tetap terkena berbagai macam jenis patogen di rumah kita," kata Natasha.



Sederhananya, walaupun kamu lebih banyak berdiam diri dan kurang berinteraksi, hal itu tidak akan mempengaruhi kekebalan tubuhmu untuk melawan penyakit. Namun ada beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuhmu selama berada di dalam rumah yang perlu kamu ingat.

1. Kurangnya Sinar Matahari

Mendapat sinar matahari yang lebih sedikit dari biasanya tidaklah baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuhmu. Tubuhmu membutuhkan vitamin D yang bisa diperoleh dari sinar matahari untuk menjadi lebih sehat. Selama berada di rumah, ada banyak hal yang masih bisa kamu lakukan untuk memperoleh sinar matahari, seperti dengan berjemur di halaman rumah atau bersepeda dan berjalan di sekitar rumah dengan menggunakan masker.

Berdasarkan sebuah penelitian pada 2010 yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, berjemur dan menyerap sinar matahari 10-30 menit beberapa kali seminggu dapat menghasilkan cukup vitamin untuk membuatmu tetap sehat. Itulah mengapa walaupun berada di dalam rumah, kamu tetap membutuhkan asupan sinar matahari.

2. Stres

Tinggal dalam jangka waktu yang lama di rumah memang tidak akan mempengaruhi kekebalan tubuhmu, kecuali jika kamu mengalami stres. Seperti yang dijelaskan oleh psikiater Jared Heathman, MD, kepada Best Life, stres dapat meningkatkan jumlah hormon kortisol dalam aliran darah seseorang, yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah. Ketidakseimbangan kortisol tersebut bisa mendorong peningkatan produksi glukosa yang dapat menyebabkan sistem kekebalan mengalami kewalahan dan menyebabkan keterlambatan dalam membunuh bakteri dan virus yang membuat kita sakit.



Selain itu, stres juga dapat mempengaruhi berbagai hal di seluruh tubuhmu. Misalnya, John Satino, direktur klinik di Hair & Scalp Laser Clinics di Clearwater, Florida, melaporkan peningkatan jumlah pasien yang melaporkan kerontokan rambut dalam beberapa minggu terakhir. Hal itu dikenal sebagai kondisi Alopecia Areata, dimana kondisi tersebut terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang rambut, yang mengakibatkan kerontokan rambut secara tiba-tiba. Kondisi itu dapat terjadi jika seseorang mengalami stress berat.

Walaupun dalam era pandemi Corona saat ini tidak mudah untuk menghindari serangan stres, namun ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya. Natasha Bhuyan menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan tidur setidaknya selama delapan jam setiap malamnya. Selain itu, membuat jurnal, melakukan meditasi dan konseling juga dapat dilakukan untuk mengurangi stres yang dirasakan.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)