Pilu! Sopir Taksi Online Kena Corona, Diusir dari Kontrakan hingga Meninggal

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 04 Mei 2020 12:00 WIB
Ilustrasi pasien corona. Foto: Edi wahyono Ilustrasi pasien corona. Foto: Edi wahyono
London -

Sopir taksi online bernama Rajesh Jayaseelan terinfeksi COVID-19. Ia secara tidak adil diusir dari kontrakannya dan dinyatakan meninggal. Kisah pilu Rajesh ini pun mencuri perhatian.

Pria berusia 44 tahun ini adalah seorang pengemudi Uber di London, di mana ia telah hidup dengan bekerja keras selama 22 tahun terakhir. Menurut laporan BBC, Rajesh menikah pada 2014 dengan seorang wanita bernama Mary dan telah memiliki dua anak laki-laki.

Setelah berpuluh tahun bekerja keras di London, Rajesh mampu menyewa rumah di Hulimavu, Bangalore Selatan, India untuk ibu, istri, dan anak-anaknya. Setiap hari dia bekerja tanpa lelah sehingga bisa menabung cukup banyak untuk menghabiskan beberapa bulan di India bersama keluarganya setiap tahun.

Rajesh Jayaseelan dan istrinya, MaryRajesh Jayaseelan dan istrinya, Mary Foto: dok. BBC

Istri Rajesh mengungkapkan bahwa suaminya menikmati bekerja sebagai sopir dan mencintai London. Rajesh akan selalu memberi tahu Mary betapa indah dan bersihnya London. Ketika Rajesh tidak di India bersama keluarganya, dia akan menelepon mereka setiap hari dan akan bernyanyi untuk mereka.

Pada Januari 2020, Rajesh kembali ke London setelah mengunjungi keluarganya di India. Semuanya normal, meskipun ada beberapa kasus COVID-19 yang dilaporkan. Dua bulan kemudian pada Maret, situasi COVID-19 di Inggris memburuk dan PM Boris Johnson mengumumkan penguncian wilayah secara nasional.

Rajesh terus bekerja sebagai pengemudi Uber dan pekerjaan terakhir yang dia lakukan adalah pada 25 Maret ketika dia mengirim seorang penumpang ke Bandara Heathrow. Sebelum itu, Rajesh mengalami gejala mirip flu dan setelah mengantar penumpangnya ke Bandara Heathrow, ia berhenti bekerja karena gejalanya semakin memburuk.

Rajesh Jayaseelan dan anak-anaknyaRajesh Jayaseelan dan anak-anaknya Foto: dok. BBC

Rajesh pergi ke rumah sakit dan dinyatakan positif COVID-19. Rajesh diberitahu oleh staf rumah sakit untuk pulang, menyendiri dan hanya kembali ke rumah sakit jika gejalanya memburuk. Ketika dia kembali ke kamar sewaannya, pemiliknya memintanya untuk keluar dari rumah untuk suatu alasan.

"Ketika dia kembali, pemilik kontrakan telah mengganti kunci, sehingga dia tidak bisa masuk. Dia mencoba mengetuk pintu dan meminta pemilik rumah untuk berbicara dengannya, tetapi tidak dibukakan pintu," kata istri Rajesh.

Selanjutnya
Halaman
1 2