Ini Pasangan Transgender Pertama di Inggris yang Melahirkan Anak Biologis

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 20 Apr 2020 17:30 WIB
Jake dan Hannah Graf, orangtua transgender pertama di Inggris. Foto: Twitter Hannah Graf
Jakarta -

Pasangan Jake dan Hannah Graf sedang berbahagia menyambut kedatangan anak mereka. Kehadiran bayi perempuan ini pun jadi perbincangan mengingat Jake dan Hannah adalah transgender. Pasangan asal Inggris tersebut dipercaya merupakan orangtua pertama di Inggris yang sama-sama berganti kelamin.

Berita bahagia ini pertama kali diungkap Jake melalui akun Twitter-nya. Dalam postingan tersebut, Jake memperlihatkan potret keluarga kecilnya yang kini dianugrahi seorang anak. Ia pun mengatakan jika bayi perempuan mereka lahir dengan bantuan ibu pengganti.




Jake dan Hannah Graf dikenal sebagai pasangan transgender yang dijuluki 'trans power couple' di Inggris. Keduanya merupakan aktivis transgender yang berpacaran sejak 2015 dan menikah pada 2018.

Sebelumnya Hannah pernah menjadi tentara Inggris dengan pangkat tertinggi sebagai transgender. Sedangkan Jake adalah aktor, penulis, sekaligus sutradara yang pernah terlibat dalam film 'The Danish Girl' dan 'Collete.

Tahun lalu Jake dan Hannah Graf mengumumkan bahwa mereka akan menjadi orangtua dengan bantuan ibu pengganti. Meski tidak dilahirkan oleh orangtuanya, bayi pasangan ini adalah anak biologis dari Jake yang sebelumnya telah membekukan sel telur sebelum operasi kelamin lima tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara, pria 41 tahun itu mengaku harus berhenti melakukan perawatan testosteron selama enam bulan agar sel telurnya bisa dibekukan. "Itu adalah hal yang sulit untukku tapi itu adalah hal yang pasti, mimpiku adalah menjadi seorang ayah. Aku akan melakukan itu dengan cara apapun," kata Jake.

Perjalanan mereka untuk menjadi orangtua pun tidak mudah. Banyak orang yang menentang kelahiran bayi Jake dan Hannah karena keduanya merupakan transgender. Meski begitu, mereka bertekad kuat untuk memiliki anak dan membesarkannya dengan cinta.

"Kami menerima pesan yang membuat marah dari seorang teman sekolah yang aku tidak pernah temui selama 20 tahun yang mengatakan (melahirkan dengan) ibu pengganti sangatlah salah. Tapi dia berbicara sebagai ibu yang beruntung punya tiga anak dan kami pikir itu bukan urusannya untuk berkomentar," kata Jake.

"Masalahnya adalah orang-orang punya opini keras mengenai ibu pengganti seperti yang mereka lakukan terhadap transgender tanpa mau mengerti," kata Hannah yang berusia 32 tahun.



Simak Video "Kisah Transgender Amar, Bersikap Setelah Bertemu Tokoh Agama"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)