Cuci Sayur & Buah Pakai Sabun Cegah Corona? Ini 5 Mitos Salah Soal Makanan

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 07 Apr 2020 15:01 WIB
sayur buah Mitos salah soal keamanan makanan di tengah pandemi corona. Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona telah mengubah hidup setiap orang menjadi penuh kekhawatiran. Kesehatan diri menjadi hal yang terpenting di saat ini. Hal itu yang membuat setiap orang lebih berhati-hati, termasuk dalam urusan makanan yang akan dikonsumsi.

Apakah kamu tahu bagaimana cara melindungi makanan yang tepat agar terhindar dari Corona? Seperti dikutip dari Refinery29, agar tidak salah, berikut ini beberapa mitos soal keamanan makanan yang kurang tepat dan perlu kamu tahu di masa pandemi corona ini.

Mitos Salah 1: Mencuci Sayur atau Buah Menggunakan Sabun

Mencuci sayur atau buah yang baru saja dibeli menggunakan sabun tidaklah tepat. Perlu kamu ketahui bahwa tidak ada satupun kasus infeksi Covid-19 yang disebabkan karena mengonsumsi makanan terkontaminasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri telah mengatakan bahwa mencuci sayur atau buah dengan menggunakan sabun, deterjen, atau produk pencuci lainnya sangat tidak direkomendasikan.

Jodi Koberinski, seorang peneliti keamanan pangan di University of Waterloo, juga setuju mengenai hal tersebut. Dia mengatakan bahwa sabun pencuci piring kemungkinan dapat menyebabkan lebih banyak masalah, seperti mual, diare, dan kram.

"Itu tidak dibuat untuk dan tidak aman dikonsumsi manusia," kata Koberinski.

Mungkin menurutmu jika kamu membilasnya dengan bersih maka itu tidaklah masalah. Faktanya, buah-buahan dan sayuran dapat menyerap bahan kimia berbahaya yang kamu gunakan untuk membersihkannya. Bahan kimia yang sudah terserap itu tidak akan keluar sekalipun kamu sudah membilasnya dengan sangat bersih. Selain itu, tidak ada bukti yang mengatakan bahwa sabun bisa membunuh virus Covid-19 pada buah dan sayur.

Jadi jika kamu ingin mencucinya, cukup bilas dengan air dingin yang akan menghilangkan antara 90 hingga 99% kuman dan bakteri. Untuk bahan makanan yang memiliki kulit keras, seperti alpukat dan kentang, kamu bisa menggunakan sikat untuk menggosoknya.

Sayur dan buahSayur dan buah Foto: iStock

Mitos Salah 2: Diamkan Bahan Makanan yang Baru Dibeli di Luar Rumah Terlebih Dahulu Sebelum Membawanya Masuk

Melakukan karantina bahan makanan yang baru saja dibeli dengan cara meninggalkannya di luar rumah sama sekali tidak diperlukan. Tidak ada alasan untuk meninggalkan barang belanjaan di luar, garasi, atau mobil. Bahkan menurut Koberinski hal itu sama sekali bukan ide yang baik.

Ketika sampai di rumah, segera bawa masuk belanjaan makanan yang baru kamu beli ke dalam rumah. Lakukan pembongkaran di permukaan yang bisa kamu bersihkan setelahnya dengan semprotan pembersih berbahan dasar alkohol. Tentunya setelah kamu membereskan barang-barang tersebut. Dan jika memang kamu membali bahan makanan beku atau harus disimpan di lemari pendingin, segera masukkan ke lemari es.

Mitos Salah 3: Disinfeksi Kemasan Bahan Makanan yang Baru Dibeli

Virus Covid-19 dapat bertahan selama 24 jam di permukaan kardus, hingga tiga hari pada plastik dan stainless steel. Hal tersebut mungkin membuat setiap orang menjadi lebih khawatir. Mereka akan berpikir bahwa bisa saja orang yang terinfeksi sudah mencemari kemasan makanan yang dibelinya sehingga mereka memutuskan untuk melakukan disinfeksi pada semua kemasan makanan yang baru saja dibelinya.

Menurut Koberinski hal tersebut tidaklah diperlukan. Kamu bisa mencegah infeksi dengan mencuci tangan dan permukaan sebelum dan sesudah makan. Jika kamu merasa kurang, maka Koberinski lebih menyarankan untuk membuang paket daripada membasmi kuman. Beberapa makanan seperti sereal memiliki dua bungkus, yaitu dus kotak pada bagian depan dan kemasan pada bagian dalamnya. Kamu bisa menyimpan makanan tersebut di toples yang kamu miliki sendiri.

Sayur dan buahSayur dan buah Foto: iStock

Mitos Salah 4: Menggunakan Sinar UV untuk Membunuh Virus Jika Tidak Ingin Membuang-buang Produk Pembersih

Sebenarnya menggunakan lampu sinar UV untuk membunuh virus tidaklah berguna. Hal itu dikarenakan virus Covid-19 hanya bisa dibunuh menggunakan tingkat UV yang sangat tidak aman bagi manusia.

Mitos Salah 5: Menghindari Konsumsi Daging untuk Mencegah Infeksi Covid-19

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa di tengah pandemi Corona ini akan lebih baik untuk menjadi vegetarian dan tidak mengonsumsi daging. Kekhawatiran tersebut bisa jadi muncul karena fakta bahwa virus tersebut berasal dari hewan.

Menjadi vegetarian memang memiliki beberapa manfaat, namun berhenti mengonsumsi daging dengan alasan keamanan agar tidak terkena infeksi Covid-19 tidaklah tepat. Sejauh ini tidak ada risiko infeksi yang ditimbulkan dari mengonsumsi daging jika kamu memasaknya dengan tepat sesuai anjuran.

"Pemanasan daging hingga suhu yang disarankan adalah rekomendasi, sama seperti biasanya," kata Koberinski.



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)