Ini yang Penting Kamu Tahu Tentang Virus Corona dari Kesaksian Pasien Positif

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 28 Mar 2020 08:00 WIB
Website Virus Corona Resmi Indonesia Foto: Fitraya Ramadhanny/detikcom
Jakarta -

Virus corona sudah menginfeksi lebih dari 325 ribu orang di seluruh dunia dan bisa saja jumlahnya terus melonjak. Dari ratusan ribu yang terinfeksi, 95 ribu di antaranya sembuh.

Sekitar 80 persen orang yang positif COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti demam dan batuk-batuk. Tidak sedikit yang dapat sembuh tanpa penanganan khusus atau obat-obatan tertentu, asalkan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat dan banyak bergerak.

Angka kesembuhan tinggi, bukan berarti kamu bisa menyepelekan virus bernama Sars-Cov-2 ini. Virus corona bisa berakibat fatal pada lansia dan mereka yang mengidap penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung dan gangguan paru-paru.


Ini enam hal yang penting kamu ketahui tentang virus corona, menurut kesaksian orang-orang yang pernah didiagnosa positif COVID-19 dan berhasil sembuh.

1. Menyebar Sangat Cepat

Foto: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases


Seorang pria bernama Trevor Mankin dari Seattle mengaku terpapar virus corona, 10 hari setelah menjenguk temannya di sebuah rumah sakit yang ternyata juga positif COVID-19. Trevor tertular virus corona padahal dia sudah memakai jubah rumah sakit dan masker. Trevor juga cuci tangan sehabis pulang dari rumah sakit.

Sebelum mengalami gejala, Trevor sempat datang ke kantor untuk mengambil beberapa dokumen. Keesokan harinya sekretarisnya masuk kerja dan setelah itu dia sakit dan positif virus corona. Padahal Trevor dan sang sekretaris tak melakukan kontak dekat. Namun saat di ruangannya Trevor sempat batuk dan menyentuh pegangan pintu.

"Bisa menyebar dengan sangat cepat. Tak peduli kamu sudah melakukan kontak atau belum," kata Trevor, seperti dikutip dari Huffington Post.

Maka dari itu sangat penting untuk berdiam di rumah selama pandemi belum berakhir. Kamu tidak tahu di mana virus itu menempel atau menginfeksi siapa saja yang tak mengalami gejala khusus. Tidak keluar rumah akan membantu memperlambat, bahkan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

2. Bukan Flu Biasa

Foto: iStock


Gejala virus corona sangat berbeda dengan flu ringan maupun flu berat. Setidaknya itu menurut kesaksian Chiara DiGiallorenzo, pasien COVID-19 yang menjalani perawatan sejak 6 Maret 2020.

Sakit yang dialami Chiara berawal dari demam dan kelelahan. Lama kelamaan dia merasakan ada tekanan pada dada yang membuatnya kesulitan bernapas dan napasnya pendek-pendek.

"Bukan flu, banyak orang yang terinfeksi susah payah bernapas," katanya.

Pada beberapa orang, virus corona juga bisa menyebabkan orang linglung. Seseorang yang terkena virus corona bisa merasakan sakit kepala hingga tak bisa fokus.


3. Berlaku lah Seperti Orang yang Positif Corona

Foto: iStock


Data World Health Organization menyebut sekitar 80 persen orang positif COVID-18 hanya mengalami gejala ringan bahkan tidak merasakan sama sekali. Tapi bukan berarti bisa dianggap enteng. Jika terus bebas berkeliaran, dia berpotensi menjadi carrier yang menularkan virus corona kepada orang lain.

Pada beberapa orang, virus corona bisa berbahaya dan menyebabkan kematian. Kepedulian terhadap orang lain ini yang harus digalakkan. Jangan sampai korban terus bertambah karena sikap tak acuh. Tetap di rumah dan jaga kebersihan diri serta lingkungan sebisa mungkin.

4. Tetap Komunikasi dan Bersosialisasi

Foto: Fool


Stres dan frustasi bisa menyerang mereka yang sedang dalam isolasi karena virus corona. Maka sangat penting untuk tetap berkomunikasi baik lewat online chat, telepon atau video call.

Jika isolasi dilakukan di rumah, kamu bisa menunjukkan kepedulian dengan mengirimkan makanan atau minuman kesukaan mereka. Bisa juga dengan bingkisan berisi barang yang mereka idam-idamkan. Perlu diketahui, pikiran positif dan bahagia bisa membantu menjaga sistem imun tubuh, sementara stres dan cemas berlebihan akan menurunkan daya tahan tubuh.

5. Jangan Panik dan Borong Barang

Foto: Istimewa


Jika ada yang bisa kamu bantu selain tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona, adalah tidak panik dan belanja membabi buta. Memborong sembako, hand sanitizer, cairan antiseptik dan masker tidak akan membuat kamu kebal virus corona.

Beli stok makanan, obat-obatan dan produk kebersihan seperlunya. Berikan kesempatan bagi orang lain untuk mendapatkannya juga. Terutama mereka yang sudah lanjut usia dan sudah sulit beraktivitas normal. Jika stok barang di toko dekat rumah habis, mereka akan kesulitan berjalan jauh ke toko yang lain.


6. Kurangi Paparan Berita Tentang Virus Corona

Foto: shutterstock


Jika kamu sedang isolasi diri karena virus corona, kurangi kegiatan membaca atau menonton segala berita tentang itu. Terpapar berita-berita negatif hanya akan menimbulkan gangguan kecemasan, stres dan panik yang bisa memperlambat proses penyembuhan.

"Kalau nonton berita, aku jadi depresi, makin sedih, makin khawatir," tutur Trevor.

Maka mulai sekarang kurangilah mencari tahu segala berita tentang virus corona. Cukup satu jam sekali hanya untuk update perkembangan kasus yang penting.



Simak Video "Kemenparekraf Beri Modal untuk Pelaku Fashion"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)