Bule di Bali Puasa Minum Air Putih Setahun, Klaim Tubuhnya Jadi Lebih Sehat

Hestianingsih - wolipop Selasa, 11 Feb 2020 13:28 WIB
Sophie Partik Sophie Partik. Foto: Instagram/@pimpyourprana
Jakarta -

Seorang wanita yang puasa minum selama satu tahun mengaku badannya lebih sehat dari sebelumnya. Wanita bernama Sophie Partik ini menjalani diet ekstrem yang dinamakan dry fasting.

Sophie yang kini tinggal di Bali, Indonesia, mengungkapkan mulai menjalani dry fasting atau puasa minum sejak awal 2019. Setelah setahun diet dia mengklaim sakit persendian, mata sembap, alergi makanan, masalah kulit hingga pencernaan yang dialaminya jadi jauh membaik.

Seperti dikutip dari Daily Mail, wanita 35 tahun ini menjalani 'dry fasting' setiap hari dalam 13-14 jam. Artinya Sophie tidak minum cairan maupun air putih selama puasa.

Bule di Bali Puasa Minum Air Putih Setahun, Klaim Tubuhnya Jadi Lebih SehatFoto: Instagram/@pimpyourprana


Wanita yang bekerja sebagai pengajar yoga ini hanya mengonsumsi cairan dari air yang terdapat pada buah, sayuran dan air kelapa untuk buka puasa. Tapi dia tidak mengonsumsi air putih sama sekali.

"Wajah dan persendianku bengkak-bengkak dan sembap. Aku terlihat seperti orang sakit. Dokter bilang tidak ada yang salah denganku dan kalau mau menghilangkan kantong mata aku bisa operasi plastik. Lalu seorang temanku yang sudah mencoba dry fasting menyarankanku untuk mencobanya juga," tutur Sophie seperti dikutip dari Daily Mail.

Sophie mengaku tak berapa lama setelah puasa minum, wajahnya yang sembap dan bengkak perlahan membaik. Dia mengklaim bahwa manusia sebenarnya tidak memerlukan air putih karena bisa membuat tubuh terasa kembung dan bengkak.

"Minum air putih dalam kemasan dan air putih dari kran membuat ginjalmu terlalu keras bekerja dan membuang semua nutrisi keluar dari tubuh," ujarnya.

Bule di Bali Puasa Minum Air Putih Setahun, Klaim Tubuhnya Jadi Lebih SehatFoto: Instagram/@pimpyourprana


Dia melanjutkan, "Ketika mulai dry fasting, kamu akan segera tahu kalau tubuhmu tidak memerlukan air putih. Aku merasa lebih baik dari sebelumnya, sangat berenergi dan itu bagus untuk ginjalmu - sekali saja ginjal beristirahat selama beberapa jam, kerjanya akan jauh lebih baik setelahnya."

Sophie mengaku di awal-awal dia memulai dry fasting, mulutnya terasa sangat kering. Namun menurutnya itu hanyalah manipulasi otak yang memberitahu tubuh bahwa dia butuh minum.


"Kita butuh air hanya di pikiran saja, aku tahu aku tidak dehidrasi tapi butuh kesabaran untuk menahan keinginan itu. Awalnya sangat sulit tapi lama-lama jadi terasa sangat lepas. Ini psikoterapi terbaik. Alih-alih memikirkan makan dan minum aku justru punya banyak waktu untuk fokus pada berbagai hal lain," tuturnya.

Bule di Bali Puasa Minum Air Putih Setahun, Klaim Tubuhnya Jadi Lebih SehatFoto: Instagram/@pimpyourprana


Sophie mengatakan sadar bahwa diet yang dijalaninya bukan untuk semua orang. Dia pun mengingatkan bagi orang-orang yang ingin ikut diet ini harus benar-benar mempersiapkan diri dengan membiasakan tubuh hanya mengasup cairan dari buah dan sayur sebelum puasa.

Manfaat dry fasting atau puasa minum belum terbukti secara ilmiah. Tidak mengasup makanan dan minuman sama sekali selama belasan jam bisa mengakibatkan dehidrasi hingga masalah pada saluran kencing dan ginjal.


Selain itu seperti dikutip dari Health Line, puasa seharian tanpa asupan cairan yang memadai saat berbuka, bisa menyebabkan kekurangan nutrisi, pingsan hingga gangguan pola makan.



Simak Video "Atasi Lemas dan Ngantuk Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)