Phobia Makanan, Wanita Ini Cuma Bisa Makan Roti Keju Demi Bertahan Hidup

Hestianingsih - wolipop Senin, 16 Sep 2019 09:11 WIB
April Griffiths phobia terhadap makanan selain roti dan keju. Foto: istimewa/Mirror April Griffiths phobia terhadap makanan selain roti dan keju. Foto: istimewa/Mirror

Warwickshire - Semua makhluk hidup termasuk manusia pasti butuh makan. Tapi ibu dua anak ini justru phobia terhadap makanan. Bagaimana dia bisa bertahan hidup?

April Griffiths punya kondisi unik. Wanita asal Warwickshire, Inggris, ini punya ketakutan berlebihan ketika melihat makanan dan hanya bisa menyantap jenis makanan tertentu.

Selama hampir 30 tahun, April bertahan hidup hanya dengan memakan sandwich isi keju. Sandwich tersebut dia makan saat sarapan, makan siang juga malam.

Terkadang April juga menambahkan keripik bawang dan keripik kentang pada sandwich kejunya. Tapi lain dari itu, bahan makanan lain tidak bisa masuk ke mulutnya.

Phobia Makanan, Wanita Ini Cuma Bisa Makan Roti Keju Demi Bertahan HidupFoto: iStock

"Setiap kali mau coba makanan baru, aku kena serangan panik, seluruh tubuhku gemetar, dan jadi sangat sangat gugup," kata April, seperti dikutip dari Mirror.

Wanita 29 tahun ini mengatakan ketakutan itu datang karena ia khawatir akan tersedak. April juga takut mencoba berbagai tekstur makanan karena rasanya sangat aneh ketika masuk ke mulut dan tenggorokan.

"Bahkan ketika aku hanya mencoba sedikit saja nasi, pasta atau sayur, aku tidak pernah bisa menelannya tanpa memuntahkannya," tuturnya.

April mengaku kondisi yang dialaminya ini berdampak pada kehidupan sosialnya. Saat harus makan di restoran bersama orang baru, dia harus selalu menjelaskan, kenapa hanya memesan roti isi keju. Dia juga sering kali jadi perbincangan tamu-tamu lain di restoran karena pesanannya yang dianggap tak biasa itu.

Phobia Makanan, Wanita Ini Cuma Bisa Makan Roti Keju Demi Bertahan HidupFoto: istimewa/Mirror

Dia mengaku sangat bosan dengan diet yang dijalani sejak balita tersebut. Namun phobia mengalahkan keinginannya untuk mencoba makanan baru.

April bukannya tidak peduli dengan kondisinya tersebut. Selama beberapa tahun, ia menjalani konseling dan hipnoterapi. Namun semuanya sia-sia. Phobia pada makanan tak kunjung sembuh.

Pada 2014 phobia terhadap makanan sempat hilang setelah April menjalani hipnoterapi. Tapi itu hanya berlangsung sementara.

"Aku ikut dua sesi dan akhirnya bisa makan nasi selama beberapa bulan. Itu perubahan besar dan aku sangat bangga pada diriku sendiri. Tapi biayanya sangat mahal per sesi sehingga aku tak mampu bayar," ucap April, yang kembali ke kondisi semula setelah berhenti kondultasi.

Saat sarapan, April biasanya akan mengonsumsi dua lembar roti. Lalu di siang dan malam hari dia makan sandwich dengan keju parut ditambah satu bungkus keju dan bawang goreng.


Jika ada acara khusus, April bisa mencoba keju dengan tekstur yang berbeda. Misalnya saja roti dengan lelehan keju dan keripik kentang.

"Kadang aku makan roti campur keju tapi itu pun harus dimakan saat kejunya masih panas kalau tidak aku bisa muntah karena ketika sudah dingin tekstur kejunya kan akan berubah," jelasnya.

Dia melanjutkan, "Satu-satunya makanan lain yang bisa aku makan adalah keripik. Aku biasanya makan keju dan bawang goreng atau cocktail udang dan ngemil pringles rasa sour cream pada momen-momen spesial."

Hanya makan roti dan keju tentu akan membuat tubuh kekurangan vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Oleh karena itu April mengatasinya dengan banyak-banyak minum jus jeruk.

"Aku bisa menghabiskan tiga karton besar jus jeruk setiap harinya," pungkasnya.

Simak Video "Benar Atau Nggak Sih Tikus Doyan Makan Keju?"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)