Dijual Hingga Ratusan Juta, Ini yang Buat Harga Saffron Selangit

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 01 Sep 2019 10:27 WIB
Foto: Dok. Pinterest Foto: Dok. Pinterest

Jakarta - Jadi tren minuman sehat dan banyak dicari, tanaman saffron ternyata bernilai cukup tinggi. Disebut-sebut sebagai tanaman bunga termahal di dunia, harga saffron bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Tingginya harga rempah-rempah yang berasal dari keluarga bunga Crocus Sativus ini, karena perawatan dan penanaman yang cukup sulit. Harga tinggi ini untuk menebus kesulitan mendapatkan saffron yang masa panennya sangat singkat.

Untuk memproduksi 500 gram saffron saja diperlukan hingga 70.000 bunga. Setiap bunga dikumpulkan dengan hati-hati, hanya menggunakan tangan lalu dikeringkan. Citra Ayu Mustika, salah satu konsumen saffron, mengatakan sulitnya mendapatkan tanaman ini membuat harganya menjadi mahal.

"Karena bunganya langka, saffron tumbuh di negara tertentu, dengan musim tertentu, dan proses mencabut putik-putiknya itu dengan cara satu per satu secara manual atau dengan tangan manusia bukan melalui mesin otomatis," ujar Citra saat dihubungi Wolipop, Sabtu (31/8/2019).

Selain itu proses pengolahan saffron hingga bisa dikonsumsi juga memakan waktu dan energi tak sedikit. Seperti dikutip dari Business Insider, petani harus mempekerjakan banyak orang untuk memanen 1,8 kg saffron saja.

Diperlukan sedikitnya 170 ribu bunga Crocus Sativus untuk mendapatkan 0,5 kg saffron, yang setiap helainya diambil menggunakan pinset. Masa panen pun tidak bisa terlalu sering. Tanaman penghasil saffron ini hanya berbunga enam minggu sekali, dari akhir September hingga awal Desember.

"Saffron harus diambil dengan hati-hati, menggunakan pinset diambil satu per satu, agar helai putiknya tetap bagus. Lalu proses pengeringannya menggunakan wadah khusus," jelas salah satu penjual saffron di Instagram, @importirsaffron.



Harga jual putik sari bunga Crocus Sativus bisa mencapai ratusan juta rupiah per kg. Menurut Foodbeast, berkisar antara US$ 2.000 hingga US$ 10.000 atau sekitar Rp 54 juta - 270 juta per kilogram.

"Selain itu juga yang membuat saffron mahal karena banyaknya zat yang terkandung di dalamnya," jelas Maya Dibyana saat dihubungi oleh Wolipop, Sabtu (31/8/2019).

Mutu saffron ditentukan berdasarkan pengukuran kadar crocin (warna), picrocrocin (rasa), dan safranal (aroma). Pengukuran lain termasuk kandungan limbah bunga (seperti bagian bunga selain tangkai putik) dan bahan inorganik.

Minum saffron jadi tren gaya hidup sehat kekinianMinum saffron jadi tren gaya hidup sehat kekinian Foto: instagram @saffronneginid


Pemilik akun penjual saffron, @saffronneginid, Ummi Nur Rohmah mengatakan saffron yang mempunyai kualitas terbaik adalah tingkat kadar crocin yang bisa diketahui lewat uji laboratorium.

"Safronnya akan diuji bagaimana kandungan antioksidannya? Tingkat kemerahannya bagaimana? Tingkat kekeringannya bagaimana? Lalu safron dengan kualitas terbaik, jika diuji laboratorium tingkat kadar crocinnya lebih dari 270," ucap Ummi.



Crocin merupakan pigmen karotenoid yang memberi warna merah pada saffron. Semakin banyak kandungan crocin pada saffron maka akan semakin bagus. Sebab, crocin berkhasiat sebagai antidepresan, melindungi sel otak terhadap kerusakan progresif, mengurangi peradangan, mengontrol nafsu makan sehingga membantu penurunan berat badan.

Dijelaskan Ummi lagi, kualitas saffron super negin merupakan yang termahal. Satu kilogram saja bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Panen saffron hanya di waktu dan lahan tertentu. Sulit untuk mendapatkan saffron yang bagus," pungkasnya.

Simak Video "Wow! Penyanyi Turki 71 Tahun Ini Terlihat Seksi dan Awet Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/hst)